Sholat Tahajud

sholat-tahajudSalat tahajjud adalah salat sunnat yang dikerjakan di malam hari setelah terjaga dari tidur. Salat tahajjud termasuk salat sunnat mu’akad (salat yang dikuatkan oleh syara’). Salat tahajjud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.

Dalam karyanya yang terkenal, Fiqh As-Sunnah, Sayyid Sabiq Sheikh menguraikan tentang subjek tahajjud sebagai berikut:

Suruhan untuk Nabi Muhammad, Allah swt berfirman sebagai berikut: Dan pada sebagian malam hari, sembahyang tahajjudlah kamu sebagaimana ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ketempat yang terpuji  (Al-Isra’ 17:79)

Perintah ini, meskipun secara khusus ditujukan kepada Muhammad, juga mengacu pada semua Muslim, karena Muhammad adalah menjadi contoh sempurna dan panduan bagi mereka dalam segala hal.

Selain itu, melakukan shalat Tahajud teratur memenuhi syarat sebagai salah satu dari orang-orang benar dan seseorang yang mendapatkan karunia dan kemurahan Allah. Dalam memuji mereka yang melakukan sholat malam, Allah berfirman: Dan orang-orang yang melalui malam dengan bersujud dan berdiri untuk tuhan mereka (Al-Furqan 25:64).

Hukum Sholat Sunnah Tahajud Adalah Sunnah Muakkadah

Dalam Matan Al Ghoyah wat Taqriib karya Al Qodhi Abu Syuja’ rahimahullah dijelaskan mengenai tiga shalat sunnah muakkad (yang ditekankan) yaitu shalat lail (shalat tahajud), shalat Dhuha dan shalat tarawih. Ketiga shalat ini merupakan shalat mutlak. Berikut penjelasan ringkas dari masing-masing shalat tersebut yang kami sarikan dari beberapa kitab fikih Syafi’i.

Dalam Fathul Qorib (hal. 71) disebutkan bahwa shalat lail (shalat tahajud) yang dikerjakan di malam hari adalah shalat sunnah mutlak yang lebih afdhol dari shalat sunnah di siang hari. Jika dikerjakan di tengah malam itu lebih baik. Kemudian akhir malam itu lebih afdhol. Ini bagi yang membagi malam menjadi tiga waktu.

Kami ringkas penjelasan berharga dari Kifayatul Akhyar:

Tidak diragukan lagi bahwa shalat tahajud ada shalat yang disunnahkan. Bahkan para ulama telah sepakat akan sunnahnya. Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu.” (QS. Al Isra’: 79).

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.” (QS. Adz Dzariyat: 17). Dulu shalat tahajud ini wajib lalu dihapus. Dalam hadits disebutkan,

عليكم بقيام الليل فإنه دأب الصالحين قبلكم ، وهو قربة لكم إلى ربكم ، ومكفر للسيئات ، ومنهاة عن الإثم

Lakukanlah shalat lail karena shalat tersebut merupakan kebiasaan orang sholih sebelum kalian. Shalat tersebut akan lebih mendekatkan diri kalian pada Rabb kalian dan juga akan menghapuskan dosa dan menjauhkan dari maksiat.” (HR. Hakim 1: 308, ia berkata sesuai syarat Bukhari).

Dalam hadits lainnya disebutkan,

من صلى في ليلة بمائة آية لم يكتب من الغافلين ومن صلى في ليلة بمائتي آية فإنه يكتب من القانتين المخلصين

Barangsiapa yang melaksanakan shalat lail dengan membaca 100 ayat, maka ia tidak dicatat sebagai orang-orang yang lalai. Barangsiapa yang shalat lail dengan membaca 200 ayat, maka ia dicatat sebagai orang yang taat dan ikhlas.” (HR. Hakim 1: 309, sesuai syarat Muslim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits munkar)

Ketahuilah bahwa pertengahan malam adalah waktu yang afdhol untuk shalat malam. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai manakah shalat yang lebih afdhol setelah shalat wajib, maka beliau jawab, “Shalat jauful lail (pertengahan malam).” (HR. Ahmad 8026). Karena ibadah pada waktu tersebut sangat berat dan kebanyakan orang dalam keadaan lalai dalam waktu tersebut. Waktu pertengahan malam terakhir lebih afdhol dari pertengahan malam pertama bagi yang ingin menghidupkan malam dengan shalat malam selama separuh malam. …

