HUKUM MEMASANG FOTO DI MEDIA SOSIAL

sketsa_kamera_id5Kajian Online WA Hamba اَللّٰه Ta’ala
Nanda M102
Hari / Tanggal : Jum’at, 16 Januari 2015
Narasumber : Ustadzah Tya
Tema : Kajian Islam
Admin : Citra & Lala
Notulen : Sofie & Ana Trienta
Hukum memasang foto di media sosial
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad.)

Diantara dampak negatif wanita memajang foto wajah di internet:
– Bisa membuat pria yang sengaja maupun tak sengaja melihatnya menjadi tergoda, mengotori hatinya, membuat terbayang siang malam, bahkan bisa menimbulkan niat-niat buruk atau bahkan sampai melakukan kejahatan. Meski seorang wanita menutup seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangannya, kemudian ia memamerkan dirinya di social media maka ini pun tidak bisa menjamin selamatnya orang yang melihat dari fitnah, sebab wajah wanita memiliki daya tarik yang sangat kuat terhadap laki-laki, sehingga, meski seluruh badannya tertutup dengan baik akan tetapi jika wajahnya dibuka dan dipampang di depan pengunjung akun, maka itu bisa menimbulkan fitnah di hati orang yang memandangnya. Disebabkan orang yang menyaksikan foto itu bisa terfitnah maka tidak dibolehkan memampang foto wajah itu di halaman situs yang bisa diakses oleh para pria yang bukan mahromnya.
 – Menggoda pria, membuat pria tidak menundukkan pandangan, padahal dalam Al Quran diperintahkan menundukkan pandangan. Jika di dunia nyata, pria tidak akan berani lama-lama menatap wanita, apalagi yang belum dikenalnya. Pria akan malu kalau kelihatan sedang melihat wanita tersebut terus-menerus. Namun foto di internet, para lelaki bisa melihatnya lama-lama tanpa merasa malu, sebab tidak ada orang yang tahu. Dan hal tersebut bisa mendatangkan berbagai dampak negatif baik bagi pria maupun wanita. Sudah seharusnya para wanita menolong para pria dengan cara mencegah terjadinya hal tersebut, yaitu dengan tidak memajang fotonya.
– Betapa banyak wanita yang menjadi korban pria jahat berawal dari Facebook, diajak ketemuan,  ditipu, diculik, diperkosa, dibunuh, dll, diawali oleh pria tertarik melihat foto sang wanita di FB, sebagaimana sering diberitakan media massa.
– Foto anda bisa dicopy dan diedit oleh orang-orang jahat, dijadikan foto porno, atau digunakan untuk hal-hal lain yang merugikan, (misalnya orang membuat suatu akun dengan memakai foto-foto anda)

 

Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan muslim dan muslimah untuk menjaga pandangannya dari lawan jenis yang bukan mahram. Tak sampai di situ Allah pun memerintahkan masing-masing kepada mereka untuk saling menjaga diri. Ketika mengupload foto Anda di internet maka anda secara tak langsung telah “menandatangani kontrak” bahwa anda membebaskan siapapun bebas untuk memandang Anda tanpa terkecuali. Terus dimana penjagaan Anda terhadap kehormatan Anda dan orang lain? Wahai para wanita…tahukah anda bahwa:
(1) Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu (jika sengaja pamer kecantikan/keindahan tubuh dan tampil menggoda) semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
(2) Semakin sang lelaki menghayalkanmu…semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu
(3) Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!!!. Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari.., apalagi keelokan tubuhmu….
(4) Bayangkanlah… betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan…bahkan jutaan para lelaki??
(5) Jika anda menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu maka anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah.
(6) Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat…dan di akhirat kelak…bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam!!
Dari segi syariah, jelas perilaku ini menyelisihi Firman Allah Subhanahu wa ta’ala ,

“Dan menetaplah di dalam rumah kalian dan jangan bertabarruj sebagaimana orang jahiliyyah yang pertama….” (QS. An Nur : 33)

