Fitnah Akhir zaman : Hadith Hudzaifah satu analisis

Hadits Hudzaifah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu
Oleh : Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali
fitnah-akhir-zaman

terjemahan Nash Hadits.

“Artinya : Dari Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu Ta’ala Anhu berkata : Manusia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya kepada beliau tentang keburukan karena khawatir jangan-jangan menimpaku. Maka aku bertanya ; Wahai Rasulullah, sebelumnya kita berada di zaman Jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah mendatangkan kebaikan ini. Apakah setelah ini ada keburukan ? Beliau bersabda : ‘Ada’. Aku bertanya : Apakah setelah keburukan itu akan datang kebaikan ?. Beliau bersabda : Ya, akan tetapi didalamnya ada dakhanun. Aku bertanya : Apakah dakhanun itu ?. Beliau menjawab : Suatu kaum yang mensunnahkan selain sunnahku dan memberi petunjuk dengan selain petunjukku. Jika engkau menemui mereka maka ingkarilah. Aku bertanya : Apakah setelah kebaikan itu ada keburukan ?. Beliau bersabda : Ya, da’i – da’i yang mengajak ke pintu Jahannam. Barangsiapa yang mengijabahinya, maka akan dilemparkan ke dalamnya. Aku bertanya : Wahai Rasulullah, berikan ciri-ciri mereka kepadaku. Beliau bersabda : Mereka mempunyai kulit seperti kita dan berbahasa dengan bahasa kita. Aku bertanya : Apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menemuinya ?. Beliau bersabda : Berpegang teguhlah pada Jama’ah Muslimin dan imamnya. Aku bertanya : Bagaimana jika tidak ada jama’ah maupun imamnya ? Beliau bersabda : Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu”. (Riwayat Bukhari VI615-616, XIII/35. Muslim XII/135-238 Baghawi dalam Syarh Sunnah XV/14. Ibnu Majah no. 3979, 3981. Hakim IV/432. Abu Dawud no. 4244-4247.Baghawi XV/8-10. Ahmad V/386-387 dan hal. 403-404, 406 dan hal. 391-399).
Continue reading

Pijakan Seorang Muslim di Tengah Gelombang Fitnah

Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

PERTANYAAN

Derasnya gelombang fitnah yang melanda kaum muslimin saat ini membuat sekian banyak kebingungan di tengah umat dan bahkan terbawa oleh arus fitnah tersebut. Sehingga wajarlah kalau timbul berbagai macam kerusakan dan menambah volume fitnah. Mohon terangkan bagaimana sikap seorang muslim dalam menghadapi fitnah menurut syariat Islam!

JAWABAN

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur`an Al-Karim,

“Takutlah kalian kepada fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim diantara kalian secara khusus.” [ Al-Anfal: 25 ]

Ayat ini merupakan pokok penjelasan dalam fitnah. Karena itu Imam Al-Bukhary dalam Shahih -nya memulai Kitabul Fitan (kitab penjelasan tentang fitnah-fitnah) dengan penyebutan ayat ini.

Firman Allah Ta’ala, “Takutlah kalian kepada fitnah …,” menunjukkan kewajiban seorang muslim untuk berhati-hati menghadapi fitnah dan menjauhinya dan tentunya seseorang tidak bisa menjauhi fitnah itu kecuali dengan mengetahui dua perkara:

  1. Apa-apa saja yang dianggap fitnah di dalam syariat Islam.
  2. Pijakan, cara atau langkah dalam meredam atau menjauhi fitnah tersebut.

Continue reading

Fitnah Dunia

بسم الله الرحمن الرحيم

Fitnah Dunia

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ”.

“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً”.

“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً”

أما بعد

Jama’ah Jumat rahimakumullah

Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya, yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ »

Sesungguhnya dunia ini manis lagi hijau (indah), dan sesungguhnya Allah  menjadikan kamu pengelolanya. Dia akan melihat apa yang kamu kerjakan, maka berhati-hatilah kamu terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah karena wanita.“  (HR. Muslim)

telaga-sarangan-dipandang-dari-boat-di-tengah-telaga.jpgJamaah Jumat rahimani wa rahimakumullah

Jika Anda sering berjalan-jalan, terutama ke dataran tinggi dan pegunungan, tentu Anda akan melihat lebih jelas indahnya dunia. Bumi yang kita tempati ini penuh dengan keindahan dan hal yang sangat menarik. Di sana ada pemandangan yang indah, ada sungai-sungai, ada air terjun, ada pepohonan yang lebat, udara yang sejuk, gunung-gunung yang tinggi dan lain-lain.