Dimakruhkan melaksanakan shalat lail pada seluruh waktu malam. Dalam kitab Ar Roudhoh disebutkan bahwa terlarangnya jika dijadikan rutinitas. Karena seperti ini akan membahayakan kesehatan mata dan badan sebagaimana disebutkan dalam hadits. …

Meninggalkan shalat malam itu dimakruhkan bagi yang telah membiasakannya. Sebagaimana kata Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash,

يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ ثُمَّ تَركَهُ

Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dahulu ia rajin mengerjakan shalat lail, lalu ia meninggalkannya.” (HR. Bukhari 1152, Muslim 2733, Ahmad 6584).

Dalam Al Iqna’ disebutkan bahwa terlarang mengkhususkan malam Jum’at dengan shalat malam karena ada hadits riwayat Muslim,

لاَ تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِى

Jangan khususkan malam Jum’at dengan shalat lail dan tidak dilakukan pada malam-malam lainnya.” (HR. Muslim no. 1144).

Syaikh Dr. Musthofa Al Bugho, pakar fikih Syafi’i saat ini berkata, “Shalat ini biasa disebut shalat lail (shalat malam) dan juga disebut sholat tahajudkarena shalat tersebut dilakukan setelah tidur.” (At Tadzhib, hal. 49).

Demikian beberapa penjelasan ulama Syafi’i mengenai shalat malam, moga bermanfaat. Insya Allah dilanjutkan dengan pembahasan shalat Dhuha pada kesempatan berikutnya.

Keutamaan yang Tekandung dalam Sholat Tahajud

“Jika matahari sudah terbenam, aku gembira dengan datangnya malam dan manusia tidur karena inilah saat hanya ada Allah dan aku.”

Sejarah telah mencatat bahwa Rasulullah Saw dan para sahabat selalu melaksanakan shalat tahajud. shalat tahajud adalah shalat yang sangat mulia. Keajaiban melaksanakan shalat tahajud telah tercatat dalam alquran. Ada beberapa keajaiban shalat tahajud seperti berikut ini:

Amal yang menolong di akhirat

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka adalah telah berbuat baik sebelumnya (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah).” (QS. Az Zariyat: 15-18)

Ayat di atas menunjukkan bahwa orang yang senantiasa bertahajud Insya Allah akan mendapatkan balasan yang sangat nikmat di akhirat kelak.

Pembersih penyakit hati dan jasmani

Salman Al Farisi berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, (shalat malam dapat) mendekatkan kamu kepada tuhanmu, (sholat malam adalah) sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa, dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)

Sholat Tahajud sebagai tiket masuk surga

Abdullah Ibn Muslin berkata “kalimat yang pertama kali ku dengar dari Rasulullah Saw saat itu adalah, “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah shalat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

Penghapus dosa dan kesalahan

Dari Abu Umamah al-Bahili berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Lakukanlah Qiyamul Lail, karena itu kebiasaan orang saleh sebelum kalian, bentuk taqarub, penghapus dosa, dan penghalang berbuat salah.” (HR. At-Tirmidzi)

Jalan mendapat tempat yang terpuji

Allah berfirman, “Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’:79)

Jalan mendapatkan rahmat Allah

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam, lalu melaksanakan shalat dan membangunkan istrinya. Jika sang istri menolak, ia memercikkan air di wajahnya. Juga, merahmati perempuan yang bangun malam, lalu shalat dan membangunkan suaminya. Jika sang suami menolak, ia memercikkan air di wajahnya.” (HR. Abu Daud)

Sarana meraih kemuliaan

Rasulullah Saw bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya di muliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi)

Sarana Pengabulan permohonan

Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa orang-orang yang menunaikan shalat tahajud dengan ikhlas. Rasulullah Saw Bersabda,

“Dari Jabir berkata, bahwa nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya di malam hari , ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)

Pelepas ikatan setan

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Setan akan mengikat kepala seseorang yang sedang tidur dengan ikatan, menyebabkan kamu tidur dengan cukup lama. Apabila seseorang itu bangkit seraya menyebut nama Allah, maka terlepaslah ikatan pertama, apabila ia berwudhu maka akan terbukalah ikatan kedua, apabila di shalat akan terbukalah ikatan semuanya. Dia juga akan merasa bersemangat dan ketenangan jiwa, jika tidak maka dia akan malas dan kekusutan jiwa.”

