Sifat-Sifat Hamba Ar Rahman

بسم الله الرحمن الرحيم

sunrise

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan di dalam Al Qur`an surat Al Furqan ayat 63-76 beberapa sifat terpuji yang sepatutnya dimiliki oleh setiap orang yang beriman kepada Allah ta’ala. Sifat-sifat ini sangatlah baik untuk kita ketahui, pahami, dan terapkan pada diri kita masing-masing.

Untuk membantu para ikhwah dalam memahami sifat-sifat tersebut, maka pada kesempatan ini saya akan mencoba menuliskan secara ringkas penjelasan sifat-sifat tersebut. Penjelasan setiap sifat akan kami sebutkan di bawah setiap ayat yang menyebutkan sifat-sifat tersebut. Penjelasan ini merupakan saduran (dengan perubahan) dari kitab tafsir Ibnu Katsir rahimahullah ta’ala.

Sifat-sifat terpuji dari hamba-hamba Ar Rahman adalah sebagai berikut:

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا (63)

“Hamba-hamba Ar Rahman adalah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati. Apabila ada orang-orang jahil berbicara dengan mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.”

Sifat Pertama: Hamba Allah berjalan dengan sikap yang tenang dan santun, tidak dengan angkuh dan sombong, sebagaimana firman Allah ta’ala:

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا

“Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” [QS Al Isra`: 37]

Akan tetapi ini tidak berarti bahwa mereka memaksakan diri untuk bersikap seperti orang yang sedang sakit ataupun membuat-buat dengan tujuan agar dipuji manusia (riya`).

Sifat Kedua: Apabila ada orang yang jahil dan buruk akhlaknya berbuat kejelekan terhadap mereka, mereka tidak membalasnya dengan kejelekan pula. Mereka justru memaafkan dan mengucapkan perkataan yang baik terhadap orang jahil tersebut. Hal ini merupakan sifat Nabi صلى الله عليه وسلم yang diceritakan oleh Allah ta’ala di dalam Al Qur`an:

وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ

“Apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: “Bagi kami amal-amal kami dan bagi kalian amal-amal kalian. Kesejahteraan atas diri kalian, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil.” [QS Al Qashash: 55]

————————-

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا (64)

 “dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.”

Sifat Ketiga: Mereka mengisi waktu mereka dengan ibadah dan ketaatan kepada Allah ta’ala, termasuk pada malam hari mereka melaksanakan shalat malam. Allah ta’ala menyebutkan sifat hamba-Nya ini pada beberapa ayat di dalam Al Qur`an, di antaranya:

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“(Dahulu di dunia) mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan selalu memohon ampunan di waktu sahur (sebelum fajar).” [QS Adz Dzariyat: 17-18]

Di dalam ayat yang lain:

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

“Lambung mereka jauh dari tempat tidur dan mereka selalu berdoa kepada Rabb mereka dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.” [QS As Sajdah: 16]

————————-

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (65) إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (66)

“dan orang-orang yang berdoa: “Wahai Rabb kami, jauhkan azab Jahannam dari kami. Sesungguhnya azabnya itu adalah kekal. Sesungguhnya ia adalah seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.”

Sifat Keempat: Di antara doa yang mereka sampaikan kepada Allah adalah meminta agar mereka dijauhkan dari siksaan api neraka. Berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari api neraka pada hari kiamat merupakan doa yang sangat penting karena siksaan di neraka itu sangatlah dahsyat dan menyakitkan.

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, dia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Nabi صلى الله عليه وسلم pernah berdoa (yang artinya): “Ya Allah, Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jagalah kami dari azab neraka.” [HR Al Bukhari (4522) dan Muslim (2690)]

————————-

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا (67)

“dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir. (Pembelanjaan) itu di tengah-tengah antara yang demikian.”

Sifat Kelima: Mereka adalah orang bersifat pertengahan di dalam masalah pemanfaatan harta. Mereka tidak berlebihan dalam membelanjakan harta sehingga melampaui batas kebutuhan dan kemampuan. Mereka juga tidak berlaku kikir dalam harta mereka terhadap keluarga yang menjadi tanggung jawab mereka dan terhadap orang lain yang membutuhkan. Hal ini sejalan dengan firman Allah ta’ala:

وَلا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا

“Janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (kikir) dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya (boros) sehingga kamu menjadi tercela dan menyesal.” [QS Al Isra`: 29]

————————-

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (68) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (69) إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (70) وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا (71)

“dan orang-orang yang tidak menyembah sesembahan yang lain bersama Allah, tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan yang (dilarang) itu, niscaya dia akan mendapatkan balasan atas dosanya. Azab akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan mengerjakan amal saleh, maka merekalah orang-orang yang kejahatan mereka akan diganti oleh Allah dengan kebajikan. Allah itu adalah Ghafur (Maha Pengampun) lagi Rahim (Maha Menyampaikan rahmat). Orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia itu bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.”

Sifat Keenam: Mereka adalah orang yang bertauhid kepada Allah ta’ala dan tidak berbuat syirik terhadap Allah sedikitpun.

Sifat Ketujuh: Mereka juga tidak mau menumpahkan darah seseorang (membunuh) kecuali apabila ada alasan yang diperbolehkan secara syariat. Di antara hal-hal yang menghalalkan darah seorang muslim untuk ditumpahkan adalah: hukum rajam bagi yang orang berzina setelah dia menikah, hukum qishash (balas bunuh) terhadap seorang pembunuh, hukum bunuh bagi orang yang murtad dari Islam, dll.