Melihat pemandangan yang indah dan menyenangkan itu, pernah terlintas dalam hati kita -mungkin juga Anda- keinginan untuk membangun rumah di tempat yang indah tersebut; tinggal bersama keluarga. Kita bayangkan, kita ingin pergi ke kota untuk bekerja agar dapat mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya yang kemudian dapat kita gunakan untuk membangun rumah di tempat yang indah tersebut. Namun terkadang kita berfikir dan berfikir lagi, jika kita melakukannya apakah kita akan hidup kekal di sana dan aman dari mara bahaya, kemudian bagaimana nantinya kita mencari rezeki? Belum lagi dengan sarana-sarana yang kurang lengkap tidak seperti di kota.

Continue reading

FITNAH DUNIA…

عن عَمْرو بْنَ عَوْفٍ الأنصاري رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ أَبَا عُبَيْدَةَ بْنَ الْجَرَّاحِ إِلَى الْبَحْرَيْنِ يَأْتِي بِجِزْيَتِهَا فَقَدِمَ بِمَالٍ مِنَ الْبَحْرَيْنِ فَسَمِعَتِ الْأَنْصَارُ بِقُدُومِ أَبِي عُبَيْدَةَ فَوَافَوْا صَلَاةَ الْفَجْرِ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا انْصَرَفَ تَعَرَّضُوا لَهُ فَتَبَسَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ رَآهُمْ ثُمَّ قَالَ أَظُنُّكُمْ سَمِعْتُمْ أَنَّ أَبَا عُبَيْدَةَ قَدِمَ بِشَيْءٍ قَالُوا أَجَلْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَأَبْشِرُوا وَأَمِّلُوا مَا يَسُرُّكُمْ فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

Artinya: Dari Amru bin Auf al-Anshari ra bahwa Rasulullah SAW mengutus Abu Ubaidah bin al-Jarrah ke al-Bahrain untuk mengambil jizyahnya. Kemudian Abu Ubaidah datang dari bahrain dengan membawa harta dan orang-orang Anshar mendengar kedatangan Abu Ubaidah. Mereka berkumpul untuk shalat Subuh dengan Nabi SAW tatkala selesai dan hendak pergi mereka mendatangi Rasul SAW, dan beliau tersenyum ketika melihat mereka kemudian bersabda:”Saya yakin kalian mendengar bahwa Abu Ubaidah datang dari Bahrain dengan membawa sesuatu ?”. Mereka menjawab:”Betul wahai Rasulullah”. Rasul SAW bersabda:” Berikanlah kabar gembira dan harapan apa yang menyenangkan kalian, demi Allah bukanlah kefakiran yang paling aku takutkan padamu tetapi aku takut dibukanya dunia untukmu sebagaimana telah dibuka bagi orang-orang sebelummu dan kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan akan menghancurkanmu sebagaimana telah menghancurkan mereka” (HR Bukhari dan Muslim) Continue reading

Tegar Menghadapi Jaman Penuh Fitnah

Sesungguhnya kita hidup di jaman yang penuh dengan fitnah. Fitnah berupa kekafiran, kemunafikan, ataupun kebid’ahan dan kemaksiatan. Satu fitnah belum selesai tiba-tiba datang fitnah yang baru. Sementara fitnah itu turun bagaikan derasnya curahan air hujan yang membasahi sudut-sudut pemukiman. Terkadang ia datang secara bergelombang bagaikan ombak lautan. Sehingga membuat kaum muslimin bagaikan sampah yang diseret oleh aliran air, tidak jelas arahnya. Terombang-ambing ke sana kemari. Ketika fitnah ini muncul di permukaan, hanya diketahui oleh segelintir manusia yaitu ahli ilmu, sedangkan kebanyakan manusia baru menyadarinya setelah fitnah itu berkecamuk dan membara di mana-mana.

