Kelompok yang Mendapat Pertolongan

al-fatihRasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Senantiasa ada segolongan (Thaifah) dari umatku yang selalu dalam kebenaran menegakkan perintah Allah, tidak akan mencelakai mereka orang yang tidak menolongnya dan orang yang menyelisihinya sampai datang perintah Allah dan mereka tetap di atas (kebenaran) yang demikian itu.” (HR.  Bukhari dan Muslim)

Takhrij Hadits

– Hadits di atas derajadnya Shahih,  diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim (mutafakhul alaih), ada  dalam Shahih Bukhari  no. 364 dan Shahih Muslim no. 1037.

– Terdapat banyak hadist yang serupa dengan hadits tersebut di atas, antara lain :

1. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Mu’awiyah bin Qurrah dari Bapaknya ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Akan senantiasa ada sekelompok (Thaifah)  dari umatku mendapat pertolongan (Manshurah). Orang-orang yang menghinakannya tidak akan membahayakan mereka hingga terjadi hari kiamat.”

2. Hadits lain dari Imam Muslim: “Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (karena berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Allah sementara keadaan mereka tetap seperti itu .”  (HR. Muslim: Kitabul Imarah no. 3544 dan Tirmidzi: Kitabul fitan no. 2155 )

3. Hadits  dari Imam Muslim juga: “Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang berperang di atas urusan Allah. Mereka mengalahkan musuh-musuh mereka. Orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada mereka sampai datangnya kiamat, sementara keadaan mereka tetap konsisten seperti itu.” (HR. Muslim: Kitabul imarah no. 3550. )

4. Hadits yang dikeluarkan Nassa’i dan at-Thabrani : Dari Salamah bin Nufail Al-Kindi berkata: saya duduk di sisi Rasulullah, tiba-tiba seorang sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, masyarakat telah meninggalkan kuda perang dan meletakkan senjata. Mereka mengatakan ‘Tidak ada jihad lagi, perang telah selesai’. Mendengar pengaduan tersebut, Rasulullah menghadapkan wajahnya dan bersabda, “Mereka telah berkata dusta!!! Sekarang ini, sekarang ini, justru saat berperang telah tiba. Akan senantiasa ada dari umatku ini, satu umat (kelompok) yang berperang diatas kebenaran. Allah menyesatkan hati-hati sebagian manusia (orang-orang kafir) dan memberi rizki satu umat (kaum muslimin yang berjihad) dari mereka yang tersesat tersebut (yaitu harta Ghanimah). Demikianlah yang akan terus terjadi sampai tegaknya kiamat, dan sampai datangnya urusan (ketetapan) Allah. Dan kebaikan akan senantiasa tertambat pada ubun-ubun kuda perang sampai hari kiamat…” [HR. An-Nasai: Kitabul Khail no. 3505 dan At-Thabrani: dalam Al-Mu’jam  Al-Kabir no. 6231-6233. dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih sunan Nasa’i no. 3333 dan Silsilah Ahadits Shahihah no. 1991]

5. Hadits yang dikeluarkan Abu Daud : “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.” (HR. Abu Daud: Kitab al-Jihad no. 2125, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1959.)

Hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah diriwayatkan banyak jalur dari 19 shahabat. Menurut penelitian sejumlah ulama hadits, hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah telah mencapai derajat mutawatir.

Penjelasan

’Ath-Thaifah al-Manshurah’ diartikan sebagai kelompok/golongan yang mendapatkan pertolongan, atau kelompok/golongan yang memperoleh kemenangan.

Hadits-hadits terkait  Thaifah Manshurah menjelaskan  akan adanya sekelompok umat dari (kaum Muslimin) yang  senantiasa berjuang menegakkan dan membela agama Islam yang ’haq’. Mereka itu senantiasa berada di atas kebenaran dan karenanya mendapat pertolongan Allah dan memperoleh kemenangan. Tidak berpengaruh, tidak membahayakan atas Thaifah Manshurah ini, kelompok lain yang melecehkannya, membencinya dan memusuhinya. Mereka, Thaifah Manshurah ini akan terus istiqomah dalam kebenaran, sampai datang keputusan Allah, sampai datangnya Hari Kiamat.

