Zalim, Sumber Kebangkrutan di Hari Kiamat!

AL-DZAHABI radhiyallahu anhu menuturkan dalam kitabnya Al-Kaba’ir, seperti dikutip oleh Dr. Abdul Aziz Al-Fauzan dalam bukunya Fiqih Sosial (Terj). “Aku telah melihat seorang lelaki yang tangannya terpotong mulai bagian pundaknya dan dia menyeru, “Barangsiapa yang melihatku, maka janganlah pernah menganiaya seorang pun.”

Menegakkan Keadilan, Merobohkan KezalimanAku pun mendekatinya dan bertanya kepadanya, “Wahai saudaraku, bagaimana ceritanya hal ini bisa terjadi?” Dia berkata, “Kisah yang aneh. Dahulu aku adalah orang yang sering berbuat zalim. Pada suatu hari, aku melihat seorang nelayan yang mendapatkan ikan yang sangat besar dan aku pun tertarik akan ikan tersebut.

Kemudian aku datang kepadanya dan berkata, “Berikanlah ikan itu kepadaku!” Dia menjawab, “Aku tidak akan memberikannya kepadamu, aku akan menjualnya untuk makan keluargaku”.
Kemudian aku memukulnya dan mengambil ikan tersebut secara paksa, lalu aku pergi. Ketika aku berjalan membawa ikan rampasan, ikan itu menggigit ibu jari tanganku dengan gigitan yang sangat kuat. Ketika aku sampai ke rumah, aku lemparkan ikan itu.

Ibu jariku terasa sangat sakit sampai aku tidak dapat tidur, tanganku pun menjadi bengkak. Ketika tiba waktu pagi, aku pergi kepada seorang dokter. Kemudian ia berkata, “Racun gigitan ini mulai merambat, potonglah telapak tanganmu”.

Aku pun memotongnya. Tetapi rasa sakit masih terus menjalar bahkan semakin kuat, hingga akhirnya ku potong sampai siku. Tetapi tetap saja, rasa sakit itu makin menjadi. Kemudian orang-orang bertanya, “Apa yang menyebabkanmu mengalami hal ini?” Lalu aku ceritakan kisah ikan tadi.

Mereka berkata kepadaku, “Seandainya engkau meminta maaf kepada orang yang punya ikan ketika rasa sakit pertama menimpamu dan meminta keikhlasannya, niscara engkau tidak akan memotong satu bagian pun dari anggota tubuhmu. Pergilah sekarang kepadanya dan mintalah keikhlasannya sebelum sakit itu menjalar ke seluruh tubuhmu. Continue reading

SIAPAKAH ORANG YANG MUFLIS DI AKHIRAT?

menyesalRasulullah s.a.w. bersabda: “Tahukah kamu siapakah orang yang muflis?”
Para sahabat menjawab: “Bagi kami orang yang muflis ialah orang yang tidak memiliki wang mahupun hartabenda”.
Lalu Rasulullah SAW bersabda lagi: “Sebenarnya orang yang muflis dalam kalangan umatku ialah mereka yang pada hari Kiamat datang dengan membawa pahala amal solat, puasa, zakat dan haji tetapi semasa di dunia mereka pernah mencaci maki orang, menuduh tanpa bukti, memakan harta dengan zalim, membunuh dan memukul sesuka hati. Lalu pada hari kiamat, orang yang di zalimi akan menerima pahala amal si penzalim. Jika pahala amalnya telah habis (diberikan) sedangkan kesalahan dan dosanya semasa di dunia kepada orang yang tidak berdosa masih banyak, maka Allah S.W.T akan memberi pula dosa orang yang dizalimi itu kepadanya sehingga semakin berat bebannya, lalu Allah S.W.T campakkan dia ke dalam neraka.”(Riwayat Muslim). Continue reading