PERINGATAN RASULULLAH TERHADAP FITNAH DUNIA DAN WANITA

Sesungguhnya indahnya dunia, pesonanya dan gemerlapnya telah banyak membuat manusia terpedaya dan terlena sehingga menyebabkan mereka lalai dari mentaati perintah Allah ‘Azza wa Jalla dan melupakan tujuan hidup yang sesungguhnya. Demikian juga dengan fitnah wanita, betapa banyak orang yang tergoda, terpesona dengan cumbu-rayu serta godaan seorang wanita, sehingga takluklah dan binasalah seorang laki-laki di pangkuan seorang wanita yang menyebabkan terjadinya perbuatan mungkar seperti zina, pergaulan bebas antara laki-laki dan wanita.Begitu besarnya bahaya dan fitnah dunia dan wanita tersebut, maka syariat Islam yang mulia ini mengingatkan kepada kita akan marabahayanya, agar kita berhati-hati terhadap fitnah tersebut, dan Insya Allah melalui tulisan yang singkat ini, akan dipaparkan tentang peringatan-peringatan Allah Tabaaraka wa Ta’aaladan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terhadap fitnah wanita beserta solusinya.
Adapun yang menjadi dasar pembahasan pada rubrik kali ini adalah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Sesungguhnya dunia itu adalah manis rasanya dan hijau (enak dipandang mata). Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’aala menjadikan kamu khalifah di dalamnya, maka Allah Ta’ala memandang kepada amal kamu. Bertaqwalah kamu terhadap dunia dan wanita, karena sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa Bani Israil adalah dalam urusan wanita!!!” (HR. Muslim)

Syaikh Utsaimin rahimahullah dalam kitab Syarah Riyaadushsholihiin mengatakan bahwa hadits yang mulia ini menjelaskan kepada kita tentang perintah untuk bertaqwa, setelah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallammenyebutkan keadaan dunia dengan perkataannya: “Sesungguhnya dunia adalah manis dan hijau (enak dipandang mata)

Manis dalam rasanya dan hijau ketika dilihat oleh mata (menyenangkan mata yang melihat) karena sesuatu yang enak untuk dirasakan dan menyenangkan mata ketika melihatnya, maka dalam hal ini tentunya indera matalah yang terlebih dahulu ingin melihatnya kemudian diikuti oleh jiwa dan terkumpullah di situ dua tuntutan, yaitu tuntutan mata dan tuntutan hawa nafsu, maka dikhawatirkan manusia terjatuh ke dalamnya.

Dunia memang manis dan sangat menyejukkan serta enak dipandang oleh mata, yang membuat manusia terpesona. Sampai-sampai kita terpedaya olehnya dengan segala macam kenikmatan yang ada di dalamnya, bahkan dengan kenikmatan tersebut dan segala macam perhiasannya, manusia menjadikan dunia itu tujuan hidupnya dan dunia adalah segala-galanya. Akan tetapi apakah memang demikian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan hal itu kepada kita ? Sungguh tidaklah demikian halnya. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan kepada kita bahwa Allah Subhanahu wa Ta’aala menjadikan kita sebagai khalifah di muka bumi ini dan Allah Tabaaraka wa Ta’aala hanya akan melihat bagaimana amalan yang kita lakukan, Allah‘Azza wa Jalla hanya memandang kepada manusia yang mentaati perintah-Nya, meninggalkan larangan-Nya, yaitu manusia-manusia yang menahan diri mereka dari mengikuti hawa nafsu, manusia yang menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’aala wajibkan kepadanya dan tidak terpedaya dengan kehidupan dunia.

Untuk menyelamatkan umat dari gemerlap dan pesona dunia serta bahaya fitnah wanita, maka RasulullahShallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengingatkan umatnya:

“Takutlah (hati-hatilah) kalian dengan dunia dan takutlah kalian terhadap fitnah wanita, karena sesungguhnya fitnah yang mula-mula menimpa Bani Israil adalah dalam urusan wanita” (HR Muslim)

Adapun maksud dari kata-kata ‘fattaquddunya wattaqunn nisa’ dalam hadits tersebut adalah: “Hati-hatilah kamu dari mereka, yang mana kehati-hatian ini meliputi; kehati-hatian seorang suami dari tipu daya istrinya, juga meliputi kehati-hatian terhadap wanita dan fitnah-fitnahnya. Oleh karenanya, maka dalam hadits di atas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan bahwa fitnah yang mula-mula menimpa kaum Bani Israil adalah dalam urusan perempuan”