Para ahli hadits seperti imam Bukhari dan Imam Ahmad berpendapat bahwa Thaifah Manshurah adalah ashabul hadits, alim ulama yang menjaga risalah Islamiyah tetap berada pada kemurnian dienul Islam  sebagaimana pada awalnya Rasulullah Saw dan para sahabat,  tabi’in dan tabiut-tabi’in generasi awal atau generasi salaf menerima, memahami dan mempraktekkan ajaran Islam dari sumber yang asli dan semurni-murninya dari wahyu yang diturunkan Allah Swt.

Para ulama menyebut ath-Thaifah al-Manshurah adalah bagian dari Firqotun Najiah (Golongan yang Selamat), bagian dari Ahlus Sunnah Wal Jamaah, bagian dari Al-Ghuraba ( Yang Terasing). Bagian umum yang berada di lingkaran besar adalah umat Islam, yang dijamin masuk surga setelah melalui proses hisab. Siapa saja yang muslim maka ia calon penghuni surga.  Lingkaran kedua adalah lingkaran firqah najiyyah bagian dari lingkaran pertama. Firqah najiyyah ini golongan yang selamat dari berbagai bid’ah dan penyimpangan. Golongan ini memiliki keutamaan dan keistiqomahan serta kemenangan di dunia dan akhirat yang tidak dimiliki oleh kaum muslimin secara umum, di mana mereka selamat dari bencana syubhat dan syahwat yang menimpa kaum muslimin secara umum.

Lingkaran ketiga yang lebih sempit lagi dan terletak di dalam lingkaran kedua adalah lingkaran Thaifah Manshurah. Ia bagian dari firqah najiyyah. Ia berbeda dengan anggota firqah najiyyah yang lain karena mereka memikul beban dan konsekuensi jihad, tampil beramar makruf nahi mungkar, membangun kehidupan Islami di bawah cahaya Al-Qur’an dan As-Sunnah serta menghadapi orang-orang zalim, fasik, munafik, dan kafir.

Karakteristik lain dari Thaifah Manshurah  adalah Jihad Fi Sabilillah. Hal ini tergambar dari Hadits An-Nassa’i dari sahabat  Salamah bin Nufail Al-Kindi  ( tentang berakhirnya kewajiban Jihad). Rasulullah  menegaskan : ”Sekarang ini,  justru saat berperang telah tiba. Akan senantiasa ada dari umatku ini, satu umat (kelompok) yang berperang diatas kebenaran. Allah menyesatkan hati-hati sebagian manusia (orang-orang kafir) dan memberi rizki satu umat (kaum muslimin yang berjihad) dari mereka yang tersesat tersebut (yaitu harta Ghanimah). Demikianlah yang akan terus terjadi sampai tegaknya kiamat, dan sampai datangnya urusan (ketetapan) Allah. Dan kebaikan akan senantiasa tertambat pada ubun-ubun kuda perang sampai hari kiamat…”

Jadi ath Thaifah al Manshurah adalah sekelompok kaum muslimin ( elit militan Muslim pilihan) yang salah satu cirinya senantiasa  menegakkan jihad, berperang melawan musuh-musuh Islam, dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi sampai datangnya hari kiamat.

Thaifah Manshurah bukan sifat yang dapat dimonopoli oleh seseorang atau sekelompok orang, tetapi ia adalah sifat yang dikenal melalui ciri dan karakteristik yang ditunjukkan oleh nash-nash Al-Kitab dan As-Sunnah. Ath-Thaifah al-Manshurah tidak menetap secara spesifik di suatu tempat. Mereka merupakan bagian elit kaum Muslimin yang bisa berada di seluruh penjuru dunia.

