Ketika Malaikat Zabaniyah Datang, Ia Tetap Tak Mau Beriman

Kisah-Abu-JahalAdalah paman Rasulullah shalalahu ‘alaihi wasallam, Abu Jahal, terkadang ia mendatangi beliau shalallahu ‘alaihi wasallam dan mendengarkan Al-Qur’an, kemudian berlalu namun hal itu tidak membuatnya beriman, tunduk, berperangai baik apalagi takut. Bahkan ia menyakiti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan ucapannya dan menghalangi manusia dari jalan Allah, berlalu lalang dengan angkuh memamerkan apa yang diperbuatnya dan bangga dengan kejahatan yang dilakukannya tersebut, seolah-olah telah melakukan prestasi besar.

Terhadapnya, turunlah ayat yang artinya, “Dan ia tidak mau membenarkan (Rasulullah dan Al Qur’an) dan tidak mau mengerjakan shalat… dst” (Al-Qiyamah:31 – dst). Dia selalu melarang Rasulullah shalalahu ‘alaihi wasallam shalat sejak pertama kali melihat beliau melakukannya di Masjidil Haram. Suatu kali, dia melewati beliau yang sedang shalat di sisi Maqam Ibrahim lalu berkata, “Wahai Muhammad! Bukankah aku sudah melarangmu melakukan ini?” Maka Rasulullah shalalahu ‘alaihi wasallam mengancamn dan berbicara keras kepadanya serta membentaknya. Dia berkata, “Wahai Muhammad! Dengan apa kau akan mengancamku? Demi Allah, aku ini adalah orang yang paling banyak kerabatdan pendukungnya di lembah ini (Makkah).”

Maka turunlah ayat:

فَلْيَدْعُ نَادِيَه سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ

Maka biarkanlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya) kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah.” (QS. Al-‘Alaq: 17-18)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam mengguncang-guncangkannya sambil membacakan firman Allah:

أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى .ثُمَّ أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى

Kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu, kemudian kecelakaanlah bagimu (hai orang kafir) dan kecelakaanlah bagimu.” (Al-Qiyaamah: 34-35)

Lantas sang musuh Allah tersebut berkata, “Engkau hendak mengancamku, wahai Muhammad? Demi Allah, engkau dan Tuhanmu tidak akan sanggup melakukan apapun. Sesungguhnya akulah orang yang paling perkasa yang berjalan diantara dua gunung di Makkah ini!” Sekalipun telah dibentak-bentak seperti itu, Abu Jahal tidak pernah jera dari kedunguannya bahkan semakin menjadi-jadi saja.

Berkaitan dengan ini, Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah, dia berkata, “Abu Jahal berkata, Apakah Muhammad sujud dan menempelkan dahinya di tanah (shalat) di depan batang hidung kalian?’

Mereka menjawab, “Ya, Benar!”

Dia berkata lagi, ‘Demi Lata dan ‘Uzza! Sungguh aku akan menginjak-injak lehernya dan membenamkan mukanya ketanah!”

Kemudia ia pun mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang sedang shalat. Abu Jahal sebelumnya sesumbar akan menginjak-injak leher beliau, namun mereka dikagetkan dengan berbalik mundurnya Abu jahal dan malah berlindung dibalik kedua tangannya.

Mereka lalu bertanya, “Wahai Abu Jahal! Ada apa gerangan denganmu?”

Dia menjawab, “Sesungguhnya antara diriku dan dirinya (Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam) terdapat parit dari api, makhluk menyeramkan dan memiliki sayap-sayap.”

Lantas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Andai dia sedikit lagi mendekat kepadaku, niscaya tubuhnya akan disambar malaikat dan terkoyak satu persatu.” (HR. Muslim di dalam Shahihnya, Shifah al-Munafiqin, hadits no. 38)

Disalin dari: “Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung: Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam; Dari kelahiran hingga detik-detik terakhir”. Syaikh Shafiyyurrahmaan al-Mubarakfuri. Judul Asli: Ar-rahiq al-Makhtum. Penerbit: Daarul Haq. Jakarta 2012.

Sumber: http://wanitasalihah.com/ketika-malaikat-zabaniyah-datang-ia-tetap-tak-mau-beriman/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s