Seberapakah Syukur Kita?

syukurSyukur merupakan perbuatan yang amat utama dan mulia, oleh karena itu Allah Subhannahu wa Ta’ala memerintahkan kita semua untuk bersyukur kepada-Nya, mengakui segala keutamaan yang telah Dia berikan, sebagaimana dalam firman Nya, yang artinya,

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Al-Baqarah :152)

Allah SWT juga memberitahukan, bahwa Dia tidak akan menyiksa siapa saja yang mau bersyukur, sebagaimana yang difirmankan, artinya,
“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman, dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (An-Nisaa :147)

Orang yang mau bersyukur merupakan kelompok orang yang khusus di hadapan Allah, Dia mencintai kesyukuran dan para pelakunya serta membenci kekufuran dan pelakunya. Dia telah berfirman, yang artinya,
“Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyu-kuranmu itu” (QS Az Zumar:7)

Allah juga menegaskan, bahwa syukur merupakan sebab dari kelang-sungan sebuah nikmat, sehingga tidak lenyap dan bahkan malah semakin bertambah, sebagaimana firman-Nya, yang artinya,
“Dan (ingatlah juga), takala Rabbmu mema’lumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Ibrahim : 7)

Dan masih banyak lagi, tentunya keutamaan dan manfaat dari syukur kepada Allah, maka tak heran jika Allah menyatakan, bahwa amat sedikit dari hamba-hamba-Nya yang bersyu-kur (dengan sebenarnya).

Hakikat Syukur

Kesyukuran yang hakiki di bangun di atas lima pondasi utama. Barang siapa merealisasikannya, maka dia adalah seorang yang bersyukur dengan benar. Lima asas tersebut adalah:

  • Merendahnya orang yang bersyukur di hadapan yang dia syukuri (Allah).
  • Kecintaan terhadap Sang Pemberi nikmat (Allah).
  • Mengakui seluruh kenik-matan yang Dia berikan.
  • Senantiasa memuji-Nya, atas nikmat tersebut.
  • Tidak menggunakan nikmat untuk sesuatu yang dibenci oleh Allah.

Maka dengan demikian syukur adalah merupakan bentuk pengakuan atas nikmat Allah dengan penuh sikap kerendahan serta menyandarkan nikmat tersebut kepada-Nya, memuji Nya dan menyebut-nyebut nikmat itu, kemudian hati senantiasa mencintai Nya, anggota badan taat kepada-Nya serta lisan tak henti-henti menyebut Nya.

Continue reading

10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul Qayyim


 

frustrasi 420x335 10 Sampah Jiwa Menurut Ibnul QayyimIBNUL Qayyim rahimahullaah (wafat: 751-H) mengatakan:

“Ada sepuluh hal yang tidak bermanfaat, layaknya sampah buangan bagi seorang insan”:

(1)
علم لا يعمل به

Ilmu yang mengendap lantas mati, tidak terhidupkan dalam wujud amal yang shalih.

(2)
وعمل لا إخلاص فيه ولا اقتداء

Amal yang kosong dari ruh keikhlasan dan sunyi dari spirit mutaaba’ah kepada sunnah.

(3)
ومال لا ينفق منه فلا يستمتع به جامعه في الدنيا ولا يقدمه أمامه في الآخرة

Harta yang tidak di-infaq-kan di jalan Allaah, tidak pula mampu dinikmati oleh para penimbunnya di dunia, dan tidak juga akan dihadirkan di hadapannya kelak di akhirat.

(4)
وقلب فارغ من محبة الله والشوق إليه والأنس به

Hati yang kosong dari Mahabbatullaah (cinta pada Allaah), melompong dari rasa kerinduan dan kesukaan pada-Nya.

(5)
وبدن معطل من طاعته وخدمته

Badan yang kosong dari ketaatan dan pengkhidmatan pada-Nya subhaanahu wata’aalaa.

(6)
ومحبة لا تتقيد برضاء المحبوب وامتثال أوامره

Rasa cinta pada Allaah yang tidak terikat dengan keridhaan dan kepatuhan pada perintah-Nya.

(7)
ووقت معطل عن استدراك فارط أواغتنام به وقربة

Waktu yang kosong dari koreksi terhadap kealpaan diri, hampa dari amalan yang bermanfaat, dan sunyi dari ibadah yang bisa mendekatkan pada Ilahi.

(8)
وفكر يجول فيما لا ينفع

Pikiran yang berkelana, lalu singgah pada hal-hal yang tidak bermanfaat

(9)
وخدمة من لا تقربك خدمته إلى الله ولا تعود عليك بصلاح دنياك

Pengkhidmatan kepada mereka yang tidak bisa mendekatkan dirimu pada Allaah, dan tidak pula pengkhidmatan tersebut kembali padamu dalam wujud kemaslahatan dunia bagimu.

(10)
وخوفك ورجاؤك لمن ناصيته بيد الله وهو أسير في قبضته ولا يملك لنفسه ضرا ولا نفعا ولا موتا ولا حياة ولا نشورا.

Rasa takut dan harapmu yang engkau peruntukkan bagi selain Allaah, padahal Allaah adalah Dzat yang memegang ubun-ubun mereka yang memiliki dan menguasai mereka secara mutlak.

