Tiada Duka Cita bagi Yang Istiqamah

MobilIbarat mobil yang stabil yang mampu melaju dengan cepat, begitu pula orang yang mencapai istiqamah tidak akan goyah, apalagi takut, oleh lajunya perubahan. Dia hidup dinamis, berjalan di atas kebenaran demi kebenaran, untuk sampai akhirnya kembali kepada Tuhan, sang Kebenaran Mutlak dan Abadi. Dan kesadaran akan hidup menuju Tuhan itulah yang akan memberi kebahagiaan sejati.
Seperti firman Tuhan dalam Al Qur’an:
46_13

artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.(QS. Al Ahqaaf: 13).

Dalam realita kehidupan pedagang dan pengusaha yang istiqomah dengan kejujuran akan berimplikasi pada terbukanya pintu rezeki, networking, mitra atau customer yang terus bertambah dan etos kerja . Politikus, penguasa dan pejabat yang istiqomah dalam menjaga amanah akan nampak sikap empati, trust dan dicintai. Begitu pula seorang mukmin yang istiqomah menjaga aqidahnya akan melahirkan sikap ihsan dalam kehidupan. Semestinya sikap istiqomah menjadi penghias amal sholeh bagi seorang mukmin. Sekalipun ia dihadapkan pada tantangan hidup, kemiskinan, kekurangan harta atau bahkan ketika berada pada puncak kesuksesan hidup dan gelimangan harta.
Bukankah Allah memberi kabar gembira untuk umatnya yang menjaga semangat istiqomah, dalam Surat Al-Ahqaaf:13 tersebut di atas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s