Bentuk-bentuk dari Fitnah Dunia dan Wanita

A. Bentuk-bentuk fitnah dunia

1. Menghabiskan waktunya mencari harta dan lalai dalam melaksanakan ketaatan kepada Robb-Nya. AllahTa’ala berfirman:

ألهاكم التكاثر(1)
حتى زرتم المقابر(2)
كلا سوف تعلمون(3)

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur, janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan itu).” (QS. At-Takaatsur ayat 1-3)

2. Berlomba-lomba mencari pangkat dan kedudukan. Mereka beranggapan dengan pangkat dan kedudukan dunia yang telah ia raih akan menyebabkan ia mendapatkan apapun ia inginkan, manusia akan segan kepadanya. Hingga akhirnya ia terjerumus ke dalam fitnah tersebut, sehingga al-haq terabaikan, kaum lemah semakin lemah, kelalaian dalam menjalankan perintah agama semakin menjadi-jadi, padahal di dalam syari’at Islam adalah suatu hal yang tercela kalau seseorang meminta jabatan. Cukuplah bagi kita untuk mengambil qudwah (teladan) dari kehidupan para salafusshaleh dimana mereka menolak untuk menjadi pemimpin, bahkan ketika mereka dicalonkan -walaupun bukan atas kemauan diri mereka sendiri- mereka tetap menolak disebabkan takutnya mereka terhadap fitnahnya dan godaan yang ada di dalamnya.

B. Bentuk-bentuk fitnah wanita

1. Memamerkan kecantikan tubuh dengan membuka aurat. Hal ini akan membawa fitnah bagi setiap laki-laki apabila seorang wanita tidak menutup auratnya, apalagi kalau ia memamerkan bentuk tubuhnya yang seharusnya mereka tutupi dan sembunyikan.

2. Berpakaian dengan pakaian sembarangan (tidak sesuai syar’i) yang mengakibatkan tergodanya kaum lelaki.

3. Keluar rumah tanpa ada keperluan, atau meninggalkan tanggung jawab rumahtangga. Betapa banyak kaum wanita dikarenakan memperturutkan urusan dunia, mereka tinggalkan anak-anak mereka, mereka serahkan urusan anaknya sepenuhnya kepada pembantu sehingga menimbulkan akibat dimana tidak terjalinnya kasih sayang antara anak dengan ibunya.

4. Sebagian wanita mau untuk dijadikan seperti barang dagangan, dengan menampilkan gambar-gambar mereka di dalam iklan, media masa, majalah, surat kabar, televisi dan lain sebagainya, bahkan penilaian terhadap wanita hanya sebatas fisik mereka saja.

5. Percampurbauran antara laki-laki dan perempuan dalam berbagai tempat, baik di lingkungan pekerjaan, pendidikan dan lainnya, yang berakibat terjadinya perbuatan maksiyat seperti zina, pergaulan bebas, perselingkuhan dan lain sebagainya.

Penutup.

Sangat kita sayangkan sekali, dimana propoganda musuh-musuh Islam, musuh musuh syariat Islam yang ingin merusak umat melalui wanita, yaitu mereka membuka lowongan pekerjaan yang hanya untuk wanita, sehingga kaum lelaki jadi pengangguran, akhirnya timbullah kerusakan. Mereka rusak aqidah umat melalui wanita ini dengan menanamkan berbagai macam syubhat, diantaranya laki-laki dan wanita sama saja.

Islam mengangkat derajat wanita, memuliakannya sesuai dengan fitrah yang Allah Subhanahu wa Ta’aalaciptakan, sehingga Islam membuat aturan-aturan yang adil terhadap wanita. Oleh karena itu, hendaklah kaum lelaki bertaqwa kepada Allah Tabaaraka wa Ta’aala dalam menghadapi berbagai macam fitnah wanita, karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih besar yang dihadapi kaum lelaki kecuali fitnah para wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sadarilah duhai para wanita muslimah yang ingin menyelamatkan dirinya dan agamanya dari berbagai macam fitnah. Tunjukkan kebaikan diri anda dengan memelihara diri dari hal-hal yang terlarang dalam agama. Janganlah terpedaya dengan tipu daya dan gemerlapnya dunia. Wahai para wanita muslimah, jangan kalian tertipu dengan slogan; hak azazi manusia ataupun emansipasi wanita, lalu anda mau menjual diri anda dengan harga yang sedikit. Anda korbankan diri dan kehormatan anda hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup. Ingatlah bahwasanya kita tidaklah hidup selamanya. Ketika kematian menjemput kita, apakah yang akan kita bawa sebagai bekal di akhirat kelak ? Renungkanlah wahai saudariku, mudah-mudahan dengan mengamalkan wasiat ini akan menjadikan kita golongan orang yang selamat, karena sesungguhnya kebanyakan dari isi neraka adalah kaum wanita, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