Penjaga kesehatan rohani

Allah SWT menegaskan bahwa orang yang shalat tahajud akan selalu mempunyai sifat rendah hati dan ramah. Ketenangan yang merupakan refleksi ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Allah Berfirman, “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqan: 63-64)

Meraih kesehatan jasmani

“Hendaklah kalian bangun malam. Sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Wahana pendekatan diri pada Allah Swt, penghapus dosa, dan pengusir penyakit dari dalam tubuh.” (HR. At-Tarmidzi)

Fakta Ilmiah Keajaiban Sholat Tahajud Bagi Kesehatan 

Sholat tahajuddapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindarkan dari  penyakit (HR.Tirmidzi)

Uraian Berikut dikutop dari buku berjudul: Ajaibnya Tahajjud Basmi Kanker, Penulis: Najamuddin Muhammad, Penerbit: Berlian (Diva Press), Cetakan: Pertama, April 2013, Tebal: 206 halaman, ISBN: 978-602-7640-77-1

Berangkat dari hadits tersebut di atas menyatakan bahwa shalat sunah tahajjud ini bukan hanya bermanfaat untuk menghapus dosa tetapi juga menghindarkan pelakunya dari berbagai penyakit. Buku setebal 206 yang ditulis oleh Nijamuddin Muhammad ini berusaha mengungkapkan keajaiban-keajaiban dari sholat tahajudtersebut disertai bukti ilmiah dari pelaku sholat tahajuddan bagaimana proses penyembuhan sholat tahajuddari berbagai macam penyakit. Terutama dalam hal ini adalah penyakit kanker.

Untuk membuktikan hal itu dr. Mohammad Shaleh, dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel,  Surabaya, dalam usaha meraih gelar doktornya, ia melakukan penelitian terhadap 41 responden siswa SMU Luqman Hakim, Pondok Peasantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu. Hanya 23 orang mampu bertahan melaksanakan sholat tahajudselama sebulah penuh. Ketika diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahajudselama dua bulan. Aktivitas shalat dimulai pukul 02.00-03.30 sebanyak 11 rakaat, masing-masing 2 rakaat 4 kali salam, plus 3 rakaat shalat witir. Setelah semuanya itu selesai hormon kortisol mereka diukur di tiga labotariom di Surabaya. Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa siswa yang rajin sholat tahajuddan ikhlas mempunyai ketahanan tubuh dan kemampuan individual menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil dan tenang (hal. 86-87).

Ketenangan itulah yang bisa meningkatkan ketahanan tubuh dan terhindar dari penyakit kanker. Sebaliknya apabila seseorang orang yang mengalami depresi dan stres justru mempercepat perkembangan sel kanker. Jadi, ada korelasi antara salat tahajjud dan ketenangan sehingga bisa mencegah penyakit kanker (hal. 88).

Kemoterapi Sholat tahajud Tanpa Efek Samping

Kemotrapi adalah penggunaan zat kimia untuk mencegah berkembangnya penyakit. Apabila seseorang selesai dioperasi atau dibedah biasanya dokter memberi kemoterapi berupa obat-obatan modern agar penyakit yang diderita pasien tidak kambuh lagi. Namun dalam hal ini banyak orang tidak tahu bahwa kemotreapi dengan bahan kimia ada efek sampingnya baik yang ringan maupun berat diantaranya mengalami mual dan muntah, lemas, gangguan pencernaan, rambut rontok, sariawan, gangguan otot dan saraf, dan efek pada darah yaitu rentan terkena infeksi, perdarahan, anemia dan masalah kulit (hal 76-80).

Sedangkan kemoterapi dengan salat tahajjud tidak ada efek sampingnya karena hanya berupa memasukkan “zat” iman kedalam diri seseorang sehingga mehirkan keyakinan akan adanya Allah yang bisa menolongnya dalam setiap kondisi dan keadaan.

