Bersihkan Aqidah, Murnikan Ibadah dan Raihlah Berkah

Luruskan Aqidah, Murnikan Ibadah, Ikhlaskan NiatMenjadi penghui Surga adalah harapan utama setiap Muslim, terlebih dalam kesempatan bulan yang mulia ini. Begitu banyak peluang amal yang mengantar manusia ke surga, namun penghalang utamanya hanyalah satu. Allah berfirman:  “…Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya adalah neraka, dan tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun”. (QS. Al-Maaidah: 72).

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Allah berkata kepada penghuni neraka yang paling hina adzabnya pada hari kiamat: “Kalaulah kamu memiliki apa-apa yang ada di bumi dari sesuatu, apakah kamu akan menebus (adzab) dengannya?, lalu ia berkata: “Ya”, Allah berkata: “Aku telah menginginkan darimu sesuatu yang lebih rendah dari itu sejak kamu dalam tulang punggung Adam, agar kamu tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun, lalu kamu menolak dengan menyekutukan-Ku (syirik)”. (HR: Bukhari, Muslim).

 

Dengan demikian maka berhati-hatilah dengan amalan anda. sebab yang menghapus pahala ibadah, menjerumuskan kedalam dosa besar dan paling hina adzabnya, bahkan kekal dalam Neraka adalah perbuatan menyekutukan Allah. Semakin hari dampak dari kebodohan dalam memahami aqidah yang benar semakin menyeret kaum Muslimin kepada kesesatan menuju syirik, sehingga menggerogoti pahala-pahala amal ibadahnya. Bulan Ramadhan adalah bulan yang Allah muliakan karena kehendak-Nya, namun sering salah dalam menyikapinya dan keluar dari aturan-aturan yang Allah dan Rasul-Nya telah tetapkan.

 

Mengkeramatkan tempat-tempat tertentu, mengagungkan makhluk dan benda-benda tertentu atau melakukan ritual-ritual tertentu untuk meramal/diramal nasib,  menolak bala’, memperlancar rezeki, jodoh, menyembuhkan penyakit dan lain sebagainya dengan memanfaatkan kemuliaan bulan Ramadhan bukanlah dari ajaran Islam, justru hal tersebut mengotori nilai-nilai tauhid. Perhatikanlah firman Allah: “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezki kepadamu dari langit dan bumi, atau -siapakah yang Kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka Katakanlah “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?”. (QS. Yunus: 31).

 

Apalagi menggunakan kedok wali, kiyai dan ustadz agar nampak seolah-olah itu perbuatan ibadah, namun Allah menegaskan lagi dalam firman-Nya:  “Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk”. (QS. Al-A’raf: 30). Dampak dari perilaku menyimpang seperti itu adalah Allah berfirman: “Dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi”. (QS. Az-Zumar: 65).

 

Syirik kecil juga sangatlah berbahaya. Hal ini nampak dalam sumpah yang menggunakan nama-nama selain nama Allah, menyertakan kehendak makhluk bersamaan dengan kehendak Allah, menyertai nama makhluk dan nama Allah dalam niat, menggantungkan azimat, tangkal, dan yang sejenisnya. Atau perbuatan hati, seperti riya’/sum’ah (mencari perhatian manusia).

 

Semuanya itu memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam merusak tauhid, pola pikir dan ketaatan seorang muslim kepada Rabb-nya. Kerusakan-kerusakan itu menjadikan manusia terserang penyakit al-wahn (yaitu, cinta dunia dan benci mati), sehingga aqidah mudah tercemari oleh kegelapan hawa nafsu dan akal manusia. Contoh nyatanya seperti peringatan dan perayaan malam turunnya Al-Qur’an, sahur/buka puasa bersama dengan keliling, dengan bedug, dengan shalawat dan bahkan nyanyian. Adapula yang berbentuk majelis dzikir, shalawat dan tilawah berjama’ah. Amal-amal tersebut memang ibadah, namun caranya menyimpang dari ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Terkadang isi dzikir, shalawat dan do’anya pun batil, ghuluw dan menyimpang dari aqidah yang selamat. Apalah lagi sampai diikuti dengan pengeras suara, berteriak sambil berisak-isak tangis, konvoi kendaraan, mengharuskan pakaian tertentu, tersiar dalam media televisi, dlsb. Allah berfirman: “Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu Termasuk orang-orang yang lalai”. (QS: Al-A’raf: 205).

 

Beberapa siaran radio dan televisi menganggap baik memanfaatkan kesempatan bulan mulia ini dengan nyanyian religi, film-film dan sinetron atas nama “islami”, namun banyak mengandung kemunkaran. Allah berfirman: “Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”. “Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya””. (QS. Al-Kahfi: 103-104).

 

Perhatikanlah pula sabda Rasulullah: “Surga itu dihiasi dengan hal-hal yang dibenci, dan Neraka dihiasi dengan syahawat (kesenangan duniawi)”. (HR: Muslim). Allah berfiman dalam surat Al-An’am ayat 70: “Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur’an itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri”.

 

Hanya orang-orang yang berilmu yang mampu menangkis jebakan-jebakan setan dan tipu daya musuh-musuh Islam. Karena itu marilah kita memperbanyak menimba ilmu dari Al-Qur’an dan Hadits melalui para ulama, berlindung, memohon ampun dan bertaubat kepada Allah agar Allah tidak menyia-nyiakan amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini dalam menggapai surga-Nya [Hanifudin, dengan peringkasan dari redaksi]

Sumber: http://arsiranku.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s