Metode Pengobatan Nabi Muhammad SAW

metode pengobatan Nabi

                                                     بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamualaikum Wr.Wb…

Dunia pengobatan dari dulu selalu berjalan seiring dengan kehidupan manusia. Karena, sebagai makhluk hidup, manusia tidak jauh berhubungan dengan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Keinginan untuk berlepas diri dari berbagai penyakit itulah yang mendorong manusia berupaya menyingkap berbagai metode pengobatan, mulai dari mengkonsumsi berbagai jenis tumbuhan secara tunggal maupun yang sudah terkontaminasi, yang diyakini berkhasiat menyembuhkan penyakit tertentu, atau sistem pemijatan, akupuntur, pembekaman hingga operasi dan pembedahan. Berbagai macam metode telah digunakan dari tahun ke tahun oleh setiap individu, dan metode pengobatan dari nabi kita Muhammad SAW merupakan salah satu alternatif pilihan dari masing-masing individu dalam menyembuhkan penyakit yang tertanam didalam dirinya.

Dalam pandangan pengobatan Islam ada 3 (tiga) tujuan utama mengapa Allah SWT menimpakan penyakit pada seseorang, yaitu :

a) Penghapusan Dosa, Rahmat dan Peningkatan Derajat.
Sakit yang menimpa seseorang yang berdosa merupakan penghapusan dosa untuknya apabila dia bersabar. Sekiranya dia tidak berdosa merupakan rahmat dan peningkatan drajat disisi Allah Swt.

b) Memberi Keinsafan (Taubatan Nasuha)
Sesetengah orang akan insaf (bertaubat) apabila ditimpa sakit. Dia sadar dan insaf bahwa hakikat sakitnya adalah karena dosa-dosanya. Dia sabar dan Ridha dengan ketentuan Allah Swt. Kalau matim pada waktu itu Insya Allah dia mati dalam keadaan khusnul khotimah. Kalau dia insaf/taubat itulah rahmat untuknya.

c) Kutukan Allah SWT

Apabila Allah sudah murka pada seseorang itu, maka diazabnya di dunia lagi sebelum di akhirat. Biasanya kalau seseorang itu ditimpa sakit yang ada hubungannya dengan kutukan Allah Swt susah hendak sembuh. Tanda orang tersebut apabila ditimpa sakit baik sudah sembuh ataupun sedang sakit, dia akan bertambah jahat. Bertambah lupa dengan Allah Swt. Imannya semakin Rusak dan Syariat makin diabaikan. Itulah kutukan dari Allah Swt. Kebanyakan katagori golongan ini, mereka mati dalam kehinaan.
Sedangkan Penyakit dalam pandangan pengobatan Islam (Thibbun Nabawwi) ada dua macam, yaitu penyakit rohani/hati dan penyakit jasmani/tubuh. Kedua penyakit itu disebutkan dalam Al-Qur’an.

Teknologi medis boleh saja merambati modernisasi yang sulit diukur.
Namun perkembangan jenis penyakit juga tidak kalah cepat beregenerasi. Sementara banyak manusia yang tidak menyadari bahwa Allah SWT tidak pernah menciptakan manusia dengan ditinggalkan begitu saja. Setiap kali penyakit muncul, pasti Allah SWT juga menciptakan obatnya. Sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan penyembuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah) Hanya saja ada manusia yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Kenyataan lain yang harus disadari oleh manusia, bahwa apabila Allah SWT secara tegas memberikan petunjuk pengobatan, maka petunjuk pengobatan itu sudah pasti lebih bersifat pasti dan bernilai absolut.

PRINSIP-PRINSIP PENGOBATAN RASULULLAH SAW..

1. KEYAKINAN BAHWA ALLAH SWT YANG MAHA PENYEMBUH

Bila memperhatikan pengobatan modern sekarang sungguh banyak yang bertolak belakang dengan prinsip pengobatan Rasulullah Saw. Manusia sekarang banyak beranggapan bahwa obat bisa menyembuhkan penyakit. Keyakinan ini adalah keyakinan yang batil bahkan bisa menjurus kepada syirik. Seorang ulama dari Malaysia H Ismail bin Ahmad mengungkapkan bahwa rata-rata pasien muslim yang berobat ke rumah sakit, setelah sembuh sakitnya mereka semakin jauh dari Allah Swt dikarenakan mereka memiliki keyakinan yang salah bahwa yang menyembuhkan mereka adalah obat disamping obat-obatn tersebut tidak bisa dipastikan kehalalannya.

