Maksiat dan Pengaruhnya

Oleh H. Nurman Agus — “Seseungguhnya seorang hamba jika melakukan dosa, maka terbentuklah noda hitam dalam hatinya. Jika ia melepaskan dosa, istighfar dan taubat, bersihlah hatinya. Ketika mengulangi dosa lagi, bertambahlah noda hitamnya, sehingga menguasai hati. Itulah Roon (rona) yang disebutkan dalam Al-Qur’an, “Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka” (HR At-Tirmidzi).

Maksiat dan dosa mempunyai pengaruh yang sangat dahsyat dalam kehidupan umat manusia. Bahayanya bukan hanya berpengaruh di dunia tetapi sampai dibawa ke akhirat. Bukankah nabi Adam as. dan istrinya siti Hawwa dikeluarkan dari surga dan diturunkan kedunia karena dosa yang dilakukannya (QS. 7 : 20-23) ? Dan demikianlah juga yang terjadi pada umat-umat terdahulu. Disebabkan karena dosa, penduduk dunia pada masa nabi Nuh as dihancurkan oleh banjir yang menutupi seluruh permukaan bumi (QS. 11 : 41-43). Karena maksiat, kaum ‘Aad diluluhlantakkan oleh angin puting beliung. Karena ingkar pada Allah, kaum Tsamud ditimpa oleh suara yang sangat keras memekakkan telinga sehingga memutuskan urat-urat jantung mereka dan mati bergelimpangan (QS. Al-Ahqaf . 56 : 4-6). Karena perbuatan keji kaum Luth, buminya dibolak balikkan dan semua mahluk hancur, sampai malaikat mendengar lolongan anjing dari kejauhan (QS. 7 : 80-83). Kemudian diteruskan dengan hujan bebatuan dari langit yang melengkapi siksaan bagi mereka. Dan kaum yang lain akan mendapatkan siksaan yang serupa. Jika tidak terjadi di dunia maka di akhirat akan lebih pedih lagi.

Artinya : “mereka, padahal (generasi itu) Telah kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah kami berikan kepadamu, dan kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, Kemudian kami binasakan mereka Karena dosa mereka sendiri, dan kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain (QS Al-An’aam 6).

Pada tahun lalu, dunia juga baru menyaksikan musibah yang maha dahsyat terjadi di Asia, yaitu Tsunami yang menghancurkan ratusan ribu umat manusia. Dan yang terbesar adalah di Aceh. Semua itu harus menjadi pelajaran yang mendalam bagi seluruh umat manusia, bahwa Allah Maha Kuasa. Disebutkan dalam musnad Imam Ahmad dari hadits Ummu Salamah, Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, “ Jika kemaksiatan sudah mendominasi umatku, maka Allah meratakan adzab dari sisi-Nya”. Saya berkata, “ Wahai Rasulullah, bukankah diantara mereka ada orang-orang shalih ? Rasul menjawab,” Betul”. “Lalu bagaimana dengan mereka ?” . Rasul menjawab, “ Mereka akan mendapat musibah sama dengan yang lain, kemudian mereka mendapatkan ampunan dan keridhoan Allah”.

Dasar-dasar Kemaksiatan

Kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia semuanya, baik yang besar maupun yang kecil bermuara pada tiga hal yaitu, pertama; terikatnya hati pada selain Allah, kedua; mengikuti potensi marah, dan ketiga; mengikuti hasyrat syahwat. Ketiganya adalah syirik, zhalim dan keji. Puncak seseorang terikat pada selain Allah adalah syirik dan menyeru pada selain Allah. Puncak seseorang mengikuti amarah adalah membunuh dan puncak seseorang menuruti syahwat adalah berzina. Demikianlah Allah SWT. Menggabungkan pada satu ayat tentang sifat ‘Ibadurrahman. Sebagaimana Firman Allah SWT :

” Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)” (QS Al-Furqaan 68).

Dan ciri khas kemaksiatan itu saling mengajak dan mendorong untuk melakukan kemaksiatan yang lain. Orang yang berzina maka zina itu dapat menyebabkan orang melakukan pembunuhan dan pembunuhan dapat menyebabkan orang melakukan kemusyrikan. Dan para pembuat kemaksiatan saling membantu untuk mempertahankan kemaksiatannya. Kita melihat di Bali adalah pusatnya kemaksiatan, penduduk asli yang hindu (musyrik) bergabung dengan para turis Asing yang mayoritasnya non muslim (musyrik). Dan mereka berkumpul disana untuk melakukan perzinahan, seks bebas, telanjang bebas di pantai-pantai, narkoba, judi, dan berbagai bentuk kemaksiatan yang lain bersatu disana. Demikianlah syetan tidak akan pernah diam untuk menjerumuskan manusia untuk melakukan dosa dan kemaksiatan. Syetan senantiasa mengupayakan tempat-tempat yang kondusif untuk menjadi sarang kemaksiatan.

Oleh karena itu agar manusia terhindar dari jebakan kemaksiatan, maka mereka harus melakukan lawan dari ketiganya, yaitu pertama; menguatkan keimanan dan hubungan hati dengan Allah SWT. dengan senantiasa mengikhlaskan segala amal perbuatan hanya karena Allah. Kedua; mengendalikan rasa marah, karena marah merupakan pangkal sumber dari kezhaliman yang dilakukan oleh manusia. Dan ketiga menahan diri dari syahwat yang menggoda manusia sehingga tidak jatuh pada perbuatan zina atau pendekatan pada zina.

Pengaruh Maksiat

Seluruh manusia mengakui bahwa kesalahan yang terkait dengan hubungan antar manusia di dunia secara umum dapat mengakibatkan kerusakan secara langsung. Orang-orang yang membabat hutan hingga gundul akan menyebabkan, kerusakan lingkungan, longsor dan kebanjiran. Sopir yang mengendalikan mobilnya secara ugal-ugalan dan melintasi rel kereta yang dilalui kereta, berakibat sangat parah, ditabrak oleh kereta. Orang yang membunuh orang tanpa hak, maka dia akan senantiasa dalam kegelisahan dan penderitaan. Orang yang senantiasa bohong, hidupnya tidak akan merasa tenang.

Dan pada dasarnya pengaruh kesalahan, dosa dan kemaksiatan bukan saja yang terkait antar sesama manusia. Tetapi antara manusia dengan Allah. Siapakah orang yang paling zhalim, ketika mereka diberi rizki oleh Allah dan hidup di bumi Allah kemudian mensekutukan Allah, tidak mentaati perintah-Nya dan melanggar larangan-Nya. Jika kesalahan yang dibuat antar sesama manusia akan menimbulkan bahaya, maka kesalahan akibat tidak melaksanakan perintah Allah atau melanggar larangan-Nya, maka akan lebih berbahaya lagi di dunia sengsara dan di akhirat disiksa.

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.(QS. Thohaa ; 124)

Beberapa pengaruh maksiat diantaranya:
Lalai dan Keras Hati
“ (tetapi) Karena mereka melanggar janjinya, kami kutuki mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya[407], dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka Telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS Al-Maa-idah 13).
Berkata Ibnu Mas’ud ra, “ Saya menyakini bahwa seseorang lupa pada ilmu yang sudah dikuasainya, karena dosa yang dilakukan”.

Orang yang banyak berbuat dosa, hatinya keras, tidak sensitif dan susah diingatkan dan inilah suatu musibah yang besar. Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa orang yang senantiasa berbuat dosa, maka hatinya akan dikunci mati, sehingga keimanan tidak dapat masuk, dan kekufuran tidak dapat keluar.

Terhalang dari Ilmu dan Rezeki
Rasulullah saw. bersabda, “ Sesungguhnya seorang hamba diharamkan mendapat rezeki karena dosa yang dilakukannya” (HR Ibnu Majah dan Hakim)

Berkata Imam As-Syafi’i: Saya mengadu pada Waqi’i tentang buruknya hafalanku. Beliau menasehatiku agar meninggalkan maksiat Dan memberitahuku bahwa ilmu adalah cahaya
Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang bermaksiat.

Dalam realitas kehidupan orang yang banyak melakukan dosa, maka waktunya banyak dihabiskan untuk hal-hal yang sepele dan tidak berguna. Tidak untuk mencari ilmu yang bermanfaat dan tidak juga untuk mendapatkan nafkah yang halal. Kita banyak mendapatkan manusia yang masuk dalam model ini. Banyak yang menghabiskan waktunya di meja judi dengan menikmati minuman haram dan disampingnya para wanita murahan yang tidak punya rasa malu. Sebagian yang lain asyik dengan hobinya, ada yang hobi memelihara burung atau binatang piaraan yang lain. Sebagian lain, ada yang hobi memelihara barang antik walaupun mahal harganya, sebagian lainnya banyak yang hobi belanja di pasar, sebagian lainnya, khususnya kaum wanita sibuk bolak-balik kesalon kecantikan. Padahal mungkin sebagian besar mereka umurnya sudah diatas 40 tahun. Sungguh rendah hidup mereka.