Imam Mujahid Rahimahullah berkata tentang ayat ini, “Dahulu wanita berjalan jalan di sekitar para lelaki, maka inilah yang dimaksud dari Tabarruj orang jahiliyyah pertama.” (HR.Abdurrazzaq no 2340 dalam kitab Tafsirnya)
Imam Baghowi Rahimahullah berkata, “(Dan janganlah kalian bertabarruj), Mujahid dan Qatadah berkata Tabarruj ialah berlenggak lenggok dan mencari perhatian. Ibnu Abi Najih berkata itu adalah berlenggak lenggok. Dan dikatakan bahwa itu artinya Memperlihatkan perhiasan dan menunjukkan kecantikannya kepada lelaki.” (Tafsir Ma’alimu At Tanzil karya
Imam Baghowi. Wafat : 510 H)
Imam Al Qurthubi Rahimahullah berkata, “Arti asal kata “Buruj” ialah terlihat. Dan dari itu Tabarruj nya seorang wanita dengan memperlihatkan perhiasannya.” (Tafsir Al Jami’ Li Ahkam Al Qur’an karya Imam Qurthubi. Wafat : 671 M)
Imam Syaukani Rahimahullah juga berkata, “ Tabarruj ialah wanita memperlihatkan dari perhiasan dan kecantikannya yang wajib ditutupi yang bisa membangkitkan syahwat lelaki.” (Tafsir Fathul Qodir karya Imam Syaukani. Wafat : 1250 H)
Dari ayat ini bisa kita fahami bahwa kebiasaan wanita mengupload foto diri nya di profil maupun album di jejaring sosial adalah salah satu dari tabarruj yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala . Karena telah memperlihatkan keindahannya dan kecantikannya kepada publik. Bahkan perbuatan ini jauh lebih buruk dari bertabarruj di dunia nyata. Karena di jejaring sosial, semua orang baik itu baik, buruk, jahat, bodoh, maupun alim, semuanya bisa melihat dan mengunduhnya semau dia lalu mempergunakan foto itu di hal yang diharamkan. Sedangkan di dunia nyata, mungkin masih bisa untuk menahan padangan atau nafsu darinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun sangat membeci orang yang gemar membuat gambar. Dan orang yang membuat gambar adalah orang yang paling besar azabnya di akhirat nanti. Sedangkan Memfoto juga termasuk dari membuat gambar.
Dari Abdullah ibn Mas’ud, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang paling berat azabnya di hari akhirat adalah para pembuat gambar” (HR Bukhori 5950 dan Muslim)
Imam Nawawi Rahimahullah berkata, “Para Ulama’ berkata bahwa menggambar gambar hewan hukumnya sangat diharamkan dan itu adalah termasuk dosa besar karena dia dijanjikan kepadanya peringatan keras ini. Dan baik dibuat untuk dipakai atau untuk yang lainnya, maka membuatnya adalah haram dengan segala hal, dan baik itu di baju atau karpet atau dirham atau dinar atau uang atau tempat minum atau tembok atau yang lain sebagainya.” (Fathul Bari karya Imam Ibnu Hajar Al Asqalani)
Dari Abdullah ibn Umar berkata, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang membuat gambar-gambar ini akan diazab pada hari kiamat lalu dikatakan kepada mereka “hidupkan apa yang telah kalian buat!” (HR Bukhori Muslim)
Adapun beberapa ulama’ yang membolehkan berfoto, itupun hanya sebatas kebutuhan yang darurat. Seperti foto tanda pengenal, KTP, Paspor dll. Bukan untuk di koleksi maupun dipertontonkan kepada khalayak ramai. Dari segi akhlaq dan perilaku, seseorang yang terbiasa mengupload foto dirinya di jejaring sosial cenderung ingin memamerkan apa yang dia kerjaan saat itu. Sehingga kadang tak luput dari suatu pekerjaan kecuali dia memfoto itu lalu mengupload foto itu di jejaring sosial. Bagi yang berjilbab agar dilihat bahwa ia telah berjilbab, bagi yang bercadar agar dilihat ia telah bercadar. Padahal sifat pamer, ingin dilihat atau riya’ adalah akhlaq yang buruk.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin didengar, maka Allah akan menjadikanya didengar dengan itu. Dan barangsiapa ingin dilihat, maka Allah akan menjadikanya dilihat dengan itu.” (HR Bukhori 6499)
Allah berfirman Subhanahu wa ta’ala ,
“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, pasti kami berikan (balasan) penuh atas pekerjaan mereka di dunia (dengan sempurna) dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. (*) Itulah orang-orang yang tidak memperoleh (sesuatu) di akhirat kecuali neraka, dan sia sialah disana apa yang telah mereka usahakan (di dunia) dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Hud : 15-16)
Dari segi mental, wanita adalah fitnah terbesar bagi lelaki. Mungkin banyak yang mengkritik bahwa ini hanya pikiran lelaki-lelaki yang bernafsu aja, sedangkan lelaki biasa tidak. Jelas pemikiran ini tidak sesuai kenyataan. Salah satu keistimewaan Islam adalah agama yang sesuai dengan kenyataan. Bukan hanya retorika maupun khayalan.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk-tumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang Itulah kesenangan hidup di dunia dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS Al Maidah : 14)
Allah Subhanahu wa ta’ala menamkan pada jiwa setiap lelaki rasa suka terhadap harta begitupula pada wanita, maka dari itu Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan rambu-rambu
agar rasa suka itu tidak dilampiaskan di jalan yang salah. Allah pun memperingati para lelaki bahwa wanita itu adalah fitnah yang besar yang bisa memalingkan diri dari iman dan
ibadah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan menjaga kemaluanya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS An Nur :30)