“Aku telah melihat surga dan kulihat kebanyakan dari penghuninya adalah orang-orang miskin dan aku telah melihat neraka maka kebanyakan dari penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhori dan Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku cemaskan atas kalian, tetapi yang aku khawatirkan atas kalian adalah ketika dunia dihamparkan untuk kalian, sebagaimana telah dihamparkan kepada orang-orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba diatasnya sebagaimana mereka dahulu berlomba-lomba, sehingga membinasakan kalian sebagaimana umat terdahulu dibinasakan.” (HR. Bukhori dan Muslim) Wallahu a’lam bisshawab

sumber: http://dareliman.or.id

Sebahagian Wanita Adalah Fitnah Bagi Prianya

Hampir tiap hari saya browsing di internet, mencari hal-hal yang bermanfaat untuk meningkatkan ilmu pengetahuan. Naluri “HAUS AKAN ILMU PENGETAHUAN” ini pula yang menjadikan saya untuk terus memperkembangkan diri dan BEEBAGI setelah saya mendapatinya.Menjadi seorang blogwalking adalah kegemaran saya, karena saya dapat mengkais ilmu yang banyak dari sana. Tidak hanya itu, dampak kegemeran saya menjadi blogwalking juga mendorong saya untuk memiliki blog pribadi yang sederhana (Super-Bee) sehingga saya juga dapat investasi dan berbagi ilmu pengetahuan dengan para pembaca.

Berdasarkan dari judul diatas, “sebagian wanita adalah fitnah bagi prianya”sebenarnya artikel ini ditujukan buat wanita yang disadur dari note fb dan saya revisi sedikit dengan tidak mengurangi inti sari dan pesan yang terkandung dalam note fb tersebut agar tidak ada yang merasa terdiskriminasi dan menjadi kontroversi oleh kata-katanya.

Yang menjadi pertanyaannya adalah saya aja yang laki-laki tertarik untuk membacanya, Bagaimana dengan Anda yang Wanita ? hhmmm….

“Bukan sok suci” atau apalah namanya, tapi saya juga ingin menikmati indahnya BERBAGI, sehingga saya ingin sekali memposting note fb tersebut kedalam blog Super-Bee agar bisa dibaca oleh para pengunjung setia blog Super-Bee.

Isi notenya adalah sebagai berikut..

Wahai Saudariku…Wanita…

Sungguh engkau makhluk mulia yang mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di dalam Islam dan pengaruh yang begitu besar di dalam kehidupan setiap Muslim. Maka sungguh kubuat tulisan ini untukmu…karena rasa sayangku padamu…

Wahai Saudariku…Wanita…

Sudahkah engkau faham akan semua ini? Lihatlah rambutmu, para lelaki melihatnya. Mereka terpesona dan timbullah penyakit dalam hati mereka. Lihatlah paha dan betismu, para lelaki memandangnya. Mereka terpana dan langsung dijawab oleh farji-nya. Lihatlah lengkung pinggulmu, para lelaki menyukainya. Mereka enggan melepas pandangan mereka padanya, kecuali setelah nafsunya puas. Perhatikan dadamu, betapa para lelaki menikmati memperhatikannya. Ukhti, perhatikanlah ayat Allah: “Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” [Q.S. Al-Ahzab : 59]

Wahai Saudariku…Wanita…

Apakah engkau telah menutupi rambutmu itu, paha dan betismu itu, lengkung pinggulmu itu? Alhamdulillah.. Tapi… wajahmu itu, Saudariku . Engkau tidak menjaga wajahmu. Engkau mengobral wajahmu. Engkau tidak menundukkan wajahmu. Engkau membiarkan setiap lelaki menikmati wajahmu itu. Wajahmu itu, di tengah balutan jilbab yang anggun, sungguh berbekas di hati-hati para pria. Sekali memandang, sulit dilupakan. Wajahmu nan cerah itu, membuat niat jadi tak ikhlas lagi. Wajahmu nan manis itu, membuat khayalan-khayalan nista di benak kaum adam. Wajahmu nan molek itu, membuatkanmu terekam selalu di memori, selalu teringat, sampai-sampai tak ingat kepada Al Khaliq.