Sementara mereka, adalah tawanan dalam kekuasaan-Nya.

Sementara mereka, tidak mampu mendatangkan manfaat bagi diri mereka sendiri sekalipun, tidak juga mampu menolak mudharat, tidak sanggup menolak maut, kehidupan dan kebangkitan.

(Nukilan dari kitab Mausuu’atul Akhlaaq waz Zuhdi war Raqaa-iq: 1/10-11, Yaasir Abdurrahmaan, cet.-1 Mu-assasah Iqraa’, tahun 1428).

***

“Semua itu adalah buih yang mengendap, sampah tak bermanfaat yang menumpuk, lantas mengerak, untuk kemudian mengotori jiwa, lalu membunuhnya perlahan dengan racunnya. Semoga Allaah membersihkan sampah-sampah jiwa, sebelum jiwa itu menjadi sampah yang terpaksa dibuang dan dibersihkan.” [kristal iman]

 

Sumber: http://www.islampos.com

 

Kemukjizatan Lebah dan Madu dalam Alquran

maduSegala sesuatu yang diciptakan Allah SWT pasti tak ada yang sia-sia. Di antara ciptaan Sang Khalik yang istimewa adalah lebah.  Serangga yang satu ini menempati posisi penting dibanding serangga lainnya. Tak heran jika lebah dijadikan salah satu nama surat dalam Alquran.

Surat ke-16 dalam Alquran adalah An Nahl yang berarti lebah.  Secara khusus, surat  Makkiyah tersebut dinamakan An Nahl atau lebah, karena pada ayat ke-68 terdafat firman Allah SWT yang berbunyi, ”Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.”

Lebah memang spesial. Ia merupakan makhluk Allah SWT yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Dalam penjelasan surat An Nahl yang tercantum dalam Alquran dan Terjemahannya disebutkan bahwa ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Alquranul Karim.

Apa persamaannya? Simak ayat berikut: ”... Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS An Nahl:69).

Continue reading

Khasiat luar biasa Habbatussauda’ (Jinten hitam) dalam hadits dan ilmu medis

habbatussaudaHadist Tentang Khasiat Habbatus Sauda’ (Jinten Hitam)
Dalam Ash-Shohihain diriwayatkan hadist dari Ummu Salamah dari Abu Hurairah R.A, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Hendaklah kalian mengkonsumsi Habbatus Sauda’ , karena didalamnya terdapat kesembuhan dari setiap penyakit, kecuali saam. Sedangkan saam artinya kematian.”
Imam Bukhori juga meriwayatkan hadist dari Aisyah R.A bahwasanya ia mendengar Nabi SAW bersabda;
” Sesungguhnya Habbatus Sauda’ ini merupakan obat bagi setiap penyakit, kecuali saam. Aku bertanya, “Apakah saam itu?”. Beliau menjawab, “Kematian.”
Dalam riwayat Muslim:
“Tidak ada suatu penyakit, kecuali penyembuhannya ada didalam Habbatus Sauda.”
Nabi SAW mengabarkan bahwa Habbatus Sauda berkhasiat menyembuhkan setiap penyakit. Kata syifa’ (kesembuhan) dalam seluruh hadist disebut tanpa dima’rifahkan dengan alif dan lam. Semuanya dalam struktur positif, sehingga dengan demikian kata tersebut bersifat nakiroh (indefinite, tidak spesifik) yang biasanya bermakna umum. Selanjutnya, kita bisa mengatakan bahwa dalam Habbatus Sauda’ terdapat potensi penyembuhan terhadap setiap penyakit.
Apakah Habbatus Sauda’ (Jinten Hitam) itu?
Habatussauda merupakan tanaman semak belukar yang tumbuh liar pada setiap musim di beberapa kawasan seperti di utara Afrika, Asia dan Jazirah Arab.
Nama ilmiahnya adalah Nigella sativa. Berbatang pendek, tingginya 50 cm. Tanaman ini masih satu famili dengan Adas (Foeniculum capillaceum) dan Anise (Pimpinella anisum), sehingga terkadang dikira salah satu jenis tumbuhan adas. Buahnya berbentuk mirip kapsul, yang di dalamnya terdapat benih berwarna putih dengan bentuk segi empat. Warnanya cepat sekali berubah menjadi hitam jika terkena udara.
Belakangan ini tidak kurang dari 150 penelitian yang dimuat di berbagai jurnal ilmiah semakin memperkuat bukti tentang berbagai khasiat yang pernah disebutkan oleh orang-orang terdahulu tentang tumbuhan ini. Penelitian ini kebanyakkan berasal dari Eropa, khususnya Austria dan Jerman yang berada di barisan terdepan dari negara-negara yang mempromosikan dihidupkannya kembali pengobatan herbal sebagai pengobatan alternatif.
Cara Kerja Habbatus Sauda’ (Jinten Hitam)
Continue reading

5 Tips Agar Tetap Sehat

بسم الله الرحمن الرحيم

Manfaatkan Masa Sehatmu Sebelum Datang Masa Sakitmu

“Sesungguhnya nikmat Allah sangatlah banyak. Seseorang tidak akan sanggup jika diminta untuk menghitungnya. Dengan nikmat-Nya, kita bisa hidup dan menikmati alam ini.”

