Ketika Mata Hati Terbuka

Sepanjang perjalanan hati, banyak sudah lewati hari-hari dengan berbagai macam suasana hati.

Di saat hati ini mati –  ketika suasana hati yang marah, tidak penyabar, bodoh, egois, jauh dari ketaatan dan nilai-nilai kebaikan, bahkan tidak dapat menerima kebenaran

Di saat hati ini sakit –  ketika suasana hati bercampur aduk diantara kebaikan dan keburukan. Kadang banyak memikirkan dan melakukan kebaikan-kebaikan itu, kadang lebih banyak terdiam tanpa berbuat sesuatu dan bahkan kadang lebih sering melakukan keburukan-keburukan

Aku tidak mengatakan bahwa hati ini telah sehat dari hati yang mati dan sakit, namun aku meyakini ketika mata hati kita terbuka maka hati yang mati dan sakit dapat menjadi hati yang sehat, yaitu tatkala suasana hati yang sabar, yang taat, yang ingin selalu belajar, dan yang mau menerima kebenaran-kebenaran

Aku selalu ingin memahami dan beramal sempurna dengan hadits ini,

“Ketahuilah di dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.”  [HR. Bukhari, Muslim]

 

Ketika mata hati terbuka,

Bukan lagi keinginan yang kita inginkan, tapi kenyataan yang harus kita lakukan

Dan ketika mata hati terbuka,

Aku menginginkan banyak menjumpai kebaikan demi kebaikan di sisa-sisa hari dan waktu-waktu yang telah Allah berikan

“Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” {QS. Al Hajj (22) : 46}

Sumber: http://masaabuzahra.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s