Wahai Saudariku…Wanita…

Sulit bagi para lelaki mengamalkan hadits Nabi “Wahai Ali! Janganlah engkau mengikuti satu pandangan dengan pandangan lain karena engkau hanyalah memiliki yang pertama dan tidak untuk yang selanjutnya.” (HR. Al Haakim dalam Al Mustadrak) Sedangkan engkau tak menjaga wajahmu. Engkau tak menundukkan wajahmu. Kaum lelaki pun menjadi tak puas hanya pandangan pertama, bahkan mereka mengikuti nafsunya untuk memandang lagi, lagi, dan lagi. Padahal Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Zina kedua mata adalah memandang, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lisan adalah bicara, zina tangan adalah memegang, dan zina kaki adalah melangkah.” (Muttafaq ‘alaih dengan lafazh Muslim)

Wahai Saudariku…Wanita…

Bagaimana mungkin para lelaki dapat menjaga pandangan mereka terhadapmu, sedangkan engkau menampakkan wajahmu di mana-mana. Di TV, engkau jadi pemain sinetron, engkau jadi pembawa berita, engkau jadi pembawa acara. Di kampus, engkau berorasi di hadapan para lelaki, engkau turun ke jalan raya beramai-ramai, engkau lewati kerumunan laki-laki, engkau pasang fotomu di internet, Di FACEBOOK…foto profil dan koleksi foto. Engkau duduk ditengah kerumunan laki-laki, engkau duduk di forum bersama laki-laki, engkau bercanda-ria dan tertawa bersama mereka. Maka bagaimana para lelaki dapat denjaga pandangan darimu? Padahal jelas perintah Allah: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” [Q.S. An-Nur: 30]

Wahai Saudariku…Wanita..

Mengapa engkau sering meremehkan hal ini? Apakah engkau merasa tegar dan kuat? Apakah engkau merasa sudah cukup beriman dan bertaqwa? Apakah engkau merasa sudah cukup shalihah? Sehingga engkau merasa bisa tegar menghadapi fitnah syahwat diantara manusia? SUBHANALLH!!

Perhatikanlah Fudhail bin Iyadh rahimahullah, seorang ‘alim, seorang shalih, ahli ilmu dan ibadah, 40 tahun tak pernah ia telat untuk mendapat shaf pertama dalam shalat, namun ia mengatakan “Sungguh yang yang paling aku takutkan adalah fitnah wanita”. Sungguh beliau sangat memahami sabda Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Tidaklah aku meninggalkan fitnah setelahku yang lebih berbahaya bagi kaum pria melebihi kaum wanita” (Muttafaqun ‘alaih)

Wahai Saudariku…Wanita…

Tidakkah cukup wajahmu manismu hanya untuk saudari-saudarimu sesama muslimah, yang tidak akan timbul fitnah diantara mereka karenanya. Tidakkah cukup wajahmu manismu hanya untuk suamimu tercinta saja? Suami yang telah Allah ‘Azza Wa Jalla halalkan bagimu untuk memilikimu seutuhnya. Yang ia lebih berhak atas kecantikan dan keindahan tubuhmu. Yang ia pun tak akan rela lelaki lain menikmati memandangi wajah istrinya. Cukupkanlah ia untuk orang-orang yang Allah ‘Azza Wa Jalla perbolehkan atasnya.

Wahai Saudariku…Wanita…

Berhijablah, tundukkanlah, sembunyilah dibalik tabir, malulah. Jangan berikan kerelaan atas sepasang mata lelaki yang memandang wajahmu. Jangan biarkan semakin mengganasnya penyakit hati mereka. Janganlah engkau menjadi salah satu dari golongan wanita penyebab fitnah diantara kaum pria. JANGAN , SAUDARIKU! jagalah wajahmu. “Yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka (para lelaki)” [Q.S. Al-ahzab : 53]

Akhirnya…kutulis catatan ini untukmu Saudariku…Wanita..

yang berlinangan pengharapan atas penghormatan dan kasih sayang

ampuni kami ya ILAHI…

Sumber: http://super-bee.blogspot.com