“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman agar mereka menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluanya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali yang nampak darinya…” (An Nur: 31)

Maka tugas wanita adalah membantu para lelaki agar dapat menjaga pandangan mereka dengan tidak mengupload apapun dari foto dirinya di tempat umum seperti jejaring sosial. Bahkan apabila dia terus mempertontonkan kecantikannya dan dirinya maka itu termasuk tolong menolong dalam berbuat dosa. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh Allah sangat berat siksaannya.” (QS Al Maidah : 2)

Ibnu Hajar Al Haitami Rahimahullah berkata, “Barangsiapa sudah dipastikan bahwa lelaki non mahrom melihat dia maka wajib baginya untuk menutup wajahnya darinya, jika tidak, maka dia membantunya dalam perbuatan yang diharamkan, maka ia berdosa ”. (Kitab Tuhfatul Muhtaj)
Oleh karena itu, janganlah kalian upload foto diri kalian wahai para muslimat yang dirahmati oleh Allah. Karena itu adalah perbuatan maksiat yang amat tidak disukai Allah dan RasulNya. Dan semoga Allah selalu memberikan kita hidayah, ketaqwaan, Iffah dan kekayaan. Wallahu a’lam .
Tanya-jawab:
1. Kalo foto bareng temen-temen atau keluarga. Terus diupload.. Bagaimana hukumnya?tetep gak boleh yaa?
Jawab:
Boleh
2. Kalo fotonya hanya tampak belakang, bagaimana? Atau hanya bagian kaki…
Jawab:
Bisa
3. Kalo gambar.. Misalnya saya bikin gambar pake gambar kartun yang ada di gugle.. Tapi ditambah dengan hadits atau pot. Ayat alqur’an bagaimana hukumnya..
Jawab:
Boleh
4. Astagfirullah, terus gimana caranya kita menghilangkan kebiasaan ini mbak.. Agar terbiasa TIDAK memajang foto kita lagi mbak. mohon petunjuknya mbak.
Jawab:
Ingatlah selalu Allah ketika kita akan memposting foto. Karena hanya Allah yang maha tahu.
5. Bunda, kadang kita gak pasang fotopun kalo kita terkenal di medsos, seperti FB,twitter dll, kadang bahkan fb kitapun di salah gunakan oleh tangan-tangan jahil, di hack terus di buat macem-macem, itu gimana?
Jawab:
Hapus dan jangan gunakan akun tersebut ya nanda. Akun yang di hack biasanya akan yang selalu update status di medsos
6. Umm, batasan ghadul bashar itu gimana ya? Apa ada kegiatan tertentu yang membolehkan untuk bertatapan dengan non mahram? Saya pernah diajar di tempat kursus oleh ikhwan yang sangat menghindari melihat ke arah murid wanita. Kalo itu jadi menyulitkan untuk proses pembelajarannya gimana umm?
Jawab:
Iya bila masalah pendidikan tidak masalah. Batasannya tidak boleh berdua-duaan walaupun ia guru atau apapun. Tidak mahram makanya beliau atau nanda tidak nyaman karena ada iman kita yang melindungi. Bertatapan hanya jika perlu saja.. Afwan.
