Cinta Seorang Hamba

Seorang yang sangat mencintai sesuatu, hatinya senantiasa rindu akan yang dicintainya, hatinya telah diikat kuat oleh apa yang dicintainya, kalau mendengar orang menyebut suatu hal yang dekat dengan apa yang dicintai atau yang ada hubungan dengannya, hatinya akan berdesir, bergetar, apalagi dengan menyebut langsung nama yang dicintainya itu, akan bertambah kencang desiran dan getaran hatinya.
Seseorang akan merasa tidak nyaman, jiwanya tidak akan tenang, resah gelisah, kalau jauh dari apa yang dicintai dan mengasihinya, bukankah seorang bayi akan menangis kalau sang ibu yang mencintai dan melindunginya tidak ada disampingnya.

Cinta itu membelenggu hati, orang yang mencintai kekasihnya. Yang mencintai menjadi hamba oleh yang dicintainya. Orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah akan bergetar hatinya kalau disebut nama-nama Allah SWT, dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah akan bertambah keimanan mereka, ini diisyaratkan dalam Alqur.an
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. ( Q.S.Al Anfal ayat 2 )

Orang mukmin yang mencintai Allah, hanya kepada Allah saja dia menghambakan diri, dia akan mengerjakan/melakukan sesuatu pekerjaan semata-mata untuk yang dicintainya yaitu Allah SWT.
Seseorang hamba yang sungguh-sungguh mencintai Allah, dia akan menempatkan cinta yang paling tinggi dan utama itu hanya untuk Allah, seperti senandung Rabia`ah Al-Adawiyah dalam mengepresikan cintanya pada Allah :

“Wahai kekasih hati, hanya Engkaulah yang aku cintai. Beri ampunlah pembuat dosa yang datang ke hadirat-Mu. Engkau harapanku, kebahagiaan, dan kesenanganku. Hatiku telah enggan mencintai selain diri-Mu.”
“Tuhanku, jika aku mengabdi kepada-Mu karena takut kepada neraka, bakarlah aku di dalamnya”.
“Dan jika aku mengabdi kepada-Mu karena mengharapkan surga, jauhkanlah aku daripadanya”.
“Tetapi jika Kau kupuja karena Engkau, janganlah Engkau sembunyikan kecantikan-Mu yang kekal dariku.”

Allah adalah teman sekaligus Kekasih dirinya, sehingga ke mana saja Rabi`ah pergi, hanya Allah saja yang ada dalam hatinya. Ia mencintai Allah dengan sesungguh hati dan keimanan. Karena itu, ia sering jadikan Kekasihnya itu sebagai teman bercakap dalam hidup. Dalam salah satu sya`ir berikut jelas tergambar bagaimana Cinta Rabi`ahkepada Teman dan Kekasihnya itu:

Kujadikan Engkau teman bercakap dalam hatiku,
Tubuh kasarku biar bercakap dengan yang duduk.
Jisimku biar bercengkerama dengan Tuhanku,
Isi hatiku hanya tetap Engkau sendiri.

Bagaimana cara kita mencintai Allah SWT, kita disuruh mengikuti apa yang disampaikan Rasul, kalau seorang hamba sungguh sungguh mengikuti Rasul, Allah akan membalas cinta hambanya dengan mencintai juga hamba tersebut, dinyatakan dalam Alqur,an surat Ali Imran ayat 31 yang berbunyi :”Katakanlah jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS Ali `Imran [3]: 31).

Mudah-mudahan kita termasuk seorang hamba yang senantiasamencintai hanya kepada Allah, dan mengharapkan balasan cinta dari-Nya. Aamiin.

Sumber: http://eddysetia.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s