Matahari yang bersinar, rembulan yang bercahaya, udara yang sejuk, merdunya kicauan burung, aneka tetumbuhan dan hewan ternak, semuanya merupakan anugerah Ilahi yang tak ternilai. Semuanya Allah Ta’ala ciptakan untuk kita, manusia. Segala puji bagi Allah Ta’ala, Dzat yang telah menganugerahkan segala nikmat kepada kita.

Salah satu nikmat yang sering dilalaikan oleh manusia adalah nikmat sehat. Hal ini sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. al-Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas radiallahu ‘anhuma)

Saudaraku kaum muslimin,

Coba lihatlah diskotek dan tempat-tempat hiburan, siapa yang paling banyak menghabiskan waktunya di sana? Lihatlah tempat maksiat, siapa yang melariskannya? Orang-orang sehat, bukan?

Subhanallah. Sungguh benar apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa kesehatan merupakan nikmat yang sering dilalaikan oleh manusia, padahal nikmat sehat sangatlah mahal. Dengan nikmat ini, kita bisa menikmati berbagai hal yang dihalalkan oleh Allah Ta’ala. Baik nikmat berupa makanan, minuman, atau berbagai aktifitas yang terasa nyaman dan menyenangkan.

Bayangkan saja jika sakit tiba-tiba menghampiri kita. Tidur menjadi tak nyenyak, makanpun tidak enak. Dan kitapun tidak mampu melakukan aktifitas seperti biasanya. Nah, pada saat itulah kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk segera sembuh dari sakit yang kita derita.

Kemudian, berbagai upaya dilakukan. Mulai dari mencari dokter yang ahli, minum obat-obatan, dan menjaga diri dari berbagai pantangan. Tak sedikit harta yang dikeluarkan, demi mendapatkan kesembuhan.

Duhai, betapa mahalnya arti sebuah kesehatan. Tapi mengapa di saat sehat, justru kita menggunakannya untuk bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala?!!

Wahai saudaraku, apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim terhadap kesehatannya?

Kita sebut seorang muslim, karena mereka adalah saudara kita. Kita menginginkan agar mereka mendapatkan kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat.

Kita sebut sebagai seorang muslim, karena merekalah yang selalu berusaha untuk tunduk kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya.

Setiap muslim hendaknya selalu yakin, bahwa tidak ada agama yang sempurna kecuali Islam. Sempurna dalam artian, Islam telah mengatur segala perkara yang dibutuhkan oleh manusia demi kemaslahatan hidupnya di dunia dan di akhirat.

Berikut ini kami sampaikan 5 tips yang sebaiknya dilakukan oleh setiap muslim saat diberi nikmat sehat. Semoga bermanfaat.

1. Mensyukuri nikmat kesehatan tersebut.

Syukur nikmat dilakukan dengan hati, lisan, dan anggota badan. Syukur hati dilakukan dengan cara meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Dzat yang memberinya kesehatan. Syukur lisan dilakukan dengan cara mengakui kenikmatan tersebut dan melafalkannya serta memuji Allah Ta’ala, misalnya dengan mengucapkan alhamdulillah. Adapun syukur dengan anggota badan dilakukan dengan mempergunakan nikmat kesehatan itu dalam perkara-perkara ketaatan dan menghindarkannya dari kemaksiatan. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ (٧)

“Jika engkau bersyukur, maka sungguh Allah akan menambahkan nikmat-Nya, dan jika kamu kufur maka sungguh azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

2. Memanfaatkan masa sehat, sebelum datang masa sakit.

Semangat dalam menjalankan kebaikan dan hal-hal yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat di saat sehat, itulah yang dituntut dari diri kita masing-masing. Sungguh, benar-benar tertipu orang yang mempergunakan waktu sehat untuk bermaksiat dan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Pergunakanlah kesehatanmu untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Manfaatkanlah anggota tubuhmu untuk rukuk, sujud, dan berdoa kepada Allah Ta’ala. Janganlah engkau gunakan untuk beribadah kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala. Dan jangan pula mengundang kemurkaan Allah subhanahu wa ta’ala. Sesungguhnya azab Allah subhanahu wa ta’ala sangatlah pedih.

Dan sungguh, jika kita biasa melakukan kebaikan di waktu sehat, Allah subhanahu wa ta’ala akan selalu mencatat kebaikan tersebut di saat sakit. Misalnya, di saat sehat, engkau terbiasa shalat di masjid, maka di saat engkau sakit dan tidak bisa ke masjid, engkau akan diberi pahala seperti keadaan ketika engkau sehat. Artinya, engkau tetap diberi pahala shalat di masjid, karena tidak ada yang menghalangimu pergi ke masjid kecuali sakit yang engkau alami. Masya Allah! Sungguh Allah subhanahu wa ta’ala adalah Maha Pemurah.

3. Jauhi maksiat dan jangan tertipu!

Apalah arti sebuah kesehatan kalau hanya digunakan untuk bermaksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Apalah arti tubuh yang kuat, badan yang kekar kalau kelak akan dipakai sebagai bahan bakar api neraka bila kita tidak bertaubat kepada-Nya.