Adapun ciri-ciri Thaifah Al-Manshurah dapat digambarkan secara umum seperti  berikut:

1. Menegakkan Kebenaran, menjalankan perintah Allah. Mempelajari, mengilmui, memahami, meyakini, mengamalkan, mendakwahkan dienul Islam sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah serta membela dan mempertahankannya dari serangan-serangan musuh Islam.

2. Melaksanakan Jihad Fi Sabilillah. Selalu beri’dad mempersiapkan kekuatan jihad semaksimal mungkin. Jihad fi sabilillah merupakan ciri yang senantiasa melekat dan tidak bisa dilepaskan dari sifat Thaifah Manshurah. Dalam keadaan apapun, mereka dikenali melalui sifat ini. Apabila mereka terpisah dari jihad fi sabilillah karena keadaan yang luar biasa, mereka begitu bersemangat untuk menyingkirkan penghalang jihad tersebut dengan mengorganisir diri dalam suatu jamaah yang teratur rapi dalam rangka i’dad.

3. ath-Thaifah al-Manshurah mempunyai komitmen tinggi, istiqomah dalam kebenaran, bersabar dan senantiasa tawakal kepada Allah Swt. Thaifah Manshurah menanggung beban berat, menuntut adanya satu sifat khusus yang harus mereka miliki, yakni Sabar dan Tsabat/teguh hati serta tawakkal. Thaifah Manshurah adalah kelompok yang tidak bisa lepas dari ujian-cobaan. Thaifah Al-Manshurah akan mengalami kesulitan hidup, pengusiran, penangkapan, penyiksaan, bahkan pembunuhan dan qital.

4. ath-Thaifah al-Manshurah akan senantiasa mendapatkan pertolongan (Manshurah) dari Allah Swt, dan karena itu tidak membahayakan mereka  sikap-sikap pelecehan, permusuhan,  penentangan dan makar dari kelompok-kelompok yang memusuhi ath-Tahifah Manshurah ini.

5. ath-Thaifah al-Manshurah akan selalu meraih kemenangan atas musuh-musuhnya. Di antara mereka ada yang meraih kemenangan yang terlihat secara indrawi seperti kemenangan telak di medan perang, atau meraih kekuasaan. Di antara mereka ada juga yang meraih kemenangan mental, meski ia tertawan musuh namun mentalnya menunjukkan ketegaran dan keistiqamahan di atas kebenaran yang diperjuangkan.

6. ath-Thaifah al-Manshurah akan senantiasa ada, eksis terus menerus secara estafeta dari generasi ke generasi sejak zaman Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya sampai sekarang, dan bahkan sampai menjelang hari kiamat nanti. Mereka akan senantiasa ada sampai ditiupkan angin yang lembut yang mencabut nyawa setiap muslim sebelum ditiupnya sangkakala.

7.  Generasi terakhir ath-Thaifah al-Manshurah akan memerangi Dajjal. Dalam sebuah riwayat tentang Thaifah manshurah disebutkan, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.”

Riwayat tersebut menjelaskan bahwa di akhir zaman, kelompok Thaifah Manshurah adalah mereka yang bergabung dengan Al-Mahdi untuk memerangi musuh-musuh Islam, dimana Dajjal adalah salah satu yang akan dikalahkan oleh kelompok ini. Parameter kebenaran saat itulah adalah mereka yang bersama Al-Mahdi, sedang mereka yang menolak Al-Mahdi adalah munafik. Sedangkan kelompok Thaifah Manshurah yang memberikan dukungan kepada Al-Mahdi telah dijelaskan ciri-ciri mereka dalam beberapa riwayat yang kemudian dikenal dengan nama Ashabu Rayati Suud (Pasukan Panji Hitam dari Khurasan / The Black Banner). []msa dari berbagai sumber

Sumber: http://www.suara-islam.com/read/tab/199/Kelompok-yang-Mendapat-Pertolongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s