Hukum Merusak Rumah Tangga Orang Lain dalam Pandangan Islam

Author:Musyaffa Ahmad Rohim, Lc

Dari Abî Hurairah –radhiyallâhu ‘anhu- ia berkata: “Rasulullâh – shallallâhu ‘alaihi wa sallam – bersabda: ‘Siapa menipu dan merusak (hubungan) seorang hamba sahaya dari tuannya, maka ia bukanlah bagian dari kami, dan siapa yang merusak (hubungan) seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah dari kami’”. [Hadîts shahîh diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bazzâr, Ibn Hibbân, Al-Nasâ-î dalam al-Kubrâ dan Al-Baihaqî].

Teks Hadîts

Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam – bersabda:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (( مَنْ خَبَّبَ عَبْدًا عَلَى أَهْلِهِ فَلَيْسَ مِنَّا، وَمَنْ أَفْسَدَ اِمْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا فَلَيْسَ مِنَّا )) [حديث صحيح رواه أحمد والبزار وابن حبان والنسائي في الكبرى والبيهقي]

Takhrîj Hadîts

Hadîts ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Al-Musnad [juz 2, hal. 397], Al-Bazzâr [lihat Mawârid al-Zham'ân juz 1, hal. 320], Ibn Hibbân dalam shahîh [juz 12, hal. 370], Al-Nasâ-î dalam Al-Sunan al-Kubrâ [juz 5, hal. 385], dan Al-Baihaqî dalam Al-Sunan al-Kubrâ [juz 8, hal. 13], juga dalam Syu’abu al-Îmân [juz 4, hal. 366, juz 7, hal. 496].

Syekh Nâshir al-Dîn al-Albânî menilai hadîts ini sebagai hadîts shahîh [Silsilah al-Ahâdîts al-Shahîhah hadîts no. 325].

Kandungan Hadîts

Secara garis besar hadîts ini berisi kecaman keras terhadap dua perbuatan, yaitu:

1. Mengganggu seorang pelayan, atau pembantu atau budak yang telah bekerja pada seorang tuan, sehingga hubungan di antara pelayan dan tuannya menjadi rusak, lalu sang pelayan pergi meninggalkan tuannya, atau tuannya memecat dan mengusir sang pelayannya.

2. Mengganggu seorang wanita yang berstatus istri bagi seorang lelaki, sehingga hubungan di antara suami istri itu menjadi rusak, lalu sang istri itu meminta cerai dari suaminya, atau sang suami menceraikan istrinya.

Bentuk-Bentuk Gangguan dan Tindakan Merusak

Ada beragam bentuk dan cara seseorang merusak hubungan diantara suami istri, di antaranya adalah:

1. Berdoa dan memohon kepada Allâh –subhânahu wa ta’âlâ- agar hubungan seorang wanita dengan suaminya menjadi rusak dan terjadi perceraian di antara keduanya.

2. Bersikap baik, bertutur kata manis dan melakukan berbagai macam tindakan yang secara lahiriah baik, akan tetapi, menyimpan maksud merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya (atau sebaliknya). Perlu kita ketahui terkadang sihir itu berupa tutur kata yang memiliki kemampuan “menghipnotis” lawan bicaranya. Rasulullâh –shallallâhu ‘alahi wa sallam- bersabda: “Sesungguhnya sebagian dari sebuah penjelasan atau tutur kata itu adalah benar-benar sihir”. (H.R. Bukhârî dalam al-Adab al-Mufrad, Abû Dâwud dan Ibn Mâjah. Syekh Albânî menilai hadîts ini sebagai hadîts hasan [silsilah al-ahâdîts al-shahîhah, hadîts no. 1731]).