Wahai saudaraku, sadarilah, manusia itu lemah!

Apabila badanmu sehat, tapi kamu berbuat kemaksiatan, maka sesungguhnya kamu adalah orang yang sakit. Mengapa? Karena orang yang sehat adalah yang sehat jiwa dan raganya. Sehatnya jiwa adalah dengan menjauhi kemaksiatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, karena maksiat adalah penyakit. Apabila jiwamu sehat, maka tubuhmu akan sehat pula, insya Allah. Maka dari itu, jauhilah kemaksiatan, niscaya engkau akan merasakan nikmat sehat lahir batin.

4. Berdoa kepada Rabb-mu agar selalu diberi kesehatan.

Jangan lupa, doa adalah senjata bagi orang yang beriman. Doa adalah ibadah, maka mintalah kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar engkau diberi kesehatan. Apabila engkau sakit, jangan putus asa dalam berdoa dan berbaiksangkalah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Mintalah kesembuhan hanya kepada-Nya. Karena Dialah asy-Syafi (Yang Mahakuasa untuk memberikan kesembuhan).

5. Jagalah kesehatanmu, tempuhlah sebab dan jauhi pantangan!

Kesehatan adalah nikmat yang harus disyukuri dan dijaga. Kalau engkau menginginkan sehat, maka selain engkau bersandar dan meminta kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka engkau harus menempuh sebab dan menjauhi pantangan. Apa itu?

Tempuhlah sebab yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dan diperbolehkan oleh syariat. Janganlah engkau menempuh apa-apa yang dilarang Allah subhanahu wa ta’ala, karena pasti hal itu akan membahayakanmu.

Di antara sebab-sebab yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan adalah mengonsumsi makanan yang baik dan halal. Beristirahat dengan cukup dan janganlah melupakan aktivitas olah raga seperti lari, berenang, melempar, berkuda, dll. Semua sebab-sebab menuju kesehatan tersebut tentunya dilakukan sesuai aturan dan tidak berlebihan.

Lalu apa pantangannya?

Pantangannya adalah jangan engkau lakukan perbuatan yang telah Allah Ta’ala haramkan. Jangan mengonsumsi makanan yang haram seperti babi, anjing, minuman yang memabukkan atau berlebihan dalam makan. Hindari berlebih-lebihan dalam makan. Jauhi pula kemaksiatan. Pantangan lainnya adalah berobat dengan jalan yang diharamkan, seperti mendatangi dukun atau paranormal atau berobat dengan sesuatu yang dilarang seperti jimat, mantra-mantra, benda-benda najis, dll.

Saudaraku kaum muslimin, demikianlah yang sebaiknya dilakukan seorang muslim dalam menjaga kesehatannya. Dia akan memanfaatkan kesehatan yang dianugerahkan kepadanya dengan baik. Selalu berusaha untuk mensyukurinya dengan menjalankan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan menjauhi kemaksiatan. Kemudian, menyadari dengan sepenuh hati, bahwa kesehatan adalah nikmat dan anugerah Allah subhanahu wa ta’ala yang sangat besar. Dia juga meyakini, bahwa kelak di akhirat, Allah subhanahu wa ta’ala akan bertanya dan meminta pertanggungjawaban atas nikmat-Nya yang telah diberikan kepada kita para hamba-Nya.

Sadarkah kita? Dan sudahkah kita mempersiapkan jawabannya?

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan kepada kita taufik dan hidayah-Nya untuk memanfaatkan nikmat sehat ini dalam ketaatan. Dan semoga kita tidak termasuk orang-orang yang lalai, tertipu dan merugi.

Wallahu A’lam bish shawab.

Tips Menjaga Nikmat Sehat oleh: Abu Umar Ibrahim

Dikutip dari Majalah Muslim Sehat ed. 1, Rubrik Teropong : Manfaatkan Masa Sehatmu, Sebelum Datang Masa Sakitmu! – (Tips Menjaga Nikmat Sehat)

 

 

SAKIT DALAM PANDANGAN ISLAM

sakit sholatSakit yang dimaksud dalam tulisan ini adalah sakit fisik. Yaitu suatu keadaan di mana metabolisme dalam tubuh tidak berjalan sebagaimana mestinya. Namun, walaupun sakit merupakan satu kondisi yang tidak mengenakkan, sebagai seorang muslim kita tidak perlu banyak mengeluh, karena terlalu banyak mengeluh merupakan bagian dari godaan syaithan.

