Bumi Ini Akan Diwarisi Orang-Orang Yang Bertaqwa

pagi( Khutbah Idul Fitri 1429, di Masjid Al Azhar Kalimalang Bekasi ) Alhamdulillah pada pagi hari ini, kita diberi kenikmatan dan kesempatan oleh Allah swt untuk menyelesaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Kenikmatan ini harus kita syukuri dengan sebaik-baiknya, sebagaimana firman Allah swt :

وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“ Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu meng-agungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” ( Qs Al Baqarah : 185 )

 

Salah satu bentuk kesyukuran kita kepada Allah swt adalah kita bertakbir, bertahmid dan bertasbih, meng-agungkan kebesaran Allah swt,…

اللهُ اَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً، لاَ إلَهَ اِلاَّ اللهُ  وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.

kita meng-agungkan Allah swt karena Dia telah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita bisa menjadi orang Islam, menjadi orang beriman, menjadi pengikut nabi Muhammad saw … Inilah kenikmatan yang paling besar dalam kehidupan kita di dunia ini. Ini sesuai dengan firman Allah swt :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

“ Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu sebagai  agama bagimu.” ( Qs Al Maidah : 3 )

Allahu Akbar (3x), wa lillahil hamd

Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati oleh Allah swt ….

Pada kesempatan pagi hari ini, marilah kita merenungi salah satu firman Allah swt yang mengisahkan perjuangan nabi Musa as beserta para pengikutnya ketika menghadapi kekejaman Fir’aun dan balatentaranya, sebagaimana yang tersebut didalam surat Al A’raf 127-128  :

وَقَالَ الْمَلأُ مِن قَوْمِ فِرْعَونَ أَتَذَرُ مُوسَى وَقَوْمَهُ لِيُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَآلِهَتَكَ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءهُمْ وَنَسْتَحْيِـي نِسَاءهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُونَ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللّهِ وَاصْبِرُواْ إِنَّ الأَرْضَ لِلّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“ Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir’aun (kepada Fir’aun): “Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?”. Fir’aun menjawab: “Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka; dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka”.

Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”( Qs Al A’raf : 127-128 )

Ma’asyiral Muslimin ….dari ayat di atas, kita bisa mengambil beberapa pelajaran, diantaranya adalah :

Pertama : Bahwa orang-orang yang berpegang teguh dengan ajaran- ajaran Allah swt serta mengajak masyarakat untuk kembali kepada Allah swt seringkali mereka menjadi korban penindasan para penguasa. Pada ayat di atas Allah swt menerangkan bahwa Fir’aun dan kroni-kroninya memberikan stigma kepada nabi Musa dan pengikutnya dengan stigma negative. Mereka dituduh sebagai kelompok yang membuat kerusakan di muka bumi ini, padahal justru sebaliknya, nabi Musa dan para pengikutnya, begitu juga para ulama dan da’I, mereka sebenarnya hanya menyampaikan perintah-perintah Allah swt, dan mengajarkan kebaikan dan kebenaran kepada masyarakat, agar mereka bisa hidup bahagia dan sejahtera di dunia ini dan di akherat kelak.

Kedua : Bagaimana sikap nabi Musa, ketika mendapatkan tekanan-tekanan, penindasan demi penindasan serta tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar yang terus menerus dilancarkan oleh Fir’aun dan kroni-kroninya ? Jawabannya seperti yang disebutkan oleh Allah swt di atas bahwa beliau berwasiat kepada para pengikutnya dengan tiga hal yang sangat penting, yang mana ketiga hal tersebut kalau kita renungkan dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari, insya Allah kehidupan kita akan bahagia dan sejahtera, bahkan kita akan dijadikan oleh Allah sebagai golongan yang akan beruntung dan mendapatkan kemenangan di akhir kehidupan ini.  Ketiga wasiat nabi Musa itulah yang akan kita bahas pada pagi hari ini.