Dalam sholat tahajudmerupakan juga meditasi seperti dalam yoga karena juga memusatkan pikiran, hati dan aktivitas seluruh tubuh kita dan juga ayat al Qur’an yang apabila dibaca pada keheningan malam bisa menimbulkan efek meditasi yang kuat. Bahkan menurut al Qadhi di klinik besar Florida AS berdasarkan penelitiannya bahwa bacaan al Qur’an mempunyai pengaruh besar terhadap ketenangan jiwa, ketentraman, serta mampu menurunkan depresi dan kesedihan seseorang hingga mencapai 97% (hal. 116).

Agar Sholat tahajud Berdampak Positif Terhadap Kesehatan

Perlu diketahui bahwa Shalat tahajjud tidak bisa berdampak positif terhadap kesehatan. Jika ketika melakukan ketaatan selalu dibumbui dengan niat yang salah. Aspek medis dalam konteks ini, sebenarnya hanyalah implikasi dari aspek spritual-transendental seseorang. Apabila aspek transendentalnya berjalan lurus dan dengan niat tulus dan ikhlas dan mengharap ridha-Nya, sehingga mampu mendekatkan diri kepada Allah Swt., maka berdampak pula terhadap medis yang menyembuhkan. Namun, jika yang menjadi tujuan utama adalah aspek lain, maka dapat melahirkan hasil yang kurang maksimal.

Agar Bangun Pada Sepertiga Malam

Di dalam buku ini juga diberikan trik-trik khusus agar bisa bangun malam diantaranya tidur lebih awal, wudhu dan minum air, niat yang sungguh-sungguh, membaca ayat al Qur’an, berdoa sebelum tidur dan tidur dengan posisi badan menghadap kekanan (hal. 178-181).

Buku ini sangat cocok dibaca bagi orang yang memiliki masalah kesehatan, baik itu kesehatan jasmani maupun rohani. Karena dengan shalat tahajjudlah tubuh kita menjadi sehat. Sebagaimana yang telah dibuktikan oleh para ilmuan yang melakukan penelitian.

Tata Cara Sholat Tahajud Berdasarkan Tuntunan Rasulullah SAW

  1. Waktu pelaksanaannya adalah setelah shalat isya sampai sebelum waktu shubuh. (Berdasarkan HR. al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah). Tetapi yang paling baik adalah pada sepertiga akhir malam (Berdasarkan HR. Ahmad, Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Jabir).
  1. Shalat tahajud boleh dikerjakan secara berjamaah (berdasarkan HR. Muslim dari Ibnu ‘Abbas), dan boleh juga dilakukan sendirian.
  1. Diawali dengan shalat iftitah dua rakaat. (Berdasarkan HR. Muslim, Ahmad dan Abu Daud dari Abu Hurairah). Adapun cara melaksanakan shalat iftitah adalah sebagai berikut:

Sebelum membaca al-Fatihah pada rakaat pertama, membaca do’a iftitah: 

سُبْحَانَ اللهِ ذِي الْمَلَكُوْتِ وَالْجَبَرُوْتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ


Artinya: “Maha suci Allah, Dzat yang memiliki kerajaan, kekuasaan, kebesaran, dan keagungan.”

Hanya membaca surat al-Fatihah (tidak membaca surat lain) pada tiap rakaat. (Berdasarkan HR. Abu Daud dari Kuraib dari Ibnu ‘Abbas). Adapun bacaan lainnya seperti; bacaan ruku’, i’tidal, sujud dan lainnya sama seperti shalat biasa.

Shalat iftitah boleh dilakukan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri. (Berdasarkan HR ath-Thabrani dari Hudzaifah bin Yaman)

  1. Setelah itu, melaksanakan shalat sebelas rakaat. Beberapa hadis Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa shalat tahajud bisa dilaksanakan dengan berbagai cara, di antaranya adalah:

Melaksanakan empat rakaat + empat rakaat + tiga rakaat (4 + 4 + 3 = 11 rakaat). (Berdasarkan HR. Al-Bukhari dari ‘Aisyah)

Dua rakaat iftitah + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + dua rakaat + satu rakaat (2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 1 = 13 rakaat). (Berdasarkan HR. Muslim dari ‘Aisyah).