 

Saat Allah menakdirkan kita untuk sakit, pasti ada alasan tertentu yang menjadi penyebab itu semua. Tidak mungkin Allah subhanahu wa ta’ala melakukan sesuatu tanpa sebab yang mendahuluinya atau tanpa hikmah di balik semua itu. Allah pasti menyimpan hikmah di balik setiap sakit yang kita alami. Karenanya, tidak layak bagi kita untuk banyak mengeluh, menggerutu, apalagi su’udzhan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Lebih parah lagi, kita sampai mengutuk taqdir. Na’udzu billah

Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam  pernah menemui Ummu As-Saa’ib, beliau bertanya : ”Kenapa engkau menggigil seperti ini wahai Ummu As-Saa’ib?” Wanita itu menjawab : “Karena demam wahai Rasulullah, sungguh tidak ada barakahnya sama sekali.” Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam  bersabda : ”Jangan engkau mengecam penyakit demam. Karena penyakit itu bisa menghapuskan dosa-dosa manusia seperti proses pembakaran menghilangkan noda pada besi”. (HR. Muslim)

 

Sakit adalah Ujian

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam al-Quran, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.  (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.” (QS. Al-Baqarah: 155-156). Dalam ayat yang lain, Allah juga berfirman,

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan”. (QS. Al-Anbiyaa`: 35)

 “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampuryang Kami hendak mengujinya, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat”. (QS. Al-Insaan:2)

Begitulah Allah subhanahu wa ta’ala menguji manusia, untuk melihat siapa di antara hambaNya yang memang benar-benar berada dalam keimanan dan kesabaran. Karena sesungguhnya iman bukanlah sekedar ikrar yang diucapkan melalui lisan, tapi juga harus menghujam di dalam hati dan teraplikasian dalam kehidupan oleh seluruh anggota badan. Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa Dia akan menguji setiap orang yang mengaku beriman, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al-Ankabuut: 2-3)

Semua ujian yang diberikan-Nya semata-mata hanya agar hamba-Nya menjadi lebih baik di hadapanNya. Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda : ”Barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah, maka Dia akan menguji dan menimpakan musibah kepadanya”. (HR. Bukhari).

Jadi, sudah selayaknya bagi setiap mu`min untuk kemudian bertambah imannya saat ujian itu datang, termasuk di dalamnya adalah ujian sakit yang merupakan bagian dari ujian yang menimpa jiwa. Jangan sampai kita menjadi seperti orang-orang munafiq yang tidak mau bertaubat atau mengambil pelajaran saat mereka diuji oleh Allah subhanahu wa ta’ala, “Dan tidaklah mereka memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?” (QS. At-Tawbah: 126)

Sudah selayaknya pula kita merenungi segala amalan yang telah kita lakukan, karena bisa jadi ada beberapa amalan yang memang dianggap sebagai sebuah kemakshiyatan di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Begitu cintanya Allah kepada kita sehingga Dia mengingatkan kita melalui sakit ini, agar kita dapat segera bertaubat sebelum ajal menjemput kita.

Dari Anas ibn Malik radhiyallahu ’anhu diriwayatkan bahwa ia menceritakan : Rasulullah shallallahu ’alayhi wasallam bersabda : ”Sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Kalau Allah mencintai seseorang, pasti Allah akan memberikan cobaan kepadanya. Barangsiapa yang ridha menerima cobaanNya, maka ia akan menerima keridhaan Allah. Dan barangsiapa yang kecewa menerimanya, niscaya ia akan menerima kermurkaan Allah”. (HR. Tirmidzi) Continue reading

Haruskah Kedokteran Modern dan Thibbun Nabawi Dipertentangkan?

Dokter TabibYang mendorong kami mengangkat tema ini adalah kami menemukan langsung beberapa orang yang salah paham mengenai pengobatan khususnya thibbun nabawi dan kedokteran barat modern. Kesalahpahaman tersebut berdampak timbul angapan bahwa kedokteran barat modern bertentangan semua dengan thibbun nabawi, sikap anti total terhadap pengobatan barat modern, kemudian jika memilih pengobatan selain thibbun nabawi berarti tidak cinta kepada sunnah serta dipertanyakan keislamannya. Padahal kedokteran barat modern bisa dikombinasikan dengan thibbun nabawi atau dipakai bersamaan. Dan juga ada beberapa tulisan-tulisan mengenai hal ini yang menyebar melalui dunia nyata dan dunia maya. Oleh karena itu, dengan mengharap petunjuk dari Allah Ta’ala kami mencoba mengangkat tema ini.

Contoh Kesalahpahaman
Salah satunya yaitu mengangap bahwa jika sakit seseorang harus bahkan wajib berobat dengan thibbun nabawi, kemudian ditambah lagi dengan adanya anggapan yang kurang benar mengenai kedokteran modern misalnya,
– Berasal dari orang kafir
– Menggunakan bahan kimia yang HANYA berbahaya bagi tubuh
-Jika tidak menggunakan pengobatan nabawi berarti tidak memilih
pengobatan nabawi dan tidak mengikuti sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Berikut contoh yang kami temui langsung dengan adanya kesalahpahaman tersebut.

Contoh pertama
Seorang senior kami penuntut ilmu agama [sekarang beliau adalah pengasuh situs islam yang cukup terkenal], ia sudah terkena demam cukup tinggi selama tiga hari, ditambah batuk dan pilek. Tetapi beliau tidak mau mengkonsumsi obat-obat kimia dari kedokteran barat, apalagi konsultasi ke dokter. Beliau hanya mengkomsumsi madu dan habbatus sauda selama sakit, akan tetapi qaddarullah, Allah belum berkehendak memberikan kesembuhan kepadanya, kemudian ustadz kami menanyakan kepada beliau kenapa tidak periksa ke dokter. Saya [penulis] juga sempat berdiskusi dengan beliau, saya berkata, mengapa tidak dikombinasi saja pengobatannya minum obat kedokteran barat dengan minum  madu dan habbatus sauda. Karena demam tinggi jika tidak diobati akan berdampak cukup serius bagi tubuh. Dengan mengkonsumsi obat penurun panas sederhana seperti paracetamol maka demam tubuh bisa turun dan kondisi tubuh bisa lebih stabil untuk melakukan upaya penyembuhan sendiri melalui imunitas tubuh.