Sifat Kedelapan: Mereka juga tidak mau berzina, karena ia merupakan salah satu perkara yang sangat besar dosanya.

Sifat Kesembilan: Apabila mereka secara sengaja atau tidak sengaja melakukan larangan di atas, maka mereka akan segera bertaubat kepada Allah dan melakukan amalan shalih agar kesalahannya tersebut diganti oleh Allah dengan kebaikan sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat di atas.

Ayat ke-68 dari surat Al Furqan di atas memiliki sababun nuzul (sebab turun) sebagaimana yang diterangkan di dalam hadits Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu. Dia berkata:

قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ؟ قَالَ: أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ. قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَأْكُلَ مَعَكَ. قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ

“Saya bertanya (kepada Nabi صلى الله عليه وسلم): “Wahai Rasulullah, dosa apakah yang paling besar?” Nabi menjawab: “Engkau mengadakan tandingan bagi Allah padahal Dia telah menciptakanmu.” Saya bertanya: “Kemudian apa lagi?” Nabi menjawab: “Engkau membunuh anakmu karena khawatir (makanan tidak cukup jika) dia makan bersamamu.” Saya bertanya: “Kemudian apa lagi?” Nabi menjawab: “Engkau berzina dengan istri tetanggamu.” [HR Al Bukhari (6001) dan Muslim (86)]
Allah ta’ala berfirman tentang sifat-sifat para hamba-Nya:
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا (72)

“dan orang-orang yang tidak menghadiri kegiatan zuur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan yang tidak berfaidah, mereka berlalu (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.”

Sifat Kesembilan: Ada dua penafsiran tentang kalimat (لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ) . Ada yang mengatakan maknanya adalah tidak menghadiri kesyirikan, kebid’ahan, dan kemaksiatan. Ada pula yang menafsirkan dengan makna tidak melakukan persaksian palsu. Kedua penafsiran tersebut ada benarnya, namun yang lebih kuat dan lebih sesuai dengan konteks ayat adalah penafsiran yang pertama karena Allah mengatakan di dalam ayat ini:

وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

“dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan yang tidak berfaidah, mereka berlalu (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.”

Sedangkan penafsiran dengan makna persaksian palsu, hal ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

أَكْبَرُ الْكَبَائِرِ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ ثَلَاثًا أَوْ قَوْلُ الزُّورِ

“Dosa besar yang paling besar adalah menyekutukan Allah, durhaka terhadap kedua orang tua, dan persaksian palsu, persaksian palsu.” -diulangi tiga kali- atau beliau mengatakan: perkataan dusta. [HR Al Bukhari (6919) dan Muslim (87) dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu.]

Sifat Kesepuluh: Mereka juga tidak mau menaruh perhatian terhadap kegiatan-kegiatan sia-sia yang tidak bermanfaat bagi diri dan agama mereka. Jika mereka menjumpai hal yang demikian, maka mereka akan segera berlalu meninggalkannya demi menjaga kehormatan diri dan agamanya.

————————-

وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا (73)

“dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.”

Sifat Kesebelas: Sifat mereka yang lainnya adalah apabila mereka mendengarkan nasehat, pengajaran, dan teguran dari kalam Allah, mereka akan mendengarkan dan memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Hati mereka akan bergetar dan keimanan mereka akan bertambah. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang bila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Rabb merekalah mereka bertawakkal.” [QS Al Anfal: 2]

Sedangkan orang-orang kafir, jika dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, mereka tidak memperdulikannya dengan berpura-pura tidak mendengar, membuat kegaduhan, dan menyibukkan diri dengan perkara yang lain.

————————-

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا (74)

“dan orang orang yang berkata: “Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami daripada istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (bagi kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa.”

Sifat Kedua Belas: Di antara doa mereka kepada Allah ta’ala adalah meminta kepada Allah untuk dianugerahkan pasangan dan keturunan yang bertauhid kepada-Nya, tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, dan taat kepada-Nya. Mereka tidak meminta kepada Allah semata-mata pasangan dan anak yang cakap/cantik rupanya, tetapi mereka meminta agar mereka diberikan pasangan dan keturunan yang shalih dan taat kepada Allah yang bisa menjadi penyejuk hati mereka ketika mereka masih hidup hingga ketika mereka telah meninggal dunia.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

إذا مات الإنسان انقطع عنه عمله إلا من ثلاثة: إلا من صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له

“Apabila seorang manusia meninggal, maka terputuslah amalannya darinya kecuali tiga perkara: sedekah yang terus dimanfaatkan, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shalih yang mendoakannya.” [HR Muslim (1631)]

————————-
Demikianlah dua belas sifat mulia dari hamba-hamba Ar Rahman yang Allah sebutkan di di dalam surat Al Furqan ayat 63 sampai ayat 74. Setelah Allah menyebutkan sifat-sifat mereka yang terpuji tersebut, Allah lalu menerangkan balasan yang akan mereka peroleh kelak:

أُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا (75) خَالِدِينَ فِيهَا حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (76)

“Mereka itulah orang yang diganjar dengan (mendapatkan kamar di surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, dan mereka kekal di dalamnya. Surga itu adalah sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.”

————————-
Saya memohon kepada Allah ta’ala, Rabb semesta alam, yang tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah selain dari-Nya, agar menjadikan saya, keluarga saya, orang tua saya, dan seluruh kaum muslimin termasuk ke dalam hamba-hamba Ar Rahman yang memiliki sifat-sifat yang mulia di atas dan mendapatkan kemenangan berupa surga di akhirat kelak. Amin ya Rabbal ‘alamin.

وبالله التوفيق

– See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s