Pada shalat witir, hendaknya membaca surat al-A’la setelah al-Fatihah pada rakaat pertama, surat al-Kafirun pada rakaat kedua, dan al-Ikhlas pada rakaat yang ketiga. Setelah salam, sambil duduk membaca:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ (3x)

Artinya: “Maha Suci (Allah), Dzat Yang Maha Kuasa dan Yang Maha Suci.”,

dengan mengeraskan dan memanjangkan pada bacaan yang ketiga, lalu membaca:

 رَبِّ الْمَلائِكَةِ وَالرُّوحِ

Artinya: “Yang Menguasai para malaikat dan ruh.”

(Berdasarkan HR. al-Baihaqi, juz 3/ no. 4640; Thabrani, juz 8/ no. 8115; Daruqutni, juz 2/ no. 2, dari Ubay bin Ka’ab. Hadis ini dikuatkan oleh ‘Iraqi)

  1. Membaca do’a

Berdasarkan hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا.


Artinya: “Ya Allah, berikanlah di dalam hatiku cahaya, di dalam penglihatanku cahaya, di dalam pendengaranku cahaya. Dan (berikanlah) cahaya dari sebelah kananku, cahaya dari sebelah kiriku, cahaya dari atasku, cahaya di bawahku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, dan berikanlah cahaya pada seluruh tubuhku.”

Berdasarkan riwayat Muslim dari ‘Aisyah:

اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.


Artinya: “Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (siksa)-Mu. Aku tidak dapat lagi menghitung pujian yang ditujukan kepada-Mu. Engkau adalah sebagaimana pujian-Mu terhadap diri-Mu sendiri.”

Berdasarkan hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ إِلَهِي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.


Artinya: “Ya Allah, hanya bagi-Mu segala pujian, Engkau cahaya (penerang) langit dan bumi. Hanya bagi-Mu segala pujian, Engkau Penegak langit dan bumi. Hanya bagi-Mu segala pujian, Engkau Yang Mengatur langit dan bumi beserta isinya. Engkau adalah Dzat yang haq. Janji-Mu adalah benar. Firman-Mu adalah benar. Perjumpaan dengan-Mu adalah benar. Surga adalah nyata. Neraka adalah nyata. Para nabi adalah benar. Hari kiamat adalah nyata. Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berserah diri. Hanya kepada-Mu aku beriman. Hanya kepada-Mu aku bertawakal. 
Hanya kepada-Mu aku kembali. Hanya atas pertolongan-Mu aku berjuang. Hanya kepada-Mu aku mohon keadilan. Maka ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang aku lakukan secara sembunyi-sembunyi dan yang terang-terangan. Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau.”

Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud

Bacaan Do’a Setelah Shalat Tahajud menurut beberapa pendapat sebenarnya tidak ada bacaan dan atau doa tertentu sesudah sholat tahajud, anda bisa berdoa apa saja dan memohon apa saja, namun demikian pendapat dari kebanyakan ulama’ dengan melihat kebiasaan Rasulullah SAW adalah dengan membaca doa sebagaimana berikut :

للّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Atau bisa juga dilafadzkan dalam bahasa indonesia :

“Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya. Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum. Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”.

Ada baiknya pula membaca Do’a keselamatan Dunia Dan Akhirat :


رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya : “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.(QS, 2:201)

Waktu Utama Doa Sholat Tahajud

Amru Ibn ‘Abasah berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah! Malam apakah yang paling di dengar?”, Rasulullah Saw menjawab, “Tengah malam terakhir, maka shalat lah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalat waktu tersebut adalah maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya)” (HR. Abu Daud)

Keajaiban sholat tahajud sudah terbukti, maka bertahajudlah!

Mungkin masih banyak lagi keajaiban shalat tahajud yang mungkin terlewat dari tulisan ini. Yang pasti shalat tahajud merupakan shalat yang bagus sebagai ibadah tambahan bagi kita. Wallahu A’lam 

Sumber:

Rumaysho.com
Eramuslim.com
Sangpencerah.com
Dakwatuna.com
id.wikipedia.org


Mudahan Apa yang kami kutip dari beberapa situs diatas bermanfaat. terimah kasih telah membaca artikel 
Panduan Tata Cara Sholat Tahajud sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Sumber: http://www.tongkronganislami.net/2015/01/panduan-tata-cara-sholat-tahajud-sesuai-tuntunan-nabi-muhammad-saw.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s