ISTIQAMAH

KH A. Hasyim Muzadi

 istiqomah

Istiqamah menurut bahasa berarti ajek, terus menerus, kontinyu,  konsisten atau teguh pendirian. Allah SWT berfirman, yang artinya :

Tetap teguhlah kamu pada jalan yang benar sebagainana yang telah diperintahkan kepada kamu”. (Hud, 11 : 112)

 

Kemudian Allah berfirman tentang keistimewaan yang diberikan kepada orang yang beristiqamah :

”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat akan turun kepada mereka (untuk mengatakan ) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan  Allah kepadamu “. Kami (Allah) adalah pelindung-pelindungmu  dalam kehidupan dunia maupun akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh pula apa yang kamu minta. Sebagai hidangan bagimu dan Tuhan yang maha pengampun lagi maha penyayang (Fushilat, 41 :30-32).

Continue reading

Tiada Duka Cita bagi Yang Istiqamah

MobilIbarat mobil yang stabil yang mampu melaju dengan cepat, begitu pula orang yang mencapai istiqamah tidak akan goyah, apalagi takut, oleh lajunya perubahan. Dia hidup dinamis, berjalan di atas kebenaran demi kebenaran, untuk sampai akhirnya kembali kepada Tuhan, sang Kebenaran Mutlak dan Abadi. Dan kesadaran akan hidup menuju Tuhan itulah yang akan memberi kebahagiaan sejati.
Seperti firman Tuhan dalam Al Qur’an:
46_13

artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.(QS. Al Ahqaaf: 13).

Dalam realita kehidupan pedagang dan pengusaha yang istiqomah dengan kejujuran akan berimplikasi pada terbukanya pintu rezeki, networking, mitra atau customer yang terus bertambah dan etos kerja . Politikus, penguasa dan pejabat yang istiqomah dalam menjaga amanah akan nampak sikap empati, trust dan dicintai. Begitu pula seorang mukmin yang istiqomah menjaga aqidahnya akan melahirkan sikap ihsan dalam kehidupan. Semestinya sikap istiqomah menjadi penghias amal sholeh bagi seorang mukmin. Sekalipun ia dihadapkan pada tantangan hidup, kemiskinan, kekurangan harta atau bahkan ketika berada pada puncak kesuksesan hidup dan gelimangan harta.
Bukankah Allah memberi kabar gembira untuk umatnya yang menjaga semangat istiqomah, dalam Surat Al-Ahqaaf:13 tersebut di atas.