I .Selalu Meminta Pertolongan Kepada Allah Dalam Segala Keadaan

Wasiat nabi Musa yang pertama adalah :   اسْتَعِينُوا بِاللّه    agar kita selalu meminta pertolongan kepada Allah swt dalam segala masalah yang kita hadapi. Karena kita tidak akan bisa  melaksanakan ibadah dengan baik tanpa pertolongan Allah swt. Oleh karenanya, Allah swt memerintahkan kita untuk membaca surat Al Fatihah setiap harinya, paling tidak 17 kali, karena di dalamnya terdapat ajaran untuk meminta pertolongan kepada Allah di dalam melaksanakan ibadah sehari-hari, Allah berfirman :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“ Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.” ( Qs Al Fatihah : 5 )

Dalam ayat at tersebut, Allah swt telah menggabungkan antara ibadah dengan isti’anah  untuk bisa beribadat dengan baik  : ( meminta pertolongan ). Hal itu menunjukkan bahwa tidak mungkin kita bisa melaksanakan ibadah dengan baik tanpa adanya pertolongan dari Allah swt. Oleh karena itu, Rosulullah saw selalu memohon pertolongan kepada Allah swt agar diteguhkan hatinya

اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

“ Ya Allah, tolonglah aku agar aku bisa selalu berdzikir mengingat-Mu, dan agar aku selalu bersyukur terhadap nikmat-nilmat-Mu, serta agar aku selalu bisa beribadah dengan baik kepada-Mu. “

Memohon pertolongan kepada Allah swt bisa berwujud do’a dan dzikir, karena keduanya adalah wujud permintaan pertolongan kepada Allah swt. Oleh karena itu dalam berbagai hal, Allah swt selalu memerintahkan kepada kaum muslimin untuk banyak berdzikir dan mengingat-Nya. Diantara keadaan-keadaan yang kita diperintahkan untuk mengingat Allah swt adalah :

1/ Ketika menyelesaikan ibadah sholat dan bertebaran di muka bumi untuk mencari karunia Allah swt . Allah swt berfirman :

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“ Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung’ ( Qs Al Jum’at : 10 )

Dalam ayat di atas Allah menjelaskan kepada kita bahwa keberuntungan di dalam menjalankan perniagaan, begitu juga keberuntungan di dalam menjalani kehidupan yang lebih luas baik di dunia maupun di akherat adalah dengan memperbanyak dzikir dan mengingat Allah swt.

2/ Ketika menghadapi musuh di medan peperangan. Allah berfirman :

يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ

“  Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya, agar kamu beruntung.” ( Qs Al Anfal : 45 )

Dalam ayat tersebut, Allah swt menerangkan bahwa salah satu unsur kemenangan di dalam medan peperangan adalah selalu menyebut nama Allah swt sebanyak-banyaknya, karena kemenangan semata-mata pemberian Allah swt bukan karena kekuatan dan kemampuan kita.

3/ Ketika hati resah.

Allah swt memerintahkan kepada kaum muslimin untuk selalu mengingat Allah swt dalam setiap saat agar hati menjadi tenang. Allah swt berfirman :

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“  (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( Qs Ar Ra’du : 28 )

 

II. Sabar Adalah Bekal Untuk Menjadi Pemimpin

Allahu Akbar (3x), wa lillahil hamd….

 

Ma’asyiral Muslimin….

Wasiat nabi Musa as yang kedua adalah : agar kita selalu bersabar di dalam menghadapi ujian dan cobaan yang menimpa diri kita. Untuk melatih kesabaran tersebut,  Allah swt mewajibkan kita sebagai kaum muslimin untuk berpuasa penuh pada bulan Ramadhan dengan tujuan agar kita menjadi orang-orang yang bertaqwa . Sebagaimana firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“ Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”( Qs Al Baqarah: 183 )

Di dalam ibadah puasa, kita dilatih untuk bersabar dan menahan diri…. karena tidak mungkin seseorang bisa menyelesaikan ibadah puasa ini kecuali dengan kesabaran yang penuh, bagaimana tidak ? seseorang yang berpuasa bersabar menahan rasa lapar dan haus… bersabar meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa walaupun pada asalnya sesuatu itu mubah… dan ini berlangsung satu bulan penuh. Maka dengan modal kesabaran ini seseorang diharapkan menjadi orang-orang yang bertaqwa …karena salah satu arti taqwa adalah menahan diri dari apa-apa yang dilarang oleh  Allah swt.

Untuk mencapai ketaqwaan tersebut, selain dengan kesabaran menjalankan ibadah puasa, begitu juga harus dilalui dengan kesabaran di dalam menjalankan ibadah sholat, karena sholatpun tidak mungkin dilakukan dengan sempurna dan khusu’ sesuai dengan rukun dan syarat-syaratnya kecuali dengan kesabaran yang penuh. Allah memerintahkan kepada seluruh orang tua untuk mendidik anaknya dengan sabar agar mereka terus  mengerjakan ibadah sholat :

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“ Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” ( Qs Toha : 132 )

Hal ini dikuatkan oleh firman Allah swt :

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

” Dan mintalah pertolongan ( kepada ) Allah dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhhya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang  khusu’ , ( yaitu ) orang-orang yang menyakini , bahwa mereka akan menemui Robb-nya dan bahwa mereka akan kembali kepad-Nya ” ( QS Al Baqarah : 45 -46 )

Ayat di atas menunjukkan bahwa mengerjakan sholat dengan sempurna sungguh sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusu’, yaitu mereka yang yakin bahwa mereka akan kembali kepada Allah swt.

