14 Sikap dalam Menyikapi Suatu Perbedaan (Khilafiyah)

Oleh: Ahmad Mudzoffar Jufri (Dewan Syariah Radio Suara Muslim)

14-Sikap-dalam-Menyikapi-Suatu-Perbedaan-Khilafiyah-696x464

Suaramuslim.net – Jika Anda telah mengetahui hakikat dan sebab-sebab suatu perbedaan atau ikhtilaf, yang terpenting kemudian adalah bagaimana Anda menyikapi perbedaan itu. Berikut ini beberapa sikap yang dapat Anda ambil dalam menghadapi fenomena ikhtilaf.

1. Membekali diri dan mendasari sikap sebaik-baiknya dengan ilmu, iman, amal dan akhlaq secara proporsional. Karena tanpa pemaduan itu semua, akan sangat sulit sekali bagi seseorang untuk bisa menyikapi setiap masalah dengan benar, tepat dan proporsional, apalagi jika itu masalah ikhtilaf atau khilafiyah.

2. Memfokuskan dan lebih memprioritaskan perhatian dan kepedulian terhadap masalah-masalah besar umat daripada perhatian terhadap masalah-masalah kecil seperti masalah-masalah khilafiyah misalnya. Karena tanpa sikap dasar seperti itu, biasanya seseorang akan cenderung ghuluw (berlebih-lebihan) dan tatharruf (ekstrem) dalam menyikapi setiap masalah khilafiyah yang ada. Continue reading

Advertisements

Haruskah Kedokteran Modern dan Thibbun Nabawi Dipertentangkan?

berobat-810x500Yang mendorong kami mengangkat tema ini adalah kami menemukan langsung beberapa orang yang salah paham mengenai pengobatan khususnya thibbun nabawi dan kedokteran barat modern. Kesalahpahaman tersebut berdampak timbul angapan bahwa kedokteran barat modern bertentangan semua dengan thibbun nabawi, sikap anti total terhadap pengobatan barat modern, kemudian jika memilih pengobatan selain thibbun nabawi berarti tidak cinta kepada sunnah serta dipertanyakan keislamannya. Padahal kedokteran barat modern bisa dikombinasikan dengan thibbun nabawi atau dipakai bersamaan. Dan juga ada beberapa tulisan-tulisan mengenai hal ini yang menyebar melalui dunia nyata dan dunia maya. Oleh karena itu, dengan mengharap petunjuk dari Allah Ta’ala kami mencoba mengangkat tema ini.

Contoh Kesalahpahaman

Salah satunya yaitu mengangap bahwa jika sakit seseorang harus bahkan wajib berobat dengan thibbun nabawi, kemudian ditambah lagi dengan adanya anggapan yang kurang benar mengenai kedokteran modern misalnya,

– Berasal dari orang kafir

– Menggunakan bahan kimia yang HANYA berbahaya bagi tubuh

-Jika tidak menggunakan pengobatan nabawi berarti tidak memilih

pengobatan nabawi dan tidak mengikuti sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Continue reading

Bisakah Pers Netral?

Media-massa-33vm0ioyki23hdcbu2kb9c

Oleh: Beggy Rizkiyansyah

BISAKAH pers netral? Pertanyaan itu mungkin menggelayuti benak masyarakat hingga saat ini. Kita saat ini memang dipertontonkan keberpihakan yang telanjang tanpa malu-malu dari banyak media saat ini. Musim politik semakin menyuburkan praktek keberpihakan media hingga bukan saja terkesan partisan, tapi tanpa sungkan berpolitik praktis menjadi juru propaganda dalam pilkada atau pilpres.

Fenomena ini jika ditelisik lebih jauh menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Di satu sisi pers seringkali mengklaim independen, netral atau objektif. Tetapi keberpihakan pada satu kelompok atau partai dilakukan semakin telanjang. Jika demikian, apakah pers bisa netral?

Media massa atau tepatnya perusahaan pers sesungguhnya adalah kumpulan manusia dengan jurnalis sebagai ujung tombaknya. Ketika bersentuhan dengan fakta di lapangan, ia bukanlah perekam pasif, tetapi terjadi interaksi antara dirinya dengan realitas. Para jurnalis ini tentu saja bukan robot yang tak memiliki seperangkat nilai, kepercayaan, pandangan hidup atau ideologi dalam dirinya. Malah disadari atau tidak, hal-hal tadi turut membentuk dirinya menilai sebuah realitas.

Continue reading

DISALOKASI KETAATAN

66. Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul”.‎
‎67. Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).‎
68. Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan kutuklah mereka dengan kutukan yang besar”.‎
(QS. Al Ahzab)

Ini adalah penyesalan ahli neraka akibat salah meletakkan (disalokasi) ketaatan.

