REALITI UMAT ISLAM KINI !!

umat-islamDewasa kini, kita sering mendengar tentang permasalahan yang menimpa umat Islam di seluruh dunia. Umat Islam di seluruh dunia sedang menghadapi krisis rohani yang mencampakkan diri mereka ke lembah kehinaan di sisi Allah SWT khususnya, dan di kaca mata masyarakat dunia amnya.

Umat Islam telah hilang keperibadian orang-orang yang beriman di mana suatu masa dahulu pernah dimiliki oleh para sahabat dan para salafus soleh yang datang selepas mereka. Kehilangan ini sekaligus melontarkan umat Islam kembali mengamalkan cara hidup yang berlandaskan norma-norma yang sememangnya telah wujud dan dipraktikkan oleh manusia di zaman jahiliyyah.

Oleh yang demikian, garis pemisah yang membezakan antara mereka dengan orang-orang kafir telah terhapus lalu kehidupan mereka juga tidak jauh berbeza dengan kehidupan orang-orang kafir. Akibatnya, turunlah azab Allah SWT ke atas mereka, sebagaimana yang sedang dihadapi oleh umat Islam di dunia sekarang ini.

Lihatlah bagaimana nasib yang telah menimpa saudara seIslam kita di seluruh dunia. Mereka hidup dalam keadaan kesengsaraan yang mana mereka telah menerima penindasan yang cukup hebat dari golongan-golongan yang sememangnya benci dan tidak mahu melihat Islam gah di muka bumi ini. Walaupun menerima nasib yang sedemikian, namun rintihan-rintihan suara mereka yang sayu, langsung tidak pernah dihiraukan oleh umat Islam yang lain supaya mereka dapat dibantu untuk menghapuskan kekejaman musuh-musuh Islam ke atas mereka.

Malah terdapat juga orang-orang Islam yang telah diperkotak-katikkan oleh musuh-musuh Islam supaya menjatuhkan serta menindas umat Islam yang lain. Pemimpin-pemimpin Islam yang zalim telah dijadikan sebagai boneka mereka untuk melaksana dan meneruskan cita-cita serta impian keemasan mereka selama ini. Ini terjadi akibat tiada lagi kekuatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta sensiviti terhadap

Continue reading

Kekuasaan Politik Perspektif Al-Qur’an

Menegakkan Keadilan, Merobohkan KezalimanOleh: Pamela Maher Wijaya

Kajian teoretis ataupun perspektif praktis perbincangan tentang makna kekuasaan politik dalam semua sisinya tetap menjadi wacana actual yang tak berkesudahan. Hal ini disebabkan, karena keberadaannya secara fungsional identik dengan keberadaan masyarakat itu sendiri. Selain itu, konsep kekuasaan politik belumlah sepenuhnya menjadi kesepakatan semua orang. Bahkan masih banyak kalangan yang menganggap kekuasaan politik sebagai sesuatu yang jelek dan harus dihindari, kekuasaan politik disinonimkan dengan tipu daya muslihat dan kelicikan.

Sebagai wacana dan upaya mendudukan istilah kekuasaan politik, pengkajian terhadap istilah ini dalam prespektif Islam sangat diperlukan, terutama dalam kerangka penemuan konsep-konsep kekuasaan politik dalam perspektif al-Qur’an.

Konsepsi Kekuasaan Politik dalam al-Qur’an

 “Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menunaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan (memerintahkan kebijaksanaan) di antara kamu supaya menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepada kamu. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha melihat. Wahai orang-orang yang beriman Taatilah Allah, taatilah rasul, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembalikan kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (Sunnah) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) lagi lebih baik akibatnya “(QS. An-Nisa : 58-59)

Kedua ayat di tersebut dinilai oleh para ulama sebagai prinsip – prinsip pokok yang menghimpun ajaran Islam tentang kekuasaan dalam pengertian tanggung jawab terhadap amanahnya serta kekuasaan Allah swt[1]. Hal ini menandakan bahwa semua aspek kehidupan manusia telah diatur oleh Allah SWT melalui konstitusi yang ada di dalam Al-qur’an, ini menandakan adanya syumuliatul Islam.

Amanat dimaksudkan berkaitan dengan banyak hal, salah satu di antaranya adalah perlakuan adil. Keadilan yang dituntut ini bukan hanya terhadap kelompok, golongan, atau kaum muslim saja, tetapi mencakup seluruh manusia bahkan seluruh makhluk. [2]

Continue reading

Mengembalikan Kejayaan Umat Islam (Pelajaran dari Jalur Gaza)

Pelajaran dari Jalur Gaza

tentara islam

Petaka yang sedang menimpa umat Islam secara umum, dan yang sedang diderita oleh saudara-saudara kita di Jalur Gaza adalah menuntut kita untuk berpikir serius nan tulus. Kita mencari sumber permasalahan, kelemahan dan kekalahan, lalu kita membenahinya, satu demi satu.