Bahkan Allah swt telah menjelaskan kepada kita bahwa pahala yang besar disisi Allah tidak bisa diraih kecuali dengan beriman dan beramal sholeh dan tidak ada yang mampu mengerjakan itu kecuali orang-orang yang sabar.

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ

“ Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar”.( Qs Qashas : 80 )

Salah satu unsur-unsur yang menentukan kemenangan umat Islam di dalam peperangan adalah bersabar, karena Allah selalu bersama orang-orang yang sabar .

يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُواْ وَاذْكُرُواْ اللّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلَحُونَ وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَرَسُولَهُ وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“  Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya, agar kamu beruntung dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” ( Qs Al Anfal : 45-46 )

Dari keterangan ayat-ayat di atas, kita bisa menyimpulkan beberapa hal seperti di bawah ini :

Pertama : Bahwa tujuan diwajibkannya kita berpuasa adalah supaya kita bisa menjadi orang yang bertaqwa. Salah satu hikmahnya bahwa dengan puasa kita dilatih untuk bersabar. Jadi dengan sabar kita akan sampai pada derajat ketaqwaan.

Kedua : Sarana untuk melatih kesabaran bukan hanya terdapat dalam puasa saja, akan tetapi terdapat juga dalam ibadah-ibadah lain, seperti sholat, dan jihad di jalan Allah swt serta amal-amal sholeh yang lain.

Ketiga ; Ternyata kita dapatkan bahwa kesabaran bisa mengantarkan kaum muslimin pada kemenangan di dalam medan peperangan. Begitu juga bisa mengantarkan kepada kemenangan melawan hawa nafsu, maka ketika telah menyelesaikan puasa selama satu bulan penuh, kita diperintahkan untuk merayakan kemenangan tersebut pada hari raya Idul Fitri seperti ini, di mana umat Islam kembali lagi kepada fitrahnya setelah satu bulan berperang dan mampu mengalahkan syetan-syetan.

Keempat : Dengan kesabaran ini pula umat Islam, bahkan umat-umat yang lalu berhak menjadi pemimpin di dunia ini. Lihatlah bagaimana Allah swt berfirman :

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar dan mereka meyakini ayat-ayat kami.” ( Qs As Sajdah 24 )

Berkata para ulama berdasarkan ayat ini :

إنما تنال الولاية بالصبر و اليقين

“ Sesungguhnya kepemimpinan itu didapat dengan sabar dan keyakinan “

Imam Qurtubi menjelaskan di dalam tafsirnya bahwa yang dimaksud para pemimpin pada ayat di atas adalah para nabi dan rosul, karena mereka selalu sabar di dalam melaksanakan perintah-perintah Allah, bersabar di dalam menjauhi larangan-larangan-Nya serta sabar dengan segala ujian dan cobaan yang menimpa mereka.

Hal ini dikuatkan dengan firman Allah swt :

 

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُواْ يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَآئِيلَ بِمَا صَبَرُواْ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُواْ يَعْرِشُونَ

“ Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka “ .(Al A’raf : 135 )

Ayat di atas menjelaskan beberapa masalah :

Pertama : Allah berjanji akan memberikan kemenangan dan kekuasaan bagi orang-orang yang tertindas di belahan bumi manapun juga, baik di belahan timur maupun barat. Ini sesuai juga dengan firman Allah swt :

وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ

“ Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)” ( Qs Al Qashas : 5 )

Kedua : Selain itu, Allah juga berjanji akan memberkati bumi yang akan ditempati orang-orang yang menang tadi dengan ditumbuhkannya berbagai macam tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Inilah yang dimaksud bumi yang diberkati oleh Allah swt : (الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا )

Ketiga : Itu semua bisa teralisir dan terwujud dengan syarat : mereka harus bersabar menghadapi berbagai ujian dan cobaan.

Keempat : Allah akan menghancurkan kerajaan dan kekuasaan orang-orang yang dzalim berikut bangunan-bangunan yang selama ini mereka bangun.