Continue reading

Metode Pengobatan Nabi Muhammad SAW

metode pengobatan Nabi

                                                     بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamualaikum Wr.Wb…

Dunia pengobatan dari dulu selalu berjalan seiring dengan kehidupan manusia. Karena, sebagai makhluk hidup, manusia tidak jauh berhubungan dengan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Keinginan untuk berlepas diri dari berbagai penyakit itulah yang mendorong manusia berupaya menyingkap berbagai metode pengobatan, mulai dari mengkonsumsi berbagai jenis tumbuhan secara tunggal maupun yang sudah terkontaminasi, yang diyakini berkhasiat menyembuhkan penyakit tertentu, atau sistem pemijatan, akupuntur, pembekaman hingga operasi dan pembedahan. Berbagai macam metode telah digunakan dari tahun ke tahun oleh setiap individu, dan metode pengobatan dari nabi kita Muhammad SAW merupakan salah satu alternatif pilihan dari masing-masing individu dalam menyembuhkan penyakit yang tertanam didalam dirinya.

Dalam pandangan pengobatan Islam ada 3 (tiga) tujuan utama mengapa Allah SWT menimpakan penyakit pada seseorang, yaitu :

a) Penghapusan Dosa, Rahmat dan Peningkatan Derajat.
Sakit yang menimpa seseorang yang berdosa merupakan penghapusan dosa untuknya apabila dia bersabar. Sekiranya dia tidak berdosa merupakan rahmat dan peningkatan drajat disisi Allah Swt.

b) Memberi Keinsafan (Taubatan Nasuha)
Sesetengah orang akan insaf (bertaubat) apabila ditimpa sakit. Dia sadar dan insaf bahwa hakikat sakitnya adalah karena dosa-dosanya. Dia sabar dan Ridha dengan ketentuan Allah Swt. Kalau matim pada waktu itu Insya Allah dia mati dalam keadaan khusnul khotimah. Kalau dia insaf/taubat itulah rahmat untuknya.

c) Kutukan Allah SWT

Apabila Allah sudah murka pada seseorang itu, maka diazabnya di dunia lagi sebelum di akhirat. Biasanya kalau seseorang itu ditimpa sakit yang ada hubungannya dengan kutukan Allah Swt susah hendak sembuh. Tanda orang tersebut apabila ditimpa sakit baik sudah sembuh ataupun sedang sakit, dia akan bertambah jahat. Bertambah lupa dengan Allah Swt. Imannya semakin Rusak dan Syariat makin diabaikan. Itulah kutukan dari Allah Swt. Kebanyakan katagori golongan ini, mereka mati dalam kehinaan.
Sedangkan Penyakit dalam pandangan pengobatan Islam (Thibbun Nabawwi) ada dua macam, yaitu penyakit rohani/hati dan penyakit jasmani/tubuh. Kedua penyakit itu disebutkan dalam Al-Qur’an.

Teknologi medis boleh saja merambati modernisasi yang sulit diukur.
Namun perkembangan jenis penyakit juga tidak kalah cepat beregenerasi. Sementara banyak manusia yang tidak menyadari bahwa Allah SWT tidak pernah menciptakan manusia dengan ditinggalkan begitu saja. Setiap kali penyakit muncul, pasti Allah SWT juga menciptakan obatnya. Sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan penyembuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah) Hanya saja ada manusia yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Kenyataan lain yang harus disadari oleh manusia, bahwa apabila Allah SWT secara tegas memberikan petunjuk pengobatan, maka petunjuk pengobatan itu sudah pasti lebih bersifat pasti dan bernilai absolut.

PRINSIP-PRINSIP PENGOBATAN RASULULLAH SAW..

1. KEYAKINAN BAHWA ALLAH SWT YANG MAHA PENYEMBUH

Bila memperhatikan pengobatan modern sekarang sungguh banyak yang bertolak belakang dengan prinsip pengobatan Rasulullah Saw. Manusia sekarang banyak beranggapan bahwa obat bisa menyembuhkan penyakit. Keyakinan ini adalah keyakinan yang batil bahkan bisa menjurus kepada syirik. Seorang ulama dari Malaysia H Ismail bin Ahmad mengungkapkan bahwa rata-rata pasien muslim yang berobat ke rumah sakit, setelah sembuh sakitnya mereka semakin jauh dari Allah Swt dikarenakan mereka memiliki keyakinan yang salah bahwa yang menyembuhkan mereka adalah obat disamping obat-obatn tersebut tidak bisa dipastikan kehalalannya.