Sebaliknya, Reasulullah mengajarkan bahwa Allah Swt adalah Dzat Yang Maha Penyembuh. Allah berfirman, “Dan apabila aku sakit, maka Dialah yang menyembuhkan aku.” (Asy Syu’ara:80). Keyakinan ini akan membantu pasien untuk tenang dan dekat kepada Allah yang pada akhirnya akan mempercepat proses kesembuhannya. Itulah sebabnya Rasulullah saw selalu mengajarkan orang yang sakit untuk berdoa kepada Allah Swt. Salah satu doa’ yang matsur adalah do’anya Nabi Yunus : Laa illaha illa anta subhanaka inni kuntu minal dhalimiin atau doa sebagai berikut :

“Allahumma rabbannaasi adhibil ba’sa wasyfi antas syaafii laa syifaa’a illaa syifaauka syifaan laa yughaadiru saqma” Ya Allah, Rabb pemelihara manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah,, Engkaulah Yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikitpun penyakit” (HR Bukhari)

2. MENGGUNAKAN OBAT HALALAN WA THOYYIBAN

Prinsip pengobatan dalam Islam yang diajarkan Rasulullah yang kedua adalah Bahwa obat yang dikomsumsi harus halal dan baik. Allah Swt yang menurunkan penyakit, maka dialah yang menyembuhkan. Bila kita menginginkan kesembuhan dari Allah Swt maka media ikhtiar (penggunaan obat) kita haruslah media yang diridhoiNya. Allah melarang kita memasukan barang yang haram dan merusak ke dalam tubuh kita. Allah berfirman:

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadanya “ (QS.Al-Maidah: 88)

“…dan janganlah kamu mencampakkan dirimu dalam kebinasaan..” (QS.2:195)

Rasulullah Saw bersabda : “Setiap daging (jaringan tubuh) yang tumbuh dari makanan haram, maka api nerakalah baginya.” (HR At-Tirmidzi)

“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan obatnya, dan menjadikan setiap penyakit pasti ada obatnya. Maka berobatlah kalian, tapi jangan dengan yang haram.” (HR. Abu Dawud)

Pengunaan obat yang halal disamping mendatangkan ridlo Allah adalah agar supaya badan tetap sehat. Ibnu Qayim menyatakan bahwa setiap yang haram bukanlah obat. Karena setiap yang haram tidaklah menyembuhkan melainkan akan mendatangkan penyakit baru yakni penyakit hati.

3. TIDAK MENIMBULKAN MUDHARAT

Prinsip pengobatan dala Islam yang ketiga adalah dalam menerapi pasien atau mengkonsumsi obat hendaklah diperhatikan kemudhoratan obat. Seorang dokter muslim akan selalu mempertimbangkan penggunaan obat kepada pasiennya. Untuk penyakit sederhana obatnya adalah obat sederhana (dengan makanan/obat alamiah). Tidak boleh memberikan pasien dengan obat kompleks (obat kimia) sebelum menggunakan obat sederhana dikarenakan obat kompleks bisa memiliki sifat merusak tubuh pasien.

4. PENGOBATAN TIDAK BERSIFAT TBC (TAHAYUL, BID’AH & CHURAFAT)

Pengobatan yang disyariatkan dalam Islam adalah Pengobatan yang bisa diteliti secara ilmiah. Pengobatan dalam Islam tidak boleh berbau syirik (pergi ke dukun, kuburan, dsb). Allah sendiri selalu memberikan pertolongannya (obat) melalui pengetahuan sebab suatu penyakit.

