Keberuntungan Yang Tak Ada Habisnya

الحمد لله الحمد لله حمدا مستمرا على الدوام * أشهد ان لأ اله الا الله وحده لا شريك له شهادة تُنجِى قائَلها يوم الزحام * وأشهد أن محمدا عبده ورسوله سيدُ العربِ والعجم * اللهم صل وسلم على سيدنا محمد شفيعِ الخَلْقِ من أهوال يوم القيام * وعلى أله وأصحابه مادامت الليالي والأيام * أمابعد فيا أيها الأخوان رحمكم الله أوصيكم واياي بتقوىالله لعلكم تفلحون *  وَقَدْ قَالَ اللهَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُـوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ* بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِمَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

 Kaum Muslimin, Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

amanahPuji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT karena hanya dengan rahmat-Nyalah kita sekalian pada siang hari ini dapat berkumpul di tempat mulia ini untuk memenuhi panggilan-Nya, dengan selamat sejahtera sehat wal ‘afiat.

Dengan harapan semoga amal ibadah kita sa’at ini   diterima di sisi Allah SWTSelanjutnya marilah kita tingkatkan  taqwa dan tha’at kita kepada Allah, dengan sepenuh daya kemampuan kita untuk memenuhi perintah perintahNya, dan juga meninggalkan segala yang dilarangNya,  agar kita senantiasa juga  mendapat  rahmat dan  anugerah Nya, mendapatkan kebahagiaan hidup dari    Allah Ta’ala, sejak di dunia ini sampai di akhirat nanti, Amiin.  Karena dengan takwa itulah Allah akan membukakan keberkahan dari langit dan bumi.

Kaum Muslimin, jama’ah jum’ah rahimakumullah…

Setiap orang pasti menginginkan keberuntungan dalam hidupnya. Dan oleh karena itu, ia akan berusaha untuk meraih keberuntungan itu. Baik keberuntungan yang berupa materi, kepercayaan dari orang lain, jabatan atau pekerjaan tertentu, popularitas, penghargaan dari sesama, nama baik, dan sebagainya. Berbagai macam keinginan tersebut boleh jadi tidak semua bisa terpenuhi. Karena semuanya sangat bergantung pada karunia Allah SWT. Namun berusaha dengan sungguh-sungguh adalah tuntutan yang harus dijalani.

Bagi seorang muslim, manakala keinginan-keinginan tersebut tidak terpenuhi, ia tidak akan menganggap usahanya sia-sia, apalagi sampai putus asa. Karena sesuai dengan sabda Nabi, jika seorang muslim masih memiliki empat hal, maka ia tidak akan merasa hal itu sebagai kerugian yang sangat besar, Nabi SAW bersabda:

أربع إذا كُنَّ فيك فلا عليك ما فاتك من الدنيا حفظُ أمانةٍ وصدقُ حديثٍ وحُسْنُ خَلِيقَةٍ وعِفَّةُ مَطْعَمٍ (أحمد والطبرانى)

Empat perkara, apabila keempatnya ada padamu, maka tidak merugikan engkau dari apa yang tidak engkau peroleh dari dunia, yaitu: benar dalam berbicara, menjaga amanat, akhlak yang baik, dan tidak serakah dalam makanan (HR. Ahmad, Thabrani, al-Hakim dan Baihaqi). 

Kaum Muslimin, Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Sesuai dengan sabda Nabi itu, seseorang yang beriman kepada Allah, tidak akan merasa sia sia jika yang diusahakannya belum mendapatkan hasil seperti yang dharapkan, jika ia masih memiliki empat hal.

Yang pertama adalah shidqu haditsin, benar dalam berbicara. Bicara yang benar merupakan salah satu ciri orang yang beriman. Orang yang kaya, bergelimang harta, populer, tinggi kedudukannya, bahkan dianggap terhormat di masyarakat, tapi tidak benar dalam berbicara, tidak jujur dalam ucapannya, maka menjadi rendah kedudukannya dihadapan sesama, dan bahkan sangat hina dihadapan Allah. Oleh karena itu, kita sebagai muslim harus bisa menjaga lidah, dan benar dalam berbicara. Karena setiap ucapan kita akan dicatat oleh Malaikat yang selalu menyertai di kanan dan kiri kita. Sebagaimana firman Allah :

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya: Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat raqib dan atid (QS. Qaaf [50]:18).

Kaum Muslimin, Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Yang kedua adalah hifdzu amanatin, menjaga amanah. Kehidupan dunia ini tak lepas dari amanat. Jasmani yang sehat, harta yang dimiliki, ilmu yang dikuasai, jabatan yang sekarang diduduki, itu semua merupakan amanah yang diberikan Allah. Belum lagi kepercayaan yang diberikan orang lain dalam berbagai hal. Semua amanah itu harus dijaga, dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sebab, bila yang terjadi sebaliknya, tidak melaksanakan amanah dengan baik, maka dianggap tidak memiliki agama, meskipun nyatanya mengaku sebagai penganut agama. Sebagaimana sabda Nabi Saw yang artinya:

لاإيمانلمن لا أمانة له ، ولادين لمن لاعهدله

 Tidak beriman orang yang tidak memegang amanat, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati (HR. Ahmad).