59. “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (Sunnah-nya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kmudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
(QS. an-Nisaa’)

Ini adalah perintah untuk mentaati para ulama dan umara. Untuk itu Allah berfirman: athii’ullaaHa (“Taatlah kepada Allah”), yaitu ikutilah Kitab-Nya. Wa athii’ur rasuula (“Dan taatlah kepada Rasul”), yaitu peganglah Sunnahnya. Wa ulil amri minkum (“Dan Ulil Amri di antara kamu,”) yaitu pada apa yang mereka perintahkan kepada kalian dalam rangka taat kepada Allah, bukan dalam maksiat kepada-Nya. Karena, tidak berlaku ketaatan kepada makhluk dalam rangka maksiat kepada Allah. Sebagaimana dalam hadits shahih dikatakan : “Ketaatan itu hanya dalam hal yang ma’ruf.”

EMPAT KUNCI KEBAHAGIAAN 


 

Oleh : H Sulthon Abdillah
Setiap orang tentu ingin memperoleh kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Rasululloh saw telah menyebutkan faktor-faktor dalam al hadits :
أَرْبَعٌ مِنْ سَعَادَةِ اْلمَرْءِ أَنْ تَكُوْنَ زَوْجَتُهُ صَالِحَةً وَأَوْلاَدُهُ أَبْرَارًا وَخُلَطَائُهُ صًالِحِيْنَ وَأَنْ يَكُوْنَ رِزْقُهُ فِى بَلَدِهِ * رواه الديلمى

“Ada empat perkara dari kebahagiaan seseorang, yaitu : pasangan hidup yang sholihat, anak – anak yang baik / berbakti, pergaulaannya adalah dengan orang – orang yang sholeh dan rizkinya di negerinya sendir”i. (HR Dailami)
Dari hadits tersebut rasululloh saw mengemukakan empat faktor yang membuat manusia bahagia diantara sekian banyak faktor. Empat faktor itu adalah sebagai berikut :
1. ISTERI YANG SHOLIHAT
          Kalau dunia ini adalah kesenangan maka kesenangan dunia yang paling pol adalah isteri yang solihat. Sabda rasululloh saw :
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ * رواه مسلم

Dunia ini adalah kesenangan. Dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah isteri yang sholihat.
Kalau dilihat dari manfaat atau faedahnya, seorang isteri yang sholihat itu peringkat kedua setelah ketaqwaan seseorang kepada Alloh.
مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ * رواه ابن ماجة

Seorang mu’min tidak mendapat faedah yang lebih baik bagi dia setelah takwa kepada Alloh dari pada isteri yang sholihat yang apabila dia perintah maka isterinya taat, jika dia memandang maka isterinya menyenangkan, jika dia bersumpah maka isterinya memperbaikinya dan jika dia pergi maka isterinya berbuat baik padanya baik di dalam dirinya maupun hartanya.
Seorang isteri yang sholihat yang yang bisa mendukung suaminya dalam urusan akhirot adalah merupakan harta simpanan paling pol.
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ لَمَّا نَزَلَ فِي الْفِضَّةِ وَالذَّهَبِ مَا نَزَلَ (وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ* التوبة 34) قَالُوا فَأَيَّ الْمَالِ نَتَّخِذُ قَالَ عُمَرُ فَأَنَا أَعْلَمُ لَكُمْ ذَلِكَ فَأَوْضَعَ عَلَى بَعِيرِهِ فَأَدْرَكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا فِي أَثَرِهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَّ الْمَالِ نَتَّخِذُ فَقَالَ لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِينُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ اْلآخِرَةِ * رواه ابن ماجة
Alangkah bersyukurnya orang yang memiliki isteri yang sholihat. Adakalanya orang menjumpai isterinya sudah sholihat sejak dipersunting, bahkan yang membuat suaminya sholih adalah isterinya. Tapi adakalanya prosesnya bersama-sama ketika suami isteri sepakat memperdalam ilmu agama maka kedua-duanya menjadi sholih sholihat. Tapi adakalanya saat orang mempersunting seorang isteri dalam keadaan yang belum sholihat. Kalau kondisinya seperti ini maka seorang suami yang merupakan ro’in / kepala keluarga berkewajiban mendidik isterinya agar menjadi isteri yang sholihat. Yaitu dengan selalu menasihatinya dengan cara yang baik, lemah lembut. Karena pada dasarnya wanita itu diciptakan dari tulang yang bengkok yang tidak bisa serta merta bisa diluruskan, tapi melalui proses yang membutuhkan kesabaran.
وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ إِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا * رواه مسلم كتاب الرضاع
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلاَدِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ* التغابون 14