5. SELALU MENCARI YANG LEBIH BAIK (IKHTIAR & TAWAKAL)

Islam mengajarkan bahwa dalam berobat hendaklak mencari obat atau dokter yang lebih baik. Dalam etika kedokteran Islam diajarkan bila ada 2 obat yang kualitasnya sama maka pertimbangan kedua yang harus diambil adalah yang lebih efektif dan tidak memiliki efek rusak bagi pasien. Itulah sebabnya rasulullah menganjurkan kita untuk berobat pada ahlinya. Sabda beliau,

Abu Dawud, An Nasai dan Ibnu Majah meriwayatkan dari hadits ‘Amr Ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya; katanya: Telah berkata Rasulullah saw: “Barang siapa yang melakukan pengobatan, sedang pengobatannya tidak dikenal sebelum itu, maka dia bertanggung jawab (atas perbuatannya)”

SUMBER-SUMBER PENGOBATAN RASULULLAH SAW.

Dalam Shahih Al-Bukhari diriwayatkan dari Said Bin Jubair, dari Ibnu Abbas, dari Nabi Sholallahu alaihi wasalam “Kesembuhan itu ada 3, dengan meminumkan madu (bisyurbata ‘asala), sayatan pisau hijamah (syurthota mihjam), dan dengan besi panas (kayta naar) dan aku melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi panas.”

“Gunakanlah dua penyembuh; Al Qur’an dan Madu” (HR. Ath Thabrani dari Abu Hurairah)

Jadi berdasarkan kutipan hadist diatas, terdapat 3(tiga) cara pengobatan / rawatan Nabi SAW, yaitu :

1. Pengobatan dengan berdasarkan Al-Qur’an
2. Peng
obatan dengan menggunakan Obat-obatan alamiah, seperti madu dan lain-lain
3. Menggabungkan kedua-duanya.

Tiga sumber pengobatan itulah yang utama dan mulia menurut Ibnul Qayim. Beliau mengatakan bahwa cirri pengobatan dalam Islam adalah pengunaan Al Qur’an dan dengan bahan alamiah. Sementara pengobatan alopatik (kimia) tidaklah dikenal dalam pengobatan islam. Pengobatan ini munculnya dari orang-orang romawi yang digali dg prinsip sillogisme atas pendapat Aristoteles, dan Socrates. Sedangkan pengobatan islam digali atas dasar wahyu. Dengan demikian megikuti wahyu itu lebih pasti dan lebih selamat dari pada mengikuti pendapat manusia.

Dalam kaidah rawatan Islam, unsur yang dapat menyembuhkan pesakit bukanlah ramuan obat semata-mata tetapi juga unsur harapan kepada Allah (roja ilallah) yang tidak akan mensia-siakan orang yang bergantung kepada-Nya. Setiap kali putusnya tali harapan dan hilangnya cita-cita, maka sulitlah seseorang pesakit untuk sembuh.

Sesungguhnya rawatan yang hakiki mestilah merangkumi rohani dan jasmani (fisikal) sekaligus. Dengan pendekatan ini ramai para tabib atau dokter telah membuktikan mereka mampu merawat pesakit mereka dengan lebih sempurna dan sewajarnya. Akhirnya mereka telah menghasilkan keputusan yang cemerlang. Maka selepas beberapa penyiasatan dan renungan yang mendalam mereka telah membina suatu falsafah baru mengenai rawatan diatas asas,
1. Pengetahuan dalam bidang ilmu pengobatan
2. Pegangan dan kepercayaan kepada Allah SWT.

Banyak sekali cara pengobatan yang telah diajarkan oleh Rasul kita, Nabi Muhammad SAW kepada umatnya atau para pendahulu kita yang hingga kini menjadi ilmu yang turun-temurun diwariskan kepada kita selaku generasi penerus kaum muslim, maka sampai sekarang pun cara pengobatan yang diajarkan oleh Rasulullah tersebut masih merupakan cara pengobatan alternatif yang banyak digunakan oleh masyarakat di zaman ini. Mulai dari pengobatan dengan Ruqiyah atau cara-cara yang berdasarkan Al-Qur’an,  menggunakan madu, herbal-herbal, teknik bekam, dan masih banyak cara-cara lainnya yang sering rasul ajarkan atau gunakan dalam mengobati berbagai penyakit.

Sumber: https://keperawatanreligioncitradwilestari.wordpress.com/

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: