Memotivasi Diri

aku bisa“Janganlah kamu bersikap lemah, dan jangan pula (kamu) bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (QS Ali Imran: 139)

Sungguh tiada terkira nikmat yang Allah berikan kepada umat manusia. Secara syariat, manusia dilengkapi kesempurnaan fisik, kemampuan berpikir serta sarana yang melimpah ruah di alam semesta ini. Maka dari itu, sudah seharusmya manusia bersyukur dan menyadari bahwa semua karunia tersebut semata-mata Allah sediakan untuk keperluan ibadah. Dalam kaitan ini maka sudah selayaknya pula jika manusia semestinya memacu diri untuk mampu mempersembahkan yang terbaik dalam hidupnya, yang bermanfaat di dunia dan bermakna di akhirat nanti.

Banyak orang yang hidup di dunia tidak memperdulikan apa yang ia lakukan. Bahkan banyak karunia-karunia Allah yang dititipkan padanya, namun tidak sempat diwujudkan menjadi perbuatan yang bermutu dan bermanfaat.

Bila saat ini kita belum juga berbuat sesuatu yang bernilai, agaknya ada beberapa sebab yang perlu kita renungkan bersama. Memang, banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan manusia menjadi lemah dan lalai. Kendati demikian, faktor yang biasanya lebih dominan justru datang dari dalam diri manusia itu sendiri. Diantaranya, kita seringkali melemahkan diri sendiri, merasa kalah sebelum berjuang. Kita harus menanamkan pada diri sendiri bahwa kita harus berprestasi, kita harus memompa semangat dan motivasi. Motivasi diri merupakan salah satu faktor yang harus tumbuh mulai dari sekarang. Tanpa motivasi dalam diri, sulit bagi kita untuk berkembang dan berprestasi.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat membantu dalam membangkitkan motivasi :

Munculkan harapan

Prinsip pertama agar seorang memiliki semangat yang menggebu sehingga mampu berbuat sesuatu adalah kemampuannya memunculkan harapan. Sebagai mahluk, kita tidak semestinya berputus harapan dari rahmat dan pertolongan Allah. Adanya harapanlah yang bisa membuat semangat untuk berbuat sesuatu itu ada.

“..Dan janganlah kamu putus asa dari rahmat serta pertolongan Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari Rahmat dan pertolongan Allah itu melainkan kaum yang kafir”. (QS Yusuf:87)

Mengenal Allah

Imam Ali ra mengatakan bahwa orang yang mengenal Allah dan mengenal kehebatan pertolongan-Nya dengan baik, akan menjadi manusia yang memiliki kekuatan hidup yang berlipat ganda, tak pernah gentar menghadapi kesulitan. Sesulit apapun kesulitannya akan dihadapi karena ia tahu bahwa Alllah Maha Kuasa dalam berbuat apapun. Sebaliknya, bagi orang yang tidak mengenal Allah, ia akan pesimis karena hanya mengukur dengan kemampuannya sendiri .

Oleh karena itu jangan heran jika orang yang tidak mengenal Allah akan merasakan keletihan dalam hidupnya. Ia mudah goyah dan lemah serta tidak mampu melakukan banyak hal yang bermanfaat. Kehebatan, keagungan dan kecepatan pertolongan Allah tiada tertandingi oleh apapun. Beruntunglah orang yang ketika hidup berusaha mengenal Alllah dan mendekatkan diri. Inilah sumber kekuatan yang tidak pernah terputus dan hal yang membuat hidup ini selalu bergairah dan menggebu.

“Dan barangsiapa yang bertaqwa pada Allah niscaya allah akan menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya” (QS Ath Thalaaq:4)

Begitulah orang-orang yang mau taat dan dekat pada Allah, Allah akan memberinya jalan keluar. Meski terdapat persoalan, jalan keluar akan selalu terbentang dihadapan kita. Kita berusaha menjadi orang yang tangguh dan kuat. Ini bisa diwujudkan ketika kita mengenali ilmu taat dan mendekat pada Allah.

Membersihkan hati

Kecepatan terbesar yang dapat membuat kita merasakan indahnya dekat dengan Allah (walupun dengan ilmu dan amal yang sedikit) adalah qolbu salim, hati yang bersih. Kita harus mampu berlatih untuk mengendalikan hati kita. Semakin lama kita berusaha melatihnya, semakin jernih hati kita. Suatu saat, kita akan merasakan kesejukan hati dan menjalani kehidupan yang indah. Tidak ada yang sulit dan rumit, semuanya akan nampak menyenangkan. Orang yang berhati bersih akan dijanjikan oleh Allah Qod aflaha man zakkaahaa, wa qad khahaa man dasaahaa

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang mensucikan jiwa itu, sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS Asy Syams: 9-10)

Dengan hati yang bersih, kita akan mengenal Allah dengan baik, kita akan memiliki kekuatan dan kemampuan yang berlimpah. Kekuatan inilah yang dapat membuat kita berbuat sesuatu yang lebih hebat dari yang kita duga. Inilah arti hidup ini, menjadi khalifah yang mampu berbuat sesuatu yang bermanfaat. Karya bermakna yang harus kita tinggalkan bagi kehidupan di dunia ini dan juga berarti di akhirat.

(Disarikan dari: Abdullah Gymnastiar dalam “Aku Bisa”)

Sumber: http://jalanlurusku.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s