Ma’asyiral Muslimin ……Dari situ, bisa kita simpulkan bahwa  kesabaran yang kita latih selama bulan Ramadhan penuh ini, ternyata mampu menumbuhkan dua kekuatan yang luar biasa. Pertama : yaitu kekuatan yang bisa mengantarkan kita kepada derajat ketaqwaan. Sedang yang kedua : yaitu kekuatan yang bisa menjadi bekal bagi kita untuk hidup terhormat di muka bumi sebagai para pemimpin yang memegang aturan Allah swt dan mengajak orang lain untuk mengikuti aturan Allah swt, serta mengantarkan kepada kita untuk mewarisi dunia ini.

Allahu Akbar (3x), wa lillahil hamd….
Ma’asyiral Muslimin ……Kedua wasiat nabi Musa kepada para pengikutnya di atas, sebenarnya juga sudah diwasiatkan Allah swt kepada nabi-Nya Muhammad saw ketika beliau menemukan berbagai rintangan dan hambatan di dalam berdakwah, bahkan tidak jarang Rosulullah saw dihina, diolok-olok bahkan dituduh sebagai orang yang terkena sihir, atau orang yang gila dan seterusnya. Allah swt berfirman

تِلْكَ مِنْ أَنبَاء الْغَيْبِ نُوحِيهَا إِلَيْكَ مَا كُنتَ تَعْلَمُهَا أَنتَ وَلاَ قَوْمُكَ مِن قَبْلِ هَـذَا فَاصْبِرْ إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

“ .. itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa. ( Qs Hud : 49 )

Di dalam surat lain, Allah swt berfirman :

فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ  وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَأَدْبَارَ السُّجُودِ

 

“  Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya) dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan setiap selesai sembahyang.” ( Qs Qof : 39-40)

Selain diperintahkan untuk bersabar terhadap terhadap cacian dan olok-olokan orang-orang kafir, dalam ayat di atas, nabi Muhammad saw diperintahkan juga untuk selalu bertasbih dan memuji Allah swt, baik pada pagi hari maupun  pada sore hari. Begitu juga, beliau diperintahkan untuk bertasbih dan melakukan sholat pada malam hari. Itu semua untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dan memohon pertolongan-Nya.

Dalam surat lain, Allah swt juga berfirman  :

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

“ Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.”  ( Qs Ghofir : 55 )

Dalam ayat tersebut, selain diperintahkan bersabar dan berdzikir pada pagi dan sore hari, nabi Muhammad saw diperintahkan juga untuk memperbanyak istighfar dan diperintahkan untuk menyakini bahwa janji Allah swt adalah benar adanya. Oleh karena tidaklah salah jika sabar dan  keyakinan serta banyak dzikir kepada Allah adalah unsur-unsur penting yang bisa mengantarkan seseorang, bisa mengantarkan suatu kelompok, bahkan bisa mengantarkan umat ini pada posisi kepimpinan dunia. Maha Benar Allah dalam salah satu firman-Nya :

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, ketika mereka sabar dan mereka meyakini ayat-ayat kami.” ( Qs As Sajdah 24 )

Oleh karena itu……ma’asyiral muslimin…. marilah kita senantiasa untuk selalu bersabar dan selalu yakin dengan janji – janji Allah swt serta selalu melakukan dzikir di waktu pagi dan sore hari, bahkan pada setiap kesempatan untuk merealisasikan perintah Allah swt di atas.

بارك الله لكم في القرآن الكريم ، ونفعنى وإياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم …إنه هو الغفور الرحيم .

Khutbah Kedua

II. Bumi Ini Akan Diwarisi Orang-Orang  Yang Bertaqwa

Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati Allah swt …

Wasiat ketiga yang sampaikan nabi Musa as, adalah :

إِنَّ الأَرْضَ لِلّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“ Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; diwariskan–Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

Menurut ayat di atas, bahwa bumi ini adalah milik Allah dan akan diwariskan kepada orang-orang yang bertaqwa. Ini merupakan janji Allah kepada para hamba-Nya , sebagaimana firman-Nya :

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا

“ Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku “ ( Qs An- Nur : 55 ) .