Realisasi menjaga amanat ini adalah; manakala kita memiliki harta, menunaikan amanatnya adalah dalam bentuk membelanjakan di jalan ridho-Nya. Jasmani yang sehat untuk mengabdi kepada Allah dan berjuang di jalan lurus-Nya. Ilmu yang dikuasai dengan menularkan kepada sesama, serta untuk meningkatkan martabat kehidupan sesama. Sedang kedudukan yang ada sekarang, sebagai salah satu sarana untuk menegakkan kebenaran, serta memudahkan menyampaikan visi-misi kebenaran.

Kaum Muslimin, Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Yang ketiga adalah husnu khaliqatin akhlak yang baik. Akhlak yang baik merupakan kekayaan yang paling mahal harganya. Karena itulah Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak manusia. Termasuk akhlak kita, sebagai ummatnya. Itu pula sebabnya, manakala orang tua telah mendidik akhlak anaknya dengan baik, menurut Nabi itu menjadi pemberian yang paling berharga anugerah paling mahal ketimbang pemberian materi dan harta. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ

Tidak ada pemberian yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya yang lebih baik dari pendidikan adab (akhlak) yang baik (HR. Tirmidzi).

Kaum Muslimin, Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Yang keempat adalah Iffatu math’amin tidak serakah. Keihlasan menerima atas segala pemberian yang diberikan Allah walaupun pemberian itu lebih sedikit dibanding yang diterima oleh orang lain, adalah salah satu cara untuk menghindarkan diri dan hati kita dari sifat serakah ini. Keihlasan menerima anugerah Allah inilah sebagai salah satu bentuk kita bersyukur. Jika kita ikhlas dan bersyukur, maka sesuai dengan janji Allah, kita akan mendapatkan keberuntungan yang besar. Walaupun secara fisik tampaknya bisa jadi sedikit, tetapi pada sisi yang lain, akan mendapatkan keberuntungan yang besar. Semisal dilapangkan dadanya, dijadikan istikomah hatinya, dimudahkan berbagai macam urusannya, dan lain sebagainya. Sebagaimana firman-Nya:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim[14]:7).

Kebalikan dari bersyukur  adalah serakah atau tamak. Ia merupakan sifat yang tercela. Tidak mengenal istilah puas menerima pemberian-Nya. Ia bisa tumbuh dan berkembang bahkan akan menimbulkan penyakit-penyakit yang lain, tidak peduli pada sesama, bahkan yang lebih parah, ia akan menghalalkan segala macam cara untuk memenuhi yang diinginkan, merampas hak-hak orang lain, dan lain sebagainya. Orang yang tamak tidak saja akan merugikan dirinya sendiri tapi juga akan sangat merugikan orang lain. Ia tidak memiliki rasa optimis terhadap hari-hari mendatang. Selalu curiga terhadap kemajuan yang dicapai orang lain, yang pada akhirnya tidak disukai oleh sesamanya dan dibenci Tuhan. 

Kaum Muslimin, Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Akhirnya marilah kita berdo’a kepada Allah agar kita semua diberikan kekuatan dan kemampuan oleh Allah menjadi hamba-hambanya yang pandai bersukur, benar dalam berbicara, mampu menjaga amanah, berprilaku yang baik, serta dijauhkan dari sifat serakah dan tamak dalam diri dan hati kita, amin ya Rabbal ‘Alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيالْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَاْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَاوَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَالْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 الحمد لله حمدا كثيرا كما أمر، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له إرغاما لمن جهد به وكفر، وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد الخلائق والبشر. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ المختار.

(اَمَّا بَعْدُ) فَياَأيها الناس اِتَّقُوا اللهَ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمِ مُسْلِمُوْنَ. واعلموا أن الله أمركم بأمر بدأ فيه بنفسه وثنى بملائكته بقدسه ولم يزل قائلا عليما إن الله وملائكته يصلون على النبي، يا أيها الذين أمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما، اللهم صل وسلم على سيدنا ونبينا ومولانا محمد وعلى اله وأصحابه أجمعين، واجعلنا منهم برحمتك يا أرحم الراحمين، آمين يا رب العالمين.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات، وضعف لهم الحسنات وكفر عنهم السيئات يا قاضي الحاجات برحمتك يا واهب العطيات. اللهم أعز الإسلام والمسلمين وأهلك الكفرة والمشركين، اللهم شتت شملهم ومزق جمعهم، اللهم انصر من نصر المسلمين واخذل من خذل المسلمين، ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رءوف رحيم، ربنا اغفر لنا ذنوبنا ولوالدينا وارحمهم كما رَبَّوْناَ صغارا، ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار، وأدخلنا الجنة مع الأبرار ياعزيز ياغفار يارب العالمين.

عباد الله إن الله يأمركم بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون، واستغفروا الله العظيم يذكركم، واسألوه من فضله يعطكم ولذكر الله أعز وأجل وأكبر

 Sumber: http://blog.stain-jember.ac.id/dosen/muhammadfaisol/khutbah-jumat/keberuntungan-yang-tak-ada-habisnya/

One thought on “Keberuntungan Yang Tak Ada Habisnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s