3 Bentuk Kezaliman Menurut Imam Hasan Al Bashri

 

Assalamualaikum wr wb

 

Sahabatku rahimakumullah,

 

Imam Hasan Al Bashri (642 – 728 Masehi) adalah ulama dari Kota Basrah dan cendekiawan muslim yang berguru langsung kepada para sahabat Nabi, antara lain Imam Ali bin Abi Talib kw, Abdullah bin Abbas, Abu Musa Al-Asy’ari, Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah and Abdullah bin Umar.

 

 

Beliau salah seorang Ahli Fiqih (fuqaha) yang berani berkata benar dan menyeru kepada kebenaran dan seorang yang sukar diperoleh tolak bandingnya dalam soal ibadah. Menurut Imam Al Bagir ra tentang ketokohan Imam Hasan Al Bashri, “ucapan Al Hasan menyerupai ucapan para Nabi”.

 

 

Menurut Imam Hasan Al-Bashri dalam Kitab kitab Syarhu Sunnah jilid 14,” Kezaliman itu ada tiga macam:

 

1)Kezaliman yang tidak diampuni Allah Swt;

 

2)Kezaliman yang tidak dibiarkan begitu saja oleh Allah Swr ;

 

3)Kezaliman yang diampuni Allah Swt.

 

 

Kezaliman Pertama, Kezaliman yang tidak di ampuni Allah sebelum pelakunya bertobat, adalah syirik pada kepada Allah Swt.  Syirik (menyekutukan Allah) merupakan kezaliman terbesar, sebagaimana firman Allah Swt : “Sesungguhnya kesyirikan adalah kezaliman yang besar.” (QS. Luqman:13)

 

 

Rasulullah Saw juga bersabda :Maukah aku kabarkan kepadamu sekalian tentang dosa yang paling besar? yaitu mempersekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, dan persaksian palsu.” (Muttafaq alaih)

 

 

Dosa syirik membawa dampak yang sangat buruk bagi kehidupan seorang manusia di dunia dan di akhirat. Di antaranya sebagai berikut:

 

·Dosa syirik merupakan kezaliman dan dosa terbesar yang tidak terampuni pelakunya sebelum bertaubat. Sebagaimana termaktub dalam surat An-Nisaa’ ayat 48 dan 116.

 

·Dosa syirik mengeluarkan seseorang dari lingkaran Islam dan menjadikan tersesat dengan kesesatan yang jauh. Allah berfirman: Dan Barangsiapa yang mempersekutukan Allah sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang jauh.” (QS. An-Nisaa’ 116)

 

·Kesyirikan menggugurkan pahala amalan kebajikan. Allah berfirman: “Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am: 88)

 

·Orang yang mempersekutukan Allah adalah seburuk-buruk makhluk, dan akan kekal dalam Neraka selama-lamanya. Allah berfirman: Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahlul Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS. Al-Bayyinah: 6)

 

 

Demikian besarnya akibat dosa syirik, hingga Nabi Ibrahim as memohon kepada Allah agar menjauhkan dia dan keturunannya dari dosa syirik. Nabi Iberahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang aman dan jauhkanlah aku dan anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.”(QS. Ibrahim:35)

 

 

Perbuatan syirik itu tidaklah terbatas hanya pada penyembahan patung-patung saja, akan tetapi banyak macamnya, seperti: berdoa kepada selain Allah, meminta pertolongan kepada selain Allah, percaya kekuatan gaib pada benda-benda tertentu.

 

 

Kezaliman yang kedua: kezaliman yang tidak dibiarkan begitu saja tanpa ada pembalasan, yaitu kezaliman yang dilakukan seorang manusia terhadap sesamanya, atau seorang muslim terhadap saudaranya.

 

 

Dalam sebuah hadist Qudsi yang diriwayat-kan oleh Imam Muslim, Rasul berkata, Allah Swt  berfirman, “Wahai hamba-hambaku sesungguhnya Aku mengharamkan atas diriKu untuk berbuat zalim (kepada hamba-hambaKu) dan Aku mengharamkannya pula atas kamu sekalian, maka janganlah kamu sekalian saling menzalimi satu dengan yang lain.”

 

 

Kita sering melihat dalam realita kehidupan dunia ini, perbuatan kezaliman yang dilakukan seseorang kepada saudara-nya baik dalam harta, jiwa dan kehormatannya, seperti: korupsi, menumpahkan darah orang lain tanpa hak (termasuk perbuatan Teror oleh para Teroris), menyia-nyiakan atau tidak menunaikan hak orang lain yang wajib ditunaikan , mengancam jiwa seseorang, memfitnah,mencaci maki, mencerca, mencemarkan nama baik, pengambilan tanah/rumah seseorang secara paksa tanpa hak atau ada imbalan yang pantas, memakan harta anak yatim, tidak membayar hutang dalam kondisi mampu melunasinya dan lain-lain.