Bahkan janji ini sudah lama ditulis di Lauhul Mahfudh, jauh – jauh sebelum manusia diciptakan di muka  bumi ini, sebagaimana firman Allah swt :

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِن بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ إِنَّ فِي هَذَا لَبَلَاغًا لِّقَوْمٍ عَابِدِينَ

“ Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini diwarisi hamba-hamba-Ku yang saleh.  Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah).” ( Qs Al Anbiya : 105-106 )

Lantas siapa yang dimaksud dengan orang-orang bertaqwa dan sholeh yang akan mewarisi bumi dan  berkuasa di atasnya ?

Yang dimaksud orang-orang yang bertaqwa yang dijanjikan Allah swt akan berkuasa di muka bumi ini adalah :
Mereka yang selalu meminta pertolongan kepada Allah swt di dalam setiap keadaan, serta berdzikir dan bertasbih pada pagi dan sore, siang dan malam.
Mereka yang selalu sabar di dalam menjalani perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya serta sabar di dalam menghadapi ujian dan cobaan yang menimpa diri mereka. Kedua sifat tersebut sudah diterangkan pada khutbah pertama .
Mereka yang beriman dan beramal sholeh, yaitu yang selalu hanya mentauhidkan Allah saja serta tidak mensyirikan-Nya dengan sesuatu apapun, sebagaimana yang tersebut dalam surat ( Qs An- Nur : 55 ) di atas.
Mereka yang bila berjalan di atas bumi, selalu dalam keadaan rendah hati, tidak pernah berlalu sombong dan takabur serta mencari kekuasaan dunia. Ini sesuai dengan salah satu sifat Ibadurahman yang tersebut di dalam firman Allah swt :

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

“ Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” ( Qs Al Furqan : 63 )

Ini juga dikuatkan dengan firman Allah swt :

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“ Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”  ( Qs Al Qashas : 83 )

Allahu Akbar 3X wa lillah hamd

 

Ma’asyiral Muslimin…..

Demikian tiga wasiat nabi Musa as kepada kaumnya ketika mereka sedang diuji oleh Allah swt ….mereka tertindas dimana-mana, hanya karena mereka berpegang teguh dengan ajaran- ajaran Allah swt, maka Allah mengangkat mereka menjadi para pemimpin dunia karena kesabaran, keyakinan dank arena mereka memperbanyak dzikir kepada Allah swt …..Dan inilah yang dialami nabi Yusuf as, sejak kecil hidupnya penuh dengan ujian dan cobaan, tetapi dengan ketaqwaan dan kesabarannya, akhirnya beliau diangkat oleh Allah menjadi pemimpin yang mengarahkan rakyat ini menuju jalan Allah swt .

قَالَ أَنَاْ يُوسُفُ وَهَـذَا أَخِي قَدْ مَنَّ اللّهُ عَلَيْنَا إِنَّهُ مَن يَتَّقِ وَيِصْبِرْ فَإِنَّ اللّهَ لاَ يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

Yusuf menjawab: “Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami”. Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, Maka Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” ( Qs Yusuf : 90 )

Mudah-mudahan kita bisa melaksanakan tiga wasiat tersebut dan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang sabar dan yakin terhadap janji-janji Allah swt serta selalu berdzikir , bertasbih, beristighfar dan memohon pertolongan kepada Allah dalam setiap keadaan. Amien Ya Rabal ‘Alamin .

أقول قولى هذا ، وأستغفر الله  لى و لكم ولسائر المسلمين فاستغفروه ،  إنه هو الغفور الرحيم .

أ للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْراَهِيْمَ ، ٌوَبَارِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعلَىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ في العالمين إِنَّكَ حَمِيْد ٌمَجِيْدٌ

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَبقيتنا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا و لا إلى النار هي مصيرنا برحمتك يا أرحم الراحمين

Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepada-Mu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan janganlah Engkau jadikan neraka sebagai tempat kembali kami, Wahai Dzat Yang Maha Penyayang.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَات

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka .

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ اْلعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى اْلمُرْسَلِيْنَ وَاْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

للهُ أَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ اللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الْحَمْدُ

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Disampaikan pada Khutbah Idul Fitri di Masjid Al Azhar, Jaka Permai, Kalimalang, Bekasi, pada hari  Rabu, 1 Syawal 1429 H / 1 Oktober 2008 M, oleh : DR. Ahmad Zain An Najah, MA ( Hp : 081319063442 ) Direktur Pesantren Tinggi “ Al Islam “ , Jati Melati, Pondok Melati, Bekasi.

Sumber: http://www.ahmadzain.com

Advertisements

One thought on “Bumi Ini Akan Diwarisi Orang-Orang Yang Bertaqwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s