Desain Rumah Hadapi Banjir

 rumah dengan lantai tinggi


Banjir seakan sudah menjadi tradisi setiap turun hujan deras. Di Jakarta, meluapnya air bahkan sudah hampir merata di banyak penjuru kota. Semua itu akibat daya tampung sungai yang meluap, atau tidak berfungsinya saluran kota secara optimal.

Bagaimana agar rumah aman dari banjir? Banyak cara. Namun salah satu solusinya adalah membuat rumah berkonsep rumah panggung.

Arsitek Rita Laksmitasari mengemukakan, letak rumah yang lebih tinggi akan lebih aman dari banjir. Selain itu, tanah terbuka di bagian bawah rumah memungkinkan air terserap masuk ke dalamnya, sehingga tidak tergenang. “Rumah panggung strukturnya selain dapat dibuat dari kayu juga bisa dengan beton. Baja pun boleh, tetapi dikhawatirkan kelamaan terendam air akan karatan,” katanya seperti dilansir okezone, baru-baru ini.

Rita melanjutkan, area terbuka pada bagian bawah rumah panggung dapat dimodifikasi menjadi ruang multifungsi. Misalnya, sebagai ruang kumpul keluarga atau garasi jika memang lahan terbatas. Namun, yang menjadi masalah adalah budaya orang Indonesia yang masih menganggap konsep rumah panggung hanya untuk di daerah pedesaan.  “Padahal konsep rumah panggung dewasa ini cukup banyak yang sudah sedemikian modern dan cocok untuk diterapkan di perkotaan. Selain itu, tanah kosong di sekitar pekarangan rumah jangan dibuat perkerasan, seperti dibetonkan. Karena tidak dapat diserapi air,” tuturnya.

Bagaimana bila sudah jadi rumah? Tak ada cara lain selain menempuh cara berikut:

Renovasi Total
Jika hendak dilakukan renovasi total atau dibangun baru dari awal, sebaiknya desain rumah memperhatikan hal berikut :

1.     Rancang pondasi bangunan setidaknya 40-50cm di atas jalanan depan rumah Anda

2.     Urug tanah minimal 50 cm di atas jalan. Posisikan halaman dan carport di atas jalan, untuk melindungi barang barang berharga saat banjir menerjang.

3.     Agar pengurugan tidak terlalu padat, lantai dibuat dengan konstruksi panggung, seperti membuat dua lantai. Memang sedikit lebih mahal, tetapi pelaksanaannya lebih simpel dan cepat dibanding harus memadatkannya.

4.     Rencanakan dengan cermat posisi rumah induk, setidaknya harus lebih tinggi dari batas maksimal banjir yang pernah terjadi. Bisa dengan cara mengurug tanah atau menempatkan rumah induk di lantai atas. Gunakan puing-puing bangunan atau tanah padat untuk mengurug, setelah sebelumnya digunakan pondasi sebagai perkuatannya. Ruang-ruang yang terdapat di bagian bawah rumah induk, bisa difungsikan sebagai gudang, ruang servis, ruang olah raga dan sebagainya.

5.     Tempatkan saluran drainase, septictank, instalasi mekanikal dan elektrikal dengan ketinggian di atas permukaan tanah dalam posisi “aman” dari banjir.

6.     Jika perlu, siapkan genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik saat banjir hebat menerjang. Pemadaman listrik saat banjir, seringkali tidak bisa diprediksi jangka waktunya.


Renovasi Partial

1.     Tinggikan lantai rumah, dengan memperhatikan ketinggian plafon. Jika tinggi plafon di rumah 3 m, maka batas maksimum peninggian lantai adalah 50cm, sehingga diperoleh tinggi plafon 2.5 m.

2.     Buat kolam hias di halaman depan, dengan ketinggian yang cukup dalam. Ini bisa untuk mengurangi banjir ringan.

3.     Untuk furniture, pilih material anti air, seperti aluminium, stainless steel atau besi tempa.

4.     Jika keramik di rumah Anda terlepas dari susunannya akibat terjangan banjir, tak ada salahnya jika keramik dilepas sekalian, dan ganti dengan adukan acian semen ekspos. Saat ini ekspos acian semen makin marak digunakan baik sebagai dinding ataupun lantai.

5.     Dinding rumah yang kusam akibat banjir, atasi dengan cat eksterior yang lebih tahan cuaca.

Atas
Gunakan material tahan air, seperti batu kali pada area bawah. Ruang tamu terletak “melayang” di atas garasi, untuk menghindari ancaman banjir menerjang. Jangan lupakan area penghijauan di halaman, meski berada di atas batas jalan. Lengkapi dengan pengolahan lansekap, meski berada di atas batas jalan.

Bawah
Penggunaan material untuk furnitur atau bagian bangunan, yang tahan banjir dan awet, salah satunya dari ekspos semen.

Naikkan Ketinggian Lantai
Menaikkan ketinggian lantai, seringkali menjadi solusi terakhir, saat renovasi partial dilakukan. Untuk itu perhatikan hal berikut :

  • Meninggikan rumah bisa dimulai dari area depan pagar. Ini artinya, penambahan ketinggian dilakukan secara menyeluruh, yang akan memakan biaya cukup tinggi. Karena berarti lansekap taman, juga akan berubah. Jika ini jadi pilihan, berarti taman Anda akan terbebas dari banjir yang akan merusak tanaman kesayangan.
  • Menaikkan ketinggian lantai dalam ruangan, berakibat terjadi perbedaan lantai antara entrance dan ruang dalam. Konsekuensinya, buat anak tangga kecil sebagai penghubungnya.
  • Perhitungkan jarak plafon. Usahakan jangan terlalu dekat dengan kepala laki-laki dewasa.
  • Cara paling mudah dan hemat adalah membuat blokade di teras. Ini adalah pilihan terakhir dan untuk penanggulangan darurat (sementara) saja, karena kurang memiliki nilai estetika. okz


Pilih Material Furnitur Aman Banjir

Banjir datang. Selamatkan furnitur Anda, atau ikuti tips berikut agar furnitur aman saat banjir.
Pilih furnitur yang aman saat banjir. Material furnitur juga perlu diperhatikan. Berikut ulasan yang dikutip dari idea :

  • Mulai mempertimbangkan untuk menggunakan material aluminium atau plastik untuk kusen dan pintu di rumah Anda. Pintu kayu dapat mengembang karena menyerap air banjir. Perawatan yang kurang cermat berpotensi menyebabkan lapuk pada kayu dan pintu akan cepat rusak.
  • Untuk furnitur besar, Anda dapat memilih furnitur dengan tambahan roda pada kaki agar memudahkan Anda untuk memobilisasi furnitur ke area aman.
  • Gunakan furnitur bermaterial besi untuk tempat tidur ataupun meja makan. Berikan lapisan pada furnitur, semisal duco atau pelapis waterproofing khusus furnitur.

           Sumber: http://www.surabayapost.co.id

One thought on “Desain Rumah Hadapi Banjir

  1. saya minta sarannya saya berencana meninggikan teras rumah untuk menghindari banjir tapi bingung baiknya menggunakan tanah, split, puing atau yang lain? manakah kiranya yg lebih hemat dan baik.dana. sy terbatas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s