Sebaliknya, Reasulullah mengajarkan bahwa Allah Swt adalah Dzat Yang Maha Penyembuh. Allah berfirman, “Dan apabila aku sakit, maka Dialah yang menyembuhkan aku.” (Asy Syu’ara:80). Keyakinan ini akan membantu pasien untuk tenang dan dekat kepada Allah yang pada akhirnya akan mempercepat proses kesembuhannya. Itulah sebabnya Rasulullah saw selalu mengajarkan orang yang sakit untuk berdoa kepada Allah Swt. Salah satu doa’ yang matsur adalah do’anya Nabi Yunus : Laa illaha illa anta subhanaka inni kuntu minal dhalimiin atau doa sebagai berikut :

“Allahumma rabbannaasi adhibil ba’sa wasyfi antas syaafii laa syifaa’a illaa syifaauka syifaan laa yughaadiru saqma” Ya Allah, Rabb pemelihara manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah,, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun penyakit” (HR Bukhari)

2. MENGGUNAKAN OBAT HALALAN WA THOYYIBAN

Prinsip pengobatan dalam Islam yang diajarkan Rasulullah yang kedua adalah Bahwa obat yang dikomsumsi harus halal dan baik. Allah Swt yang menurunkan penyakit, maka dialah yang menyembuhkan. Bila kita menginginkan kesembuhan dari Allah Swt maka media ikhtiar (penggunaan obat) kita haruslah media yang diridhoiNya. Allah melarang kita memasukan barang yang haram dan merusak ke dalam tubuh kita. Allah berfirman:

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya “ (QS.Al-Maidah: 88)

“…dan janganlah kamu mencampakkan dirimu dalam kebinasaan..” (QS.2:195)

Rasulullah Saw bersabda : “Setiap daging (jaringan tubuh) yang tumbuh dari makanan haram, maka api nerakalah baginya.” (HR At-Tirmidzi)

“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya, dan menjadikan setiap penyakit pasti ada obatnya. Maka berobatlah kalian, tapi jangan dengan yang haram.” (HR. Abu Dawud)

Pengunaan obat yang halal disamping mendatangkan ridlo Allah adalah agar supaya badan tetap sehat. Ibnu Qayim menyatakan bahwa setiap yang haram bukanlah obat. Karena setiap yang haram tidaklah menyembuhkan melainkan akan mendatangkan penyakit baru yakni penyakit hati.

3. TIDAK MENIMBULKAN MUDHARAT

Prinsip pengobatan dala Islam yang ketiga adalah dalam menerapi pasien atau mengkonsumsi obat hendaklah diperhatikan kemudhoratan obat. Seorang dokter muslim akan selalu mempertimbangkan penggunaan obat kepada pasiennya. Untuk penyakit sederhana obatnya adalah obat sederhana (dengan makanan/obat alamiah). Tidak boleh memberikan pasien dengan obat kompleks (obat kimia) sebelum menggunakan obat sederhana dikarenakan obat kompleks bisa memiliki sifat merusak tubuh pasien.

4. PENGOBATAN TIDAK BERSIFAT TBC (TAHAYUL, BID’AH & CHURAFAT)

Pengobatan yang disyariatkan dalam Islam adalah Pengobatan yang bisa diteliti secara ilmiah. Pengobatan dalam Islam tidak boleh berbau syirik (pergi ke dukun, kuburan, dsb). Allah sendiri selalu memberikan pertolongannya (obat) melalui pengetahuan sebab suatu penyakit.

5. SELALU MENCARI YANG LEBIH BAIK (IKHTIAR & TAWAKAL)

Islam mengajarkan bahwa dalam berobat hendaklak mencari obat atau dokter yang lebih baik. Dalam etika kedokteran Islam diajarkan bila ada 2 obat yang kualitasnya sama maka pertimbangan kedua yang harus diambil adalah yang lebih efektif dan tidak memiliki efek rusak bagi pasien. Itulah sebabnya rasulullah menganjurkan kita untuk berobat pada ahlinya. Sabda beliau,

Abu Dawud, An Nasai dan Ibnu Majah meriwayatkan dari hadits ‘Amr Ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya; katanya: Telah berkata Rasulullah saw: “Barang siapa yang melakukan pengobatan, sedang pengobatannya tidak dikenal sebelum itu, maka dia bertanggung jawab (atas perbuatannya)”

SUMBER-SUMBER PENGOBATAN RASULULLAH SAW.

Dalam Shahih Al-Bukhari diriwayatkan dari Said Bin Jubair, dari Ibnu Abbas, dari Nabi Sholallahu alaihi wasalam “Kesembuhan itu ada 3, dengan meminumkan madu (bisyurbata ‘asala), sayatan pisau hijamah (syurthota mihjam), dan dengan besi panas (kayta naar) dan aku melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi panas.”

“Gunakanlah dua penyembuh; Al Qur’an dan Madu” (HR. Ath Thabrani dari Abu Hurairah)

Jadi berdasarkan kutipan hadist diatas, terdapat 3(tiga) cara pengobatan / rawatan Nabi SAW, yaitu :

1. Pengobatan dengan berdasarkan Al-Qur’an
2. Peng
obatan dengan menggunakan Obat-obatan alamiah, seperti madu dan lain-lain
3. Menggabungkan kedua-duanya.

