Menjadi Muslim Berakhlak Mulia

akhlak muliaoleh: Shalih Hasyim

SESUNGGUHNYA kemuliaan akhlak itu terwujud dengan membersihkan jiwa dari sifat-sifat rendah lagi tercela dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji. Salah satu simpul kemuliaan adalah: kamu tetap menyambung hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, memberikan kebaikan kepada orang yang tidak mau berbuat baik kepadamu, dan memaafkan kesalahan orang lain yang menzalimi dirimu.

Akhlak yang mulia memiliki berbagai keutamaan. Ia merupakan bentuk pelaksanaan perintah Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan akhlak yang mulia juga, seorang akan terbebas dari pengaruh negatif tindakan jelek orang lain. Dengan kemuliaan akhlak pula seorang akan memperoleh ketinggian derajat.

Inputnya Tauhid , Outputnya Akhlak Mulia

Seorang doktor bidang aqidah bertanya kepada Syeikh Dr. Umar Al Asyqor guru besar ilmu aqidah: ” Wahai Syeikh, saya sudah mencapai gelar akademik tertinggi dalam ilmu aqidah, namun saya belum merasakan dalamnya aqidah ini tertanam di hati dan jiwaku”.

Maka Syeikh Umar Al Asyqor menjawab: “Pertanyaan itu sudah pernah ditanyakan oleh Sywikhul Islam Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah kepada gurunya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjawab: “Apa yang engkau pelajari hanyalah kaidah-kaidah (rumusan-rumusan) dalam masalah aqidah, sedangkan jika engkau ingin merasakan dalamnya aqidah tertanam di dalam hati dan jiwamu, maka hayati dan resapilah kandungan Al-Qur’an.”

Khalifah Umar Bin Abdul Aziz berkata:
إِنَّ لِلإِيمَانِ فَرَائِضَ وَشَرَائِعَ وَحُدُودًا وَسُنَنًا ، فَمَنِ اسْتَكْمَلَهَا اسْتَكْمَلَ الإِيمَانَ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَكْمِلْهَا لَمْ يَسْتَكْمِلِ الإِيمَانَ

“Sesungguhnya iman memiliki kewajiban-kewajiban, batasan dan aturan serta sunnah-sunnah, barangsiapa menyempurnakannya maka sempurnalah imannya dan barangsiapa tidak menyempurnakannya maka tidak sempurna pula imannya.” (HR. Bukhari) Continue reading

Tolong Menolong dalam Kebajikan dan Takwa

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَتَعَاوَنُوا عَلَى اْلإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. al-Maidah: 2).

tolong-menolongMengomentari ayat di atas, Imam Ibnul Qayyim berkata, “Ayat al-Quran ini mengandung semua mashlahat untuk hamba, baik maslahat di kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Ayat ini juga mengandung aturan berinteraksi antara sesama manusia (horisontal) dan hubungan antara hamba dengan Tuhan mereka (vertikal). Sebab setiap hamba tidak akan pernah terpisah dari kedua interaksi ini. Hal itu merupakan dua buah kewajiban bagi mereka: kewajiban antara manusia dengan Allah Swt. dan kewajiban antara sesama makhluk.

Continue reading

Ukhuwah Islamiyah

ukhuwah-islamiyah

Segala puji hanya untuk Allah Ta’ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah semata yang tidak ada sekutu bagiNya, dan aku juga bersaksai bahwa Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam adalah seorang hamba dan utusan -Nya. Amma ba’du:

Alasan terkuat yang bisa menjadikan umat manusia untuk bersatu ialah bila didasari diatas ukhuwah Islamiyah. Yang sudah pasti akan menyatukan kaum muslimin, walaupun keberadaan mereka saling berjauhan, terpencar diseluruh penjuru dunia, beda negeri, suku dan bangsanya. Namun dengan pondasi tersebut mampu menyatukannya, Allah Shubhanahu wa ta’alla menegaskan hal itu melalui firman -Nya:

﴿ إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ ١٠ ﴾ [الحجرات: 10]

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara”.  (QS al-Hujurat: 10).

Dipertegas lagi hal tersebut oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya yang menyatakan tidak ada perbedaan antara orang arab dan non arab kecuali ketakwaan. Beliau bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَلَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلَّا بِالتَّقْوَى » [أخرجه أحمد]

Ketahuilah tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas non Arab, tidak pula sebaliknya.  Tidak juga bagi orang yang berwarna kulit merah dengan yang berwarna hitam, atau sebaliknya melainkan (keutamaan itu didapat) dengan ketakwaannya“. HR Ahmad 38/474 no: 23489.

Continue reading

Semangat Seorang Muslim

siluet-orang-tekadBismillahirrahmanirrahim

“…Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agama-mu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” (Al-Maa’idah: 3)

Seorang muslim sesungguhnya sangat beruntung, karena Allah SWT melalui agama Islam telah membekali kita dengan tuntunan Al-Quran dan Hadits, yang jika saja kita “mau” untuk mempelajari, mengkaji dan memahami secara aplikatif, insya Allah kita akan bisa menikmati kehidupan dunia sekaligus kesejahteraan di akhirat kelak. Berikut ulasan singkat beberapa semangat seorang muslim yang bisa kita petik intisarinya dari Al-Quran dan Hadits,

Visi

Tentu kita dengan mudah memahami makna sebuah visi, sederhananya sebagai sebuah tujuan/target yang ingin kita capai. Islam sesungguhnya telah memberikan pedoman yang sangat jelas untuk arah kehidupan kita. Dengan eksplisit (tertulis), dalam Al-Quran telah disebutkan bahwa kita (manusia) diciptakan tidak lain adalah hanya untuk beribadah kepada sang Rabb, Allah swt (Adz-Dzariyaat: 56). Tentunya istilah ibadah di sini tidak cukup jika kita artikan secara sempit hanya sebuah ritual-ritual keagamaan atau diukur dari “lamanya” berada di dalam masjid, namun segala aktivitas bekerja, belajar dan seterusnya bisa menjadi sebuah nilai ibadah khususnya jika kita meniatkan karena Allah SWT.

