Kisah Burung Rajawali dan 7 Prinsip Hidupnya

Rajawaliberitalangitan.com – “Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab [472], kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan”. ( Qs. Al – An’am : 38 ).

rajawaliDiantara simbol – simbol kekuasaan Allah swt dimuka bumi ini adalah Dia menciptakan binatang – binatang dari jenis burung – burung yang beragam jenisnya. Diantara sekian banyak jenis burung yang Allah S.W.T ciptakan sebagai tanda kekuasaan-Nya adalah Burung rajawali, burung rajawali adalah burung yang paling panjang usianya. Seekor burung rajawali bisa mencapai umur hingga 70 tahun. Tapi untuk mencapai umur tersebut adalah pilihan bagi seorang rajawali, apakah dia hidup sampai 70 tahun atau hanya sampai 40 tahun.

Ketika burung rajawali mencapai umur 40 tahun, maka untuk dapat hidup lebih panjang 30 tahun lagi, dia harus melewati transformasi tubuh yang sangat menyakitkan. Pada saat inilah seekor rajawali harus menentukan pilihan untuk melewati transformasi yang menyakitkan itu atau melewati sisa hidup yang tidak menyakitkan namun singkat menuju kematian.

Pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya sehingga ia akan sulit untuk makan. Cakar-cakarnya pun sudah tidak tajam. Bulu pada sayapnya juga sudah sangat tebal sehingga ia sangat sulit untuk dapat terbang tinggi.

Bila seekor rajawali memutuskan untuk melewati transformasi tubuh yang menyakitkan tersebut, maka ia harus terbang mencapai pegunungan yang tinggi kemudian membangun sarang di puncak gunung tersebut. Lalu, dia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas.

Setelah beberapa lama paruh barunya akan muncul. Dengan paruhnya yang baru, ia akan mecabut kukunya satu-persatu dan menunggu hingga kuku-kuku baru yang lebih tajam tumbuh. Ketika kuku-kuku tersebut tumbuh, ia akan mencabut bulu sayapnya sehingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Ketika semua itu telah dilewati, rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Begitulah transformasi menyakitkan yang harus dilewati oleh seekor burung rajawali selama kurang lebih setengah tahun.

Seringkali agar kita dapat bertahan, kita harus melewati sebuah perubahan, terkadang kita harus membuang kenangan, kebiasaan dan semua tradisi kerja kita yang lama. Hanya dengan terbebas dari beban masa lalu, kita dapat memulai hidup yang baru.

Perubahan tidak dapat dilaksanakan tanpa menimbulkan ketidaknyaman, Bahkan sekalipun perubahan itu mengubah dari buruk menjadi lebih buruk.

7 (Tujuh) Prinsip Hidup Rajawali :

Rajawali Terbang Bersama Kelompoknya.
Rajawali Tetap terfokus kepada visinya dan tidak terpengaruh dengan hambatan apapun.
Rajawali Tinggalkan misi lama dan mulai misi baru.
Rajawali Menghadapi tantangan untuk mencapai keinginan yang lebih tinggi.
Rajawali Berjuang menghadapi ujian/cobaan untuk tetap berkomitmen.
Rajawali Memprioritaskan kehidupan keluarga dengan komitmen & tanggung jawab kepada keluarga.
Rajawali Harus membuang kebiasan dan sikap negatif dan terus membangun karakter.

(ab)

Sumber : http://beritalangitan.com

Advertisements

2 thoughts on “Kisah Burung Rajawali dan 7 Prinsip Hidupnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s