Jujur Kehormatan Diri

hiduplah_bersama_orang_jujurPenting sekali bagi kita mencermati nasehat Nabi saw berikut ini:

Anas RA berkata, “Dalam hampir setiap khutbahnya, Nabi Shalallohu ‘Alaihi Wasallam selalu berpesan tentang kejujuran. Beliau bersabda; ‘Tidak ada iman bagi orang yang tidak jujur. Tidak ada agama bagi orang yang tidak konsisten memenuhi janji’.” (HR Ahmad, Bazzar, Thobaroni )

Jujur itu melegakan dan membahagiakan. Jujur itu berkah dan mulia. Jujur itu gerbang menjadi ahli surga. Dihina karena jujur, pasti lebih baik dan membahagiakan, daripada dipuji padahal tidak jujur. Pastinya tak akan ada ketenangan dan pada saat dibuka oleh Allah SWT, tidak ada yang bisa menghalangi dari kehinaan.

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya kejujuran itu mengantarkan pada kebaikan dan kebaikan itu mengantarkan ke surga. Sesungguhnya seseorang yang senantiasa berkata jujur hingga dia disebut sebagai “shiddiq”, dan sesungguhnya dusta itu mengantarkan pada kejahatan dan kejahatan itu mengantarkan ke neraka. Sesungguhnya seseorang yang senantiasa berdusta dia akan dituliskan di sisi Allah SWT sebagai “kadzdzab” (sang pendusta)”. (HR Bukhari dan Muslim)

Kejujuran membawa ketenangan. Kejujuran mengantarkan kemuliaan. Kejujuran memberikan keberkahan. Kejujuran akan berbuah kecintaan Allah SWT. Kita jujur bukan untuk duniawi, bukan untuk diakui dan dikagumi. Kita jujur karena kejujuran adalah kehormatan kita sebagai muslim. Karena kejujuran adalah amal yang amat disukai Allah SWT.

Mari kita nikmati hidup dengan berusaha menjadi pribadi yang jujur dan terpercaya. Jujur menilai diri sendiri. Jujur dalam berkata, berpikir, bersikap. Jujur dalam mengemban amanah.

Jujur dalam hal hal lainnya juga mesti kita jalani, yakni ketika berani benar-benar jujur melihat keburukan, dosa-dosa, maksiat dan kekurangan-kekurangan diri ini. Maka ketika jujur melihat diri ini, akan merasa malu tiada tara, rasanya tak ada lagi muka, semua pujian, penghormatan orang-orang hanyalah karena Allah SWT menutupi kebusukan kita yang sesungguhnya. Andaipun dihina, sebetulnya penghinaan orang masih jauh lebih baik dibanding kehinaan kita yang sesungguhnya.

jujur makmurSemoga kita menjadi orang yang bebas dari sifat munafik, serta menjadi hamba yang jujur dan terpercaya sampai akhir hayat.

Sumber:  http://m.detik.com/ramadan/read/2013/08/02/074825/2322073/1422/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s