7. Bun mau tanya, kalo laki-laki yang suka narsis di medsos pasang foto biar banyak yang follow ditambah posting tentang agama padahal copas tapi seolah-olah itu karya sendiri, bagaimana? Apakah sama seperti wanita dlarang upload foto
Jawab:
tentunya sama antara laki-laki dan perempuan.
8. Gimana dengan laki-laki yang suka curhat masalah rumah tangganya di fb? saya punya teman seperti itu akhirnya saya block terus dia marah-marah katanya memutus silaturahim itu dosa dll. Saya cuma risih karena saya pun kenal baik istrinya sampai sekarang kalo ketemu saya gak mau nyapa padahal saya sudah bilang silaturahim tetap berjalan,cuma di fb saya gak mau kalo hoby curhatnya gak ilang. apa pantes coba seorang suami cerita aib istrinya di dunia maya.,lah yg selingkuh lah, yang materialis lah dll, kita yang baca kan risih. Saya pernah tegur tapi dia bilang inilah saya apa adanya. ya sudah saya bock eh malah saya di tuduh memutuskan silaturahim.
Jawab:
betul tindakan nanda. Curhat bukan di media sosial. Tapi cepatlah pada Allah maka akan selalu di dengarkan.
9. Gimana kalo kita sudah mengindari upload foto, tapi misalkan saat sedang kumpul dengan temen-teman, kita foto bersama, kemudian mereka justru yang upload. Apa kita juga salah karna kita ikut foto? Jadi yang harus dihindari itu foto atau upload foto?
Jawab:
Dalam kasus ini bisa pesan di teman untuk memburamkan wajah kita . Kalo sudah terlanjur tidak masalah. Yang penting saat berfoto nanda tidak menghadap kamera terlalu dekat.
10. Bun rha mau tanya maaf kalo dluar topik kita. Jika ada seorang lelaki yang jujur akan perasaannya kepada kita dan dia hanya ingin kita mengetahui tentang yang dia rasakan tanpa meminta untuk membalas rasanya, lelaki hanya ingin jujur tentang perasaannya saja dan dia juga bilang ” saya tak ingin mngotori hati anda tetap istiqommah dan jaga hati anda” setelah itu dia menghindar untuk menjaga jarak dan satu sama lain sama-sama menghindar. apa itu termasuk memutuskan tali silaturahmi mbak… kalo bertemu sepeti tidak saling kenal hanya sekedar senyum saja. Tetapi dia sering bbm hanya untuk mngingatkn shalat dan mmbangunkan untuk shalat tahajud ataupun untuk sahur. Tu gimana ya mbak.mohon penjelasannya mbak…
Jawab:
Bukan nanda. Itu hanya menjaga jarak. Itu jalan terbaik
11. Kalau bbm kayak gitu gak apa-apa kan mbak. Ada yang bilang kalau bbm atau sms sama lelaki tu gak boleh.
Jawab:
sesuai dengan kebutuhan saja. Tidak untuk curhat-curhatan gitu
Doa Kafaratul Majelis…
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat
Sumber: http://www.hambaallah.net/2015/01/hukum-memasang-foto-di-media-sosial.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s