Kematian hati dan kegelapan di wajah
Berkata Abdullah bin al-Mubarak: “Saya melihat dosa-dosa itu mematikan hati dan mewariskan kehinaan bagi para pelakunya meninggalkan dosa-dosa menyebabkan hidupnya hat sebaik-baiknya bagi dirimu meninggalkannya bukankah yang menghancurkan agama itu tidak lain para penguasa
Dan ahli agama yang jahat dan para rahib Sungguh suatu musibah yang besar jika hati seseorang itu mati disebabkan karena dosa-dosa yang dilakukannya. Dan perangkap dosa yang dikejar oleh mayoritas manusia sekarang, tanpa kecuali aktivis dakwah adalah harta dan kekuasaan. Musyarokah yang mestinya di bawah pertimbangan syariah dan dakwah, tetapi sekarang banyak orang yang terjebak tujuan musyarokah untuk musyaroqoh (ikut sama-sama mencuri).
Sedangkan tanda seorang bergelimangan dosa terlihat pada wajahnya. Wajah orang-orang yang jauh dari air wudhu dan cahaya Al-Qur’an adalah gelap tidak enak dipandang.

Terhalang dari penerapan Hukum Allah
Penerapan hukum Allah berupa Syariat Islam di muka bumi adalah rahmat dan karunia Allah dan memberikan keberkahan bagi penduduknya. Ketika masyarakat banyak yang melakukan kemaksiatan, maka mereka akan terhalang dari rahmat Islam tersebut.

“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang Telah diturunkan Allah kepadamu. jika mereka berpaling (dari hukum yang Telah diturunkan Allah), Maka Ketahuilah bahwa Sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. dan Sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik” (QS Al-Maa-idah 49).

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, Maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS Al-A’raaf 96).

Hilangnya ni’mat Allah dan potensi kekuatan
Diantara ni’mat yang paling besar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya adalah pertolongan dan kemenangan. Sejarah telah membuktikan bahwa pertolongan Allah dan kemenangan-Nya diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang taat. Sebaliknya kekalahan dan kehancuran disebabkan karena maksiat dan ketidaktaatan. Kisah perang Uhud harus menjadi pelajaran bagi orang-orang beriman.

Ketika sebagian pasukan perang sibuk mengejar harta rampasan dan begitu juga pasukan pemanah turun gunung ikut merebutkan harta rampasan. Maka terjadilah musibah luar biasa, korban dari umat Islam berjatuhan dan Rasulullah saw. ikut berdarah-darah. Kisah penghancuran kota Baghdad oleh pasukan Tartar juga karena umat Islam bergelimang kemaksiatan. Dan terakhir jatuhnya khilafah Islam oleh konspirasi Internasional Inggris, Amerika dan Israel karena umat Islam berpecah belah dan kemaksiatan yang mereka lakukan.

Umar bin Khattab ra. berwasiat ketika melepas tentara perang” Dosa yang dilakukan tentara (Islam ) lebih aku takuti dari musuh mereka. Sesungguhnya umat Islam dimenangkan karena maksiat musuh mereka kepada Allah. Kalau tidak demikian kita tidak mempunyai kekuatan, karena jumlah kita tidak sepadan dengan jumlah mereka, perlengkapan kita tidak sepadan dengan perlengkapan mereka. Jika kita sama dalam berbuat maksiat maka mereka lebih memiliki kekuatan. Jika kita tidak dimenangkan dengan keutamaan kita, maka kita tidak dapat mengalahkan mereka dengan kekuatan kita”.

Oleh karena itu dalam aktifitas politik hendaknya para pemimpin dan aktifis dakwah harus berhati-hati dari jebakan-jebakan cinta dunia dan ambisi kekuasaan. Harus menjauhkan money politik, korupsi, risywah dan segala harta yang meragukan apalagi yang jelas haramnya. Karena harta yang syubhat dan meragukan tidak akan membawa keberkahan bagi dakwah dan lebih dari itu akan menimbulkan perpecahan dan fitnah dalam tubuh gerakan dakwah.

Kemaksiatan yang dilakukan oleh individu, keluarga dan masyarakat akan menimbulkan hilangnya ni’mat yang telah diraih dan akan diraih. Dan melemahkan segala potensi kekuatan. Waspadalah ! Wallahu a’alam bishowwab.

(Penulis adalah Da’i yang juga Sekretaris PWM Sumbar)

Sumber: http://minangkabaunews.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s