Pada surat Al-Haj: 77, Allah SWT berfirman “…sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan…”. Dari ayat tersebut, kembali kita dapat memetik 2 poin yang bisa kita jadikan sebagai visi utama dalam kehidupan kita sebagai seorang muslim. Pertama yaitu menyembah atau beribadah kepada Allah SWT, dan kedua melakukan kebaikan atau menyebarkan manfaat.

Visi beribadah kepada Allah mengajarkan kita bahwa dalam hidup ini sebaiknya kita melakukan segala sesuatu hanyalah untuk Allah swt. Tempatkan semua harapan, cita-cita, apresiasi, hanya dari Allah. Dengan visi itu Insya Allah kita akan mampu mempunyai mental yang kuat dan tidak mudah tergerus dengan romantika kehidupan dunia. Bandingkan jika kita berharap belas kasih atau balasan dari orang lain ataupun bangsa (pemerintah), semakin besar peluang kekecewaan yang akan menjumpai kita dan mengantarkan kita pada penurunan semangat hidup. Tentu tidak semudah membaca rangkaian kata dalam tulisan untuk mengimplementasikan visi ini dalam kehidupan kita, tapi juga tidak sesulit yang dibayangkan, jika masih belum kuat terpatri visi ini dalam sanubari kita, mungkin bisa kita cek dari yang paling sederhana seperti bagaimana kualitas shalat kita, dst.

Continue reading

Jangan Terperdaya Dengan Orang-Orang Kafir

Janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.(196) Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.(197) Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.(198)

[Q. S. Ali Imran : 196-198]

Pada ayat-ayat tedahulu telah diterangkan tentang Ulil Albab yang memilliki pemahaman yang mendalam tentang Allah sebagai pencipta alam semesta, tentang manusia sebagai ciptaan Allah, tentang kehidupan dunia sebagai ujian dan tentang akhirat sebagai tujuan. Pemahaman mereka yang mendalam tersebut dapat dilihat dan diketahui dari do’a-do’a yang mereka panjatkan kepada Allah; tidak hanya sekedar pemahaman tetapi juga diringi dengan keyakinan dan kekhusyu’an; itulah yang membuat do’a-do’a mereka diperkenankan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Selanjutnya diterangkan pula bahwa apabila yang terpuji adalah golongan Ulil Albab maka jangan sampai teperdaya oleh golongan kafir yang diberi kesenangan sementara di dunia ini, Allah berfirman: “Janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam sebagai ujian dan tentang akhirat sebagai tujuan. Pemahaman mereka yang mendalam tersebut dapat dilihat dan diketahui dari do’a-do’a yang mereka panjatkan kepada Allah; tidak hanya sekedar pemahaman tetapi juga diringi dengan keyakinan dan kekhusyu’an; itulah yang membuat do’a-do’a mereka diperkenankan oleh Allah Subhanahu Wata’ala.

Continue reading

Muslim dengan Muslim lainnya Ibarat Satu Bangunan

ukhuwah_fillahManusia pada hakikatnya insan sosial, saling memerlukankan untuk memenuhi keperluannya dan meningkatkan taraf hidupnya. Fitrah inilah yang ditegaskan oleh Islam. Islam memerintah kan agar kita saling tolong menolong dalam kebaikan dan manfaat.

Lebih lagi terhadap sesama umat muslim. Bahkan Islam mengibaratkan persaudaraan dan pertalian sesama muslim itu seperti satu bangunan, di mana struktur dan unsur bangunan itu saling membutuhkan dan melengkapi, sehingga menjadi sebuah bangunan yang kokoh, kuat dan bermanfaat lebih.

Dari Abu Musa Al Asy’ari ra. dari Nabi Muhammad saw bersabda:

“Orang mukmin itu bagi mukmin lainnya seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Kemudian Nabi Muhammad menggabungkan jari-jari tangannya. Ketika itu Nabi Muhammad duduk, tiba-tiba datang seorang lelaki meminta bantuan. Nabi hadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda: Tolonglah dia, maka kamu akan mendapatkan pahala. Dan Allah menetapkan lewat lisan Nabi-Nya apa yang dikehendaki.”
( Imam Bukhari, Muslim, dan An Nasa’i. )

Continue reading

KESEIMBANGAN DALAM HIDUP MUSLIM

peliharalah-diri-dan-keluarga-dari-api-nerakaKeseimbangan Dalam Hidup Muslim (khutbah jum’at)
oleh : Dr. Ahmad Zain An Najah, MA

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ ، نَحْمَدُهُ ، وَنَسْتَعِيْنُهُ ، وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا .
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ .وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
.يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءلونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
أ للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ ، أ للَّهُمَّ ٌ وَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ

Ma’asyiral Muslimin…Jama’ah Sholat Jum’at Rahimakumullah…
Marilah pertama-tama, kita mengucapkan syukur kepada Allah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita, nikmat Iman, nikmat Islam dan nikmat kesehatan, sehingga kita bisa hadir untuk melaksanakan sholat Jum’at di masjid yang dimuliakan Allah ini.
Yang kedua, marilah kita selalu meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Continue reading