Tiga sumber pengobatan itulah yang utama dan mulia menurut Ibnul Qayim. Beliau mengatakan bahwa cirri pengobatan dalam Islam adalah pengunaan Al Qur’an dan dengan bahan alamiah. Sementara pengobatan alopatik (kimia) tidaklah dikenal dalam pengobatan islam. Pengobatan ini munculnya dari orang-orang romawi yang digali dg prinsip sillogisme atas pendapat Aristoteles, dan Socrates. Sedangkan pengobatan islam digali atas dasar wahyu. Dengan demikian megikuti wahyu itu lebih pasti dan lebih selamat dari pada mengikuti pendapat manusia.

Dalam kaidah rawatan Islam, unsur yang dapat menyembuhkan pesakit bukanlah ramuan obat semata-mata tetapi juga unsur harapan kepada Allah (roja ilallah) yang tidak akan mensia-siakan orang yang bergantung kepada-Nya. Setiap kali putusnya tali harapan dan hilangnya cita-cita, maka sulitlah seseorang pesakit untuk sembuh.

Sesungguhnya rawatan yang hakiki mestilah merangkumi rohani dan jasmani (fisikal) sekaligus. Dengan pendekatan ini ramai para tabib atau dokter telah membuktikan mereka mampu merawat pesakit mereka dengan lebih sempurna dan sewajarnya. Akhirnya mereka telah menghasilkan keputusan yang cemerlang. Maka selepas beberapa penyiasatan dan renungan yang mendalam mereka telah membina suatu falsafah baru mengenai rawatan diatas asas,
1. Pengetahuan dalam bidang ilmu pengobatan
2. Pegangan dan kepercayaan kepada Allah SWT.

Banyak sekali cara pengobatan yang telah diajarkan oleh Rasul kita, Nabi Muhammad SAW kepada umatnya atau para pendahulu kita yang hingga kini menjadi ilmu yang turun-temurun diwariskan kepada kita selaku generasi penerus kaum muslim, maka sampai sekarang pun cara pengobatan yang diajarkan oleh Rasulullah tersebut masih merupakan cara pengobatan alternatif yang banyak digunakan oleh masyarakat di zaman ini. Mulai dari pengobatan dengan Ruqiyah atau cara-cara yang berdasarkan Al-Qur’an,  menggunakan madu, herbal-herbal, teknik bekam, dan masih banyak cara-cara lainnya yang sering rasul ajarkan atau gunakan dalam mengobati berbagai penyakit.

Sumber: https://keperawatanreligioncitradwilestari.wordpress.com/

 

Ini Dia Ciri-ciri Harta Penuh Berkah


uang 490x326 Ini Dia Ciri ciri Harta Penuh Berkah

“Sesungguhnya Allah Maha baik, dan tidak menerima kecuali yang baik…” (HR. Bukhari Muslim).

HADIST ini menjelaskan bahwa harta yang berkah adalah harta yang disenangi Allah. Ia tidak harus banyak. Sedikit tapi berkah lebih baik dari pada yang banyak tetapi tidak berkah. Untuk mendapatkan keberkahan harta harus halal. Karena Allah tidak mungkin memberkahi harta yang haram.

Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 100 dijelaskan bahwa tidaklah sama kwalitas antara harta haram dengan harta halal, sekalipun harta yang haram begitu menakjubkan banyaknya. Sekali lagi tidaklah sama antara harta halal dengan harta haram. Harta haram dalam ayat di atas, Allah sebut dengan istilah khabits.

Kata khabits menunjukkan sesuatu yang menjijikkan, seperti kotoran atau bangkai yang busuk dan tidak pantas untuk dikonsumsi karena akan merusak tubuh: secara fisik maupun mental. Tidak ada manusia yang mau memakan kotoran dan yang busuk. Sementara harta halal disebut dengan istilah thayyib, artinya baik, menyenangkan dan sangat membantu kesehatan fisik dan mental jika dikonsumsi.

Continue reading

Ada 10 Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

muslimah bersepedaBersepeda merupakan olahraga murah, meriah, dan sangat menyehatkan. Olahraga bersepeda juga merupakan kegiatan olahraga yang dapat diikuti oleh seluruh kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, bahkan sampai lanjut usia.

Selain itu, olahraga bersepeda juga tidak memandang kelas, jenis kelamin, dan status para pesepeda. Sepanjang dirinya sehat, bisa naik sepeda dan memiliki sepeda, maka ia akan dapat mengikuti olahraga bersepeda. Setidaknya ada 10 manfaat bersepeda bagi setiap pesepeda.

10 Manfaat Sehat Olahraga Menggunakan Sepeda | Tentu saja olahraga memakai apapun atau dengan cara apapun selalu berdampak baik untuk kesehatan tubuh kita. Olahraga secara teratur akan membuat tubuh kita lebih bugar, fresh danlebih tahan terkena serangan penyakit. Begitupun juga berolahraga menggunakan sepeda. Setidaknya ada 10 manfaat olahraga menggunakan sepeda. Mengayuh sepeda akan memperkuat otot pada bagian tubuh kita, termasuk meningkatkan stamina. Berikut 10 manfaat sehat olahraga menggunakan sepeda.

Continue reading