Betapa tidak, jumlah umat Islam pada zaman ini telah mencapai seperlima dari penduduk dunia. Akan tetapi mengapa di berbagai belahan dunia, umat Islam senantiasa tertindas, terampas hak-haknya? Bukankah Allah ta’ala telah berjanji akan melimpahkan kejayaan, kemakmuran, dan kedamaian kepada mereka?

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka sebagai penguasa, dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah di ridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik.” (QS. An Nur: 55)

Continue reading

Tantangan Ummat Islam Saat Ini

konspirasiKita harus menyadari adanya konspirasi jahat terhadap Islam, yang bersifat global dan tidak lagi regional, terutama di era kecanggihan teknologi informasi dan transportasi sekarang ini, yang membuat dunia ini seolah-olah telah menjadi satu kampung kecil saja, tanpa ada batas dan sekat.

Kita harus menyadari bahwa sekarang ini Islam adalah agenda besar (bahkan yang terbesar) dari pihak-pihak yang tidak menginginkan kebangkitan Islam. Apalagi, ketika mereka mendengar bahwa kita telah mendeklarasikan Abad 15 H ini sebagai Tonggak Kebangkitan Ummat Islam.

Apa saja diantara bentuk konspirasi itu?

Pertama, menciptakan perpecahan di tubuh ummat Islam

Kita lihat perpecahan antara Sunni dan Syi’ah di Irak. Kita lihat perpecahan antara Fatah dan Hamas di Palestina. Konflik bersaudara di Afghanistan.

Kita harus sadar bahwa ada beberapa motif yang bisa merusak persatuan kita sebagai ummat:

  • Kecenderungan kita untuk berpecah-belah (dorongan syetan)
  • Adanya pihak luar yang menginginkan perpecahan diantara kita (kaum kafir)
  • Adanya musuh dalam selimut yang menginginkan kita berpecah-belah (kaum munafiq)

Continue reading

Muslim dengan Muslim lainnya Ibarat Satu Bangunan

ukhuwah_fillahManusia pada hakikatnya insan sosial, saling memerlukankan untuk memenuhi keperluannya dan meningkatkan taraf hidupnya. Fitrah inilah yang ditegaskan oleh Islam. Islam memerintah kan agar kita saling tolong menolong dalam kebaikan dan manfaat.

Lebih lagi terhadap sesama umat muslim. Bahkan Islam mengibaratkan persaudaraan dan pertalian sesama muslim itu seperti satu bangunan, di mana struktur dan unsur bangunan itu saling membutuhkan dan melengkapi, sehingga menjadi sebuah bangunan yang kokoh, kuat dan bermanfaat lebih.

Dari Abu Musa Al Asy’ari ra. dari Nabi Muhammad saw bersabda:

“Orang mukmin itu bagi mukmin lainnya seperti bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Kemudian Nabi Muhammad menggabungkan jari-jari tangannya. Ketika itu Nabi Muhammad duduk, tiba-tiba datang seorang lelaki meminta bantuan. Nabi hadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda: Tolonglah dia, maka kamu akan mendapatkan pahala. Dan Allah menetapkan lewat lisan Nabi-Nya apa yang dikehendaki.”
( Imam Bukhari, Muslim, dan An Nasa’i. )

Continue reading

Islam Agama Yang Mudah

islam-sempurnaDari Abu Hurairah radliyallahu `anhu dari Nabi shallallahu `alaihi wa sallambeliau bersabda: Sesungguhnya agama ini adalah agama yang mudah, dan tidaklah seseorang itu melampaui batas dalam menjalankan agama ini kecuali akan kalah dengan sendirinya. Oleh karena itu berusahalah untuk mengamalkan agama ini dengan benar, dan kalau tidak bisa sempurna, maka berusahalah untuk mendekati kesempurnaan. Dan bergembiralah kalian dengan pahala bagi kalian yang sempurna walau pun amalan kalian tidak sempurna. Dan upayakan menguatkan semangat beribadah dengan memperhatikan ibadah di pagi hari dan di sore hari dan di sebagian malam (yakni waktu-waktu di mana kondisi badan sedang segar untuk beribadah). (HR. Al-Bukhari dalam Shahih nya Kitabul Iman bab Ad-Dienu Yusrun hadits ke 39, An-Nasa’i dalam Sunan nya Kitabul Iman bab Ad-Dienu Yusrun hadits ke 5049, Ahmad dalam Musnad nya jilid 4 hal. 422)

BEBERAPA PENGERTIAN

Sesungguhnya agama ini adalah mudah.

