Hati-Hati Hadapi 6 Tipe Teman Seperti Ini

ukhuwah-250x205Teman yang membawa pada hubungan negatif bisa menyebabkan kita tertekan. Lebih parah lagi, bisa membuat kita merasa rendah diri dan tercampakkan. Dr Jan Yager dalam bukunya When Friendship Hurts: How to Deal With Frienads Who Betray, Abandon, or Wound You mengungkap tentang berbagai hubungan persahabatan.

Di dalam salah satu bagian buku, Yager mengungkap enam sifat yang bisa menimbulkan masalah dalam persahabatan. Bila Anda punya masalah dalam hubungan persahabatan, ada baiknya kita intip saran yang ditawarkannya.

1. Tukang Ingkar Janji 

Pengingkar janji sering mengecewakan kita. Sifat seperti ini biasanya terbentuk karena ia selalu kecewa saat usia pertumbuhan dan pembentukan pribadi. Bisa saja perilaku ingkar janji ini muncul belakangan. Itu berarti ada sesuatu yang terjadi pada dirinya.

Apa yang bisa Anda lakukan?

* Tapi, turunkanlah harapan Anda agar ia selalu menepati janjinya. Dengan begitu, Anda tak akan kesal.

* Salah satu cara mengubah si pengingkar janji adalah membantunya memahami konsekuensinya pada perasaan Anda. Katakan, misalnya, ”Tahu nggak kamu sudah empat kali membatalkan janji sepihak?”

* Setiap ada rencana bersama, pastikan Anda mendapat penegasan kembali darinya. Pastikan Anda selalu bisa dihubungi lewat telepon atau SMS di mana pun.

2. Si Pengkhianat

Teman seperti ini mengkhianati berkali-kali. Ini bisa terjadi ketika seseorang melakukan sesuatu yang menyakiti. Misalnya, menyebarkan rumor jahat. Mengapa seseorang suka berkhianat? Mungkin ia pernah merasa dikhianati atau dikecewakan oleh orangtua atau saudara saat masih kecil, dan ia mungkin mengulangi perilaku itu pada teman-temannya. Ia mungkin butuh bantuan dari luar untuk keluar dari lingkaran ini.

Apa yang bisa Anda lakukan?

* Anda mungkin mempertimbangkan untuk mengakhiri persahabatan.

* Bila Anda ingin menjauh, menjaga jarak darinya, lakukan tanpa membangkitkan amarahnya. Jangan sampai Anda menjadi korban berikut.

3. Si Asyik Sendiri

Teman seperti ini amat suka bercerita tentang dirinya sendiri. Jika ia mendengarkan Anda hanya karena ia menunggu kesempatan untuk bicara. Teman tipe ini menutupi ketidakmampuannya menoleransi suasana diam yang dirasakannya amat menyiksa.

Apa yang bisa Anda lakukan?

* Nyatakan dengan cara yang halus dan tak menyerang apakah ia memerhatikan bahwa sikap memberi dan menerima di antara Anda dan dia tidak seimbang.

* Anda bisa merencanakan aktivitas bersama yang meminimalkan masalah ini. Misalnya, main tenis, nonton film, atau kursus bersama.

4. Si Pembocor

Bila Anda mengatakan `’Ini di antara kita”, ia mengangguk. Tapi, janji itu dipegangnya hanya sampai di depan telepon. Ia pun menyampaikannya pada orang lain. Orang seperti ini mungkin merasa tak nyaman dengan rahasia karena itu ia menyampaikan pada orang lain untuk meringankan kecemasannya menyimpan rahasia.

Apa yang bisa Anda lakukan?

* Sampaikanlah rahasia yang tak penting dan lihatlah seberapa cepat rahasia itu menyebar.

* Cobalah ungkap perilaku ini. Ambil contoh spesifik ketika ia mengungkap rahasia dan lihatlah apa reaksinya. Apakah ia minta maaf? Apakah ia menyangkal? Apakah ia minta maaf dan menjelaskan bahwa ia tak sadar bahwa informasi itu rahasia?

* Pertimbangkan lagi tingkat kedekatan dengannya.

5. Si Pesaing

Sedikit kompetisi itu sehat, bahkan diharapkan. Terlalu banyak kompetisi di antara teman akan menghancurkan persahabatan. Sebab, kompetisi berimplikasi satu jadi pemenang dan yang lain kalah. Orang seperti ini mungkin bersaing di setiap aspek hidupnya. Ia bersaing di sekolah, di pekerjaan, dalam pergaulan, dengan orangtua, suami atau istrinya, bahkan anaknya sendiri.

Apa yang bisa Anda lakukan?

* Hindari situasi kompetitif. Misalnya, bila ingin menceritakan keberhasilan Anda, hindari sikap menyombongkan diri yang bisa menimbulkan reaksi `’Aku juga”.

* Perubahan perilaku kompetitif ini lebih banyak pada dirinya sendiri. Bila ia berhasil mengembangkan citra yang lebih baik akan mengurangi kebutuhannya untuk berkompetisi.

* Bila Anda ingin mempertahankan persahabatan, berlapang dadalah.

6. Si Pencari Kesalahan

Tak ada dari ucapan Anda, yang Anda pakai, benar di mata teman kritis ini. Pencari kesalahan kemungkinan dibesarkan oleh orangtua yang memberi penilaian secara ekstrem. Sulit mengubah sifat seperti ini. Ia pun mungkin tak sadar sikapnya itu bisa menyakiti hati orang lain.

Apa yang bisa Anda lakukan?

* Cobalah ungkap secara baik-baik dampak perilakunya itu pada perasaan Anda. `’Saya tahu kamu nggak bermaksud membuat saya merasa buruk, tapi ketika kamu menemukan kesalahan pada setiap ucapan atau perbuatan saya, itu sungguh-sungguh membuat saya merasa buruk.”

* Orang yang mengkritik dan mencari kesalahan sering kali tak bisa menerima kritik dari orang lain. Bila Anda balik mengkritik bisa saja ia memutuskan persahabatan Anda.

Sumber: http://www.republika.co.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s