2. ANAK – ANAK YANG BAIK / BERBAKTI
          Seorang anak yang sholih yang tekun beribadah, apalagi menjadi ahli alQuran adalah merupakan investasi pahala bagi kedua orang tuanya yang terus mengalir, yang akan membuat bangga di dunia dan di akhirot.
مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا لَوْ كَانَتْ فِيكُمْ فَمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِي عَمِلَ بِهَذَا * رواه ابو داود كتاب الصلاة

إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةِ أَشْيَاءَ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ * رواه ابو داود كتاب الوصايا

Tapi untuk menjadi anak yang sholeh dan sholihat itu memerlukan perjuangan yang tidak ringan dan sebentar. Dari mulai masih kecil orang tua sudah mulai mendidiknya sampai beranjak dewasa.

Adakalanya tidak begitu sulit mendidiknya, bahkan kadang orang tuanya bukan orang yang baik tapi anaknya menjadi anak yang sholih. Akan tetapi umumnya orang tua harus mendidiknya mati-matian. Itu sudah menjadi kewajiban yang harus diemban orang tuanya.
كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ… الحديث * رواه البخارى

أَكْرِمُوا أَوْلاَدَكُمْ وَأَحْسِنُوا أَدَبَهُمْ * رواه ابن ماجة كتاب الأدب
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ* التغابون 15
مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ * روا الترمذى

3. PERGAULANNYA ADALAH ORANG – ORANG YANG SHOLEH
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً * رواه البخارى
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ * رواه الترمذى
عَنْ مَالِك أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ لُقْمَانَ الْحَكِيمَ أَوْصَى ابْنَهُ فَقَالَ يَا بُنَيَّ جَالِسْ الْعُلَمَاءَ وَزَاحِمْهُمْ بِرُكْبَتَيْكَ فَإِنَّ اللَّهَ يُحْيِي الْقُلُوبَ بِنُورِ الْحِكْمَةِ كَمَا يُحْيِي اللَّهُ اْلأَرْضَ الْمَيْتَةَ بِوَابِلِ السَّمَاءِ * موطأ مالك
4. MENCARI REZEKI DI NEGERI SENDIRI
          Meskipun yang diperoleh banyak, apabila rezeki itu diperoleh di tempat yang jauh dari keluarga, tetap saja lebih menyenangkan bila rezeki itu diperoleh di negeri sendiri. Namun bila orang harus merantau, maka bawalah keluarga ke tempat rantau, karena kehadiran suami isteri atau bapak ibu menjadi penting bagi keluarga.
Sumber: http://sulthonabdillah.blogspot.co.id/2011/07/empat-kunci-kebahagiaan.html?m=1

Nasehat-nasehat indah Imam Syafi’i

Nasehat Imam Syafi’i, seorang ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat :
“Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati.”

Apabila ada orang bertanya kepadaku,“Jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam?”
Jawabku kepadanya: “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya. Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan.”
“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong. Berkatalah sekehendakmu untuk menghina kehormatanku, toh diamku dari orang hina adalah suatu jawaban. Bukanlah artinya aku tidak mempunyai jawaban, tetapi tidak pantas bagi Singa meladeni anjing.”
“Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek. Maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi.”
“AKU MAMPU BERHUJAH dengan 10 orang yang BERILMU, tetapi aku PASTI KALAH dengan SEORANG YANG JAHIL, karena orang yang jahil itu TIDAK PERNAH FAHAM LANDASAN ILMU.”
Maka dari itu, lebih baik kita MENGALAH saja dalam menghadapi orang yang jahil. Jika tidak, maka kita akan sama2 TURUT JAHIL. Maka DIAM saja itu PENYELAMAT, daripada diteruskan saling berbantahan yang TIADA KESUDAHAN.

Dan Nabi Muhammad saw bersabda :

“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” [HR. Abu Dawud]

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang jahil.” [QS. Al-A’raf:199]
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” [QS An-Nahl :125]

Sudaraku… Berdebat tidaklah terlarang secara mutlak, karena terkadang untuk meluruskan sebuah syubhat memang harus dilalui dengan berdebat. Dan debat itu terkadang terpuji, terkadang tercela, terkadang membawa mafsadat (kerusakan), dan terkadang membawa mashlahat (kebaikan), terkadang merupakan sesuatu yang haq dan terkadang merupakan sesuatu yang bathil. Namun jika debat dilakukan orang jahil, justru malah memberikan madhorot yang besar, karena hanya akan berujung debat tanpa dasar pondasi ilmu, menang-menangan dan hanya ingin menuruti hawa nafsu (debat kusir), maka hal itu tidak perlu.
Dan dalam salah satu kitabnya, Diwan al-Syafi’i, terdapat berbagai nasehat-nasehat berharga dalam bentuk sya’ir, diantaranya adalah bagaimana menyikapi hidup agar selalu berjalan dan khusnudzon kepada Allah SWT sehingga mendapat keberkahan hidup di dunia maupun akhirat nanti. Berikut diantara Sya’ir Imam al-Syafi’i tersebut :
دع الأيام تفعل ماتشاء ** وطب نفسا إذا حكم القضاء

Biarkan saja hari-hari berbuat sesukanya, dan lapangkanlah jiwamu jika qodlo’ telah ditetapkan.