Agama yang dimaksud di sini ialah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammadshallallahu `alaihi wa sallam . Ia dikatakan mudah karena dibandingkan dengan agama-agama Islam yang dibawa oleh para Nabi sebelum beliau.

Continue reading

Membina Akhlak Mulia Dan Kasih Sayang Terhadap Sesama Manusia

 

akhlaq wIslam diciptakan oleh Allah SWT sebagai suatu agama yang mulia, karena ajaran-ajaranya mengandung nilai-nilai budi yang luhur (akhlak mulia), sehingga Islam dikenal sebagai agama yang “rahmatan lil ‘alamin” yang penuh dengan cinta kasih sayang dan kelembutan. Firman Allah swt:
فَبِمَا رَحۡمَةٍ۬ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡ‌ۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَ‌ۖ فَٱعۡفُ عَنۡہُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِى ٱلۡأَمۡرِ‌ۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu bisa berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (al-Imran {3}: 159)
Terciptanya kerukunan dan kedamaian dalam suatu masyarakat ditimbulkan karena buah hasil dari akhlak yang mulia. Sedangkan, ketiadaan kerukunan dan kedamaian yang dapat menimbulkan perpecahan masyarakat disebabkan adanya buah hasil dari akhlak atau budi pekerti yang buruk. Continue reading

Sudah Cukup !!

islam-sempurnaBegitu banyak nikmat yang Allah –taa’la– karuniakan pada makhluknya, baik kepada manusia, hewan, ataupun tumbuhan bahkan segenap makhluk yang ada di jagad raya ini. Semuanya mendapatkan nikmat dari Allah –Azza Wa Jalla-, sama saja apakah dia beriman, fasik, atau bahkan kafir sekalipun. Nikmat itu bagaikan butiran pasir di pantai, susah dihitung. Itu menunjukkan rahmat Allah –Taa’la– yang maha luas dan nikmat-Nya yang tak terhinggakan.

Allah –taa’la– berfirman,

“Dan dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim lagi sangat mengingkari (nikmat Allah)”. (QS. Ibrahim : 34)

Diantara sekian banyak nikmat itu, ada nikmat yang paling agung, yakni nikmat keimanan dan keislaman serta istiqomah diatas keduanya. Continue reading

Sikap Pertengahan Umat Islam, Antara Yahudi Dan Nashrani

Umat Islam adalah umat yang terbaik sekaligus umat yang paling mulia. Di antara sebabnya adalah sikap adil yang dimiliki umat Islam, yakni bersikap pertengahan di antara dua kelompok yang terlalu berlebih-lebihan dan terlalu meremehkan. Umat Nashrani bersikap berlebih-lebihan dalam beragama, sedangkan umat Yahudi terlalu meremehkan.  Kedua-duanya telah keliru dalam memahami agama. Adapun umat Islam adalah umat yang adil, berada di tengah-tengah antara keduanya.

Dalam Perkara Tauhid

Dalam permasalahan tauhid kepada Allah dan terhadap sifat-sifat-Nya, umat Islam bersikap pertengahan antara Yahudi dan Nashrani. Umat Yahudi menyifati  Allah Ta’ala dengan sifat kekurangan yang dimiliki makhluk sehingga mereka menyamakan Allah dengan makhluk. Mereka mengatakan bahwa Allah bakhil (kikir) dan fakir, memiliki sifat malas sehingga butuh istirahat, Allah menyerupai bentuk manusia, serta  perkataan lain yang senada. Adapun umat Nashrani menyifati makhluk dengan sifat Al Kholiq (Yang Maha Pencipta). Mereka manyamakan makhluk dengan Allah Ta’ala. Mereka mengatakan bahwa Allah adalah al Masih bin Maryam, al Masih adalah Ibnullah (anak Allah), dia dapat mencipta, memberi rizki, mengampuni dosa, memberi rahmat, serta memberi pahala dan mengadzab. Continue reading

4 Langkah Mempelajari Islam yang Kamil

MEMAHAMI Islam secara menyeluruh (kamil, mutakamil) adalah penting, sekalipun tidak secara terperinci. Kesalahpahaman dalam memahami Islam berefek pada kerusakan dalam mengkomunikasikan dan  mengamalkannya pada realitas kehidupan pribadi, keluarga, bangsa dan negara. Semakin luas wawasan dan mendalam pengalaman ruhani seseorang dalam menghayati dan mengamalkan Islam semakin lapang (terbuka) pula dadanya untuk menerima kebenaran mutlak (Hakikah al Muthlakah). Sebelumnya diliputi berbagai kegelapan, kesempitan dada,  setelah itu berada pada cahaya (keimanan). Continue reading