 

 

Semua itu merupakan bentuk kezaliman yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya, sebagaimana dalam khutbah Arafah, Rasul Saw bersabda, “Sesungguhnya darah-darahmu, harta-hartamu dan kehor-matanmu diharamkan atas kamu sekalian. (HR. Al-Bukhari-Muslim)

 

 

Rasul Saw juga pernah bersabda “Diantara bentuk kezaliman seseorang terhadap saudaranya adalah apabila ia menyebutkan keburukan yang ia ketahui dari saudaranya dan menyembunyikan kebaikan-kebaikannya.”

 

 

Kezaliman adalah kegelapan di hari kiamat, sebagaimana Nabi Saw bersabda: Takutlah kamu berbuat kedzaliman, karena sesungguhnya kezaliman itu adalah kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim dan Ahmad)

 

 

Oleh karena itu beliau memerintahkan umatnya agar menyelesaikan urusan-urusan antara mereka di dunia ini, sebelum datangnya hari kiamat, yang perkara-perkara tersebut diselesaikan bukan lagi berupa harta, darah, dan kehormatan melainkan dengan tebusan amal-amal saleh kita.

 

 

Di Yaumil Hisab kelas, seorang yang kaya dengan amal kebajikan-nya dapat bangkrut seketika, akibat kezaliman yang dilakukan di dunia.

 

 

Nabi Saw pernah bersabda. “Tahukah kalian apakah orang yang bangkrut itu? para sahabat berkata: Orang yang bangkrut di antara kami, adalah yang tidak mempunyai uang dan harta benda, Nabi Saq berkata: Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, namun dia pernah mencaci si anu, memakan harta si anu, menumpahkan darah, dan memukul orang lain., maka diputuskanlah perkara orang tersebut dengan diambil sebagian dari pahala kebaikannya, kemudian seorang lagi dengan pahalanya, dan jika pahalanya telah habis sebelum menyelesaikan kewajiban-kewajiban atasnya maka diambillah dosa-dosa orang-orang yang dizaliminya, lalu dilimpahkan kepadanya, kemudian ia dicam-pakkan ke Neraka.” (HR.Muslim # 2581).

 

 

Kezaliman terhadap orang lain adalah seburuk-buruk bekal di yaumil hisab.

 

 

Kezalimam yang ketiga: kezaliman yang diampuni Allah Swt, yaitu kezaliman seorang hamba terhadap dirinya dengan melakukan perbuatan dosa atau kemungkaran/pelanggaran terhadap hak-hak Allah atas dirinya, misalnya meninggalkan puasa, minum-minuman keras, dan perbuatan-perbuatan yang mungkar lainnya yang berkaitan dengan pelanggaran hak-hak Allah terhadap dirinya. Al Qur’an sering membahasakan dosa itu dengan menganiaya diri sendiri.

 

 

Barangsiapa yang terjerumus dalam menganiaya diri sendiri atau berbuat kemungkaran –kemungkaran, tapi ia menyadari bahwa itu dosa lalu segera mengingat Allah Swt dengan bertobat dan beramal shaleh niscaya akan diampuni oleh Allah Ta’ala Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

 

 

Allah Swt berfirman: “Dan orang-orang yang apabila mengerjakan pekerjaan keji atau menganiaya diri mereka, mereka ingat akan Allah lalu mohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka, dan Surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya.” (QS. Ali Imran:135 – 136)

 

 

Semoga Allah Swt senantiasa menjauhkan kita dan anak2 keturunan kita dari segala bentuk syirik, dan kezaliman kepada sesama manusia maupun kezaliman terhadap diri sendiri, dan Semoga Allah Swt  senantiasa menganugerahkan kepada kita dan anak keturunan kita, keimanan kepada Allah dan RasulNya. Aamiin.

 

 

Semangat Pagi sahabatku, Alhamdulillah Jum’at, Thanks God it’s Friday. Selamat beraktifitas menjemput rezeki dan jangan lupa untuk membaca surat Al Kahfi atau perbanyak shalawat dan tentu saja saling berlomba dalam kebaikan dan saling berpesan dalam kebenaran dan kesabaran.

 

 

Untuk Anda yg sedang dilanda musibah/sakit, Semoga Allah segera mengangkat musibah/ penyakitnya dan menggantinya dgn kesehatan dan kebahagiaan. Amin YRA

 

 

Semoga tulisan sederhana ini membawa manfaat bagi diri saya, keluarga dan kita semua. Amin YRA

 

 

Allahumma shali ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad.

 

 

Terima kasih banyak, thank you n matur Syukran atas waktunya.

 

 

Bâraka Allâh fîkum. Amiin

 

 

Jakarta, Jumat, 13 Jumadil Akhir 1433 / 04 Mei 2012

 

Wassalamualaikum wr wb

 

Imam Puji Hartono (IPH)

Sumber: http://filsafat.kompasiana.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s