ولا تجزع لحادثة الليالي ** فمالحوادث الدنيا بقاء

Janganlah engkau berduka atas apa yang terjadi, tidak ada apa pun di dunia ini yang abadi

وكن رجلا على الأهوال جلدا ** وشيمتك السماحة والوفاء

Jadilah engkau laki-laki yang tangguh, perangaimu penuh toleransi juga menepati janji

وإن كثرت عيوبك في البرايا ** وسرك أن يكون لها غطاء

Jika engkau tau bahwa engkau banyak memiliki aib di mata manusia, dan engkau menginginkan tutup atas aib-aibmu tersebut

تستر بالسخاء فكل عيب ** يغطيه كما قيل السخاء

Tutuplah aib-aibmu tersebut dengan kedermawanan, sebagaimana telah dikabarkan, bahwasanya setiap aib bisa ditutup dengan kedermawanan

ولا تر للأعادي قط ذلا ** فإن شماتةالأعدا بلاء

Jangan sekali-kali engkau perlihatkan kehinaanmu kepada musuh-musuhmu,karena caci-maki dari musuh adalah sebuah balak

ولا ترج السماحة من بخيل ** فما في النارللظمآن ماء

Janganlah engkau mengharapkan kemurahan dari orang bakhil, karena dalam sebuah api tidak ada air yang bisa menghilangkan dahaga

ورزقك ليس ينقصه التأني ** وليس يزيد في الرزق العناء

“Tidak akan berkurang rizkimu sebab santai dalam bekerja, dan tidak akan bertambah pula dengan semangat usaha”

ولا حزن يدوم ولا سرور ** ولا بؤسعليك ولا رخاء

Tidak ada kesusahan yang abadi tidak pula kesenangan, tidak pula kesengsaraan yang saat ini sedang menimpamu, tidak pula kelapangan hidup

إذا ما كنت ذا قلب قنوع ** فأنت ومالك الدنيا سواء

Jika engkau memiliki hati yang menerima (qona’ah), maka engkau dan raja-raja dunia adalah sama

ومن نزلت بساحته المنايا ** فلا أرضتقيه ولا سماء

Barangsiapa yang telah datang kematian di halaman rumahnya, maka tidak ada tempat di bumi yang dapat menghalanginya, tidak pula di langit

وأرض الله واسعة ولكن ** إذا نزل القضا ضاق الفضاء

Bumi Allah itu luas, tetapi ketika qodlo’ (ketentuan) telah ditetapkan, maka sesuatu yang luas akan menjadi sempit

دع الأيام تغدر كل حين ** فما يغني عن الموت الدواء

Biarkan saja hari-hari memperdayaimu setiap saat, karena tidak ada obat apapun bagi kematian

Sumber:   http://cindius.blogspot.ae/2014/12/nasehat-nasehat-indah-imam-syafii.html?m=1

Where do you stand?

messengers-of-god

The Rational Choice

  • Study different religions, compare them, and then make a rational choice.
  • Islam is the final religion of mankind till the last day of this world. God says: “We have sent you (Muhammad)  as a mercy for all nations” (Quran 21:107).
  • “I (God) have perfected your religion for you…have chosen for you Islam as your religion” (Quran 5:3).
  • People often say that Islam spread by ‘the sword’. This is not true. There is no mention of the word ‘SWORD’ in the whole Quran. Only a few preachers went to Indonesia. Today it is the largest Muslim country.
  • There is not a single TV, Radio Station or a national newspaper owned or controlled by the Muslims in the USA. Islam is still the fastest growing religion in USA & Europe.
  • Those who accept Islam include priests, bishops, doctors, engineers, businessmen, writers, scientists, scholars, celebrities, inmates, and ‘ordinary’ people including a large percentage of women.
  • Muslim communities are growing in every city with over 4,000 mosques in USA and Canada alone.

 

See detail presentation in below file:

islamandmuslimstoday

By:
Abdul Hye, PhD
281-488-3191
a6h@yahoo.com