3. Memasukkan bisikan, kosa kata yang bersifat menipu dan memicu, serta memprovokasi seorang wanita agar berpisah dari suaminya (atau sebaliknya), dengan iming-iming akan dinikahi olehnya atau oleh orang lain, atau dengan iming-iming lainnya. Perbuatan seperti ini adalah perbuatan tukang sihir dan perbuatan syetan (Q.S. Al-Baqarah: 102). Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Sesungguhnya Iblis menempatkan singgasananya di atas air, lalu menyebar anak buahnya ke berbagai penjuru, yang paling dekat dengan sang Iblis adalah yang kemampuan fitnahnya paling hebat di antara mereka, salah seorang dari anak buah itu datang kepadanya dan melapor bahwa dirinya telah berbuat begini dan begitu, maka sang Iblis berkata: ‘kamu belum berbuat sesuatu’, lalu seorang anak buah lainnya datang dan melapor bahwa dia telah berbuat begini dan begitu sehingga mampu memisahkan antara seorang suami dari istrinya, maka sang Iblis menjadikan sang anak buah ini sebagai orang yang dekat dengannya, dan Iblis berkata: ‘tindakanmu sangat bagus sekali’, lalu mendekapnya”. (H.R. Muslim [5032]).

4. Meminta, atau menekan secara terus terang agar seseorang wanita meminta cerai dari suaminya atau agar seorang suami menceraikan istrinya dengan tanpa alasan yang dibenarkan oleh syari’at. Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Tidak halal bagi seorang wanita meminta (kepada suaminya) agar sang suami mencerai wanita lain (yang menjadi istrinya) dengan maksud agar sang wanita ini memonopli ‘piringnya’, sesungguhnya hak dia adalah apa yang telah ditetapkan untuknya”. (Hadîts muttafaq ‘alaih).

Bentuk-bentuk seperti ini sangat tercela, dan termasuk dosa besar jika dilakukan oleh seseorang kepada seorang wanita yang menjadi istri orang lain, atau kepada seorang lelaki yang menjadi suami orang lain.

Dan hal ini semakin tercela lagi jika dilakukan oleh seseorang yang mendapatkan amanah atau kepercayaan untuk mengurus seorang wanita yang suaminya sedang pergi atau sakit dan semacamnya. Sama halnya jika dilakukan oleh seorang wanita yang mendapatkan amanah atau kepercayaan untuk mengurus keluarga seorang lelaki yang istrinya sedang pergi atau sakit dan semacamnya.

Rasulullâh –shallallâhu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Keharaman wanita (istri yang ditinggal pergi oleh) orang-orang yang berjihad bagi orang-orang yang tidak pergi berjihad (yang mengurus keluarga mujahid) adalah seperti keharaman ibu-ibu mereka, dan tidak ada seorang lelaki pun dari orang-orang yang tidak pergi berjihad yang mengurus keluarga orang-orang yang pergi berjihad, lalu berkhianat kepada orang-orang yang pergi berjihad, kecuali sang pengkhianat ini akan dihentikan (dan tidak diizinkan menuju surga) pada hari kiamat, sehingga yang dikhianati mengambil kebaikan yang berkhianat sesuka dan semaunya”. (H.R. Muslim [3515]).

Salah satu bentuk pengkhianatan yang dimaksud dalam hadîts Muslim ini adalah merusak hubungan keluarga sang mujahid, sehingga bercerai dari suaminya.

Bentuk pengkhianatan yang lebih besar lagi adalah –na’ûdzu billâh min dzâlik- berzina dengan keluarga sang mujahid.

Termasuk dalam pengertian mujahid ini adalah seseorang yang mendapatkan tugas dakwah, atau menunaikan ibadah haji atau umrah, atau bepergian yang mubah, lalu menitipkan urusan keluarganya (istri dan anak-anaknya) kepada orang lain. Dalam hal ini, jika yang mendapatkan amanah berkhianat, maka, ia termasuk dalam ancaman hadîts Muslim ini.

Mirip-mirip dengan hal ini adalah jika ada seseorang yang karena kapasitasnya, mungkin karena ia adalah seorang tokoh, atau pimpinan sebuah organisasi atau kiai, atau ustadz, atau semacamnya yang diamanahi untuk mendamaikan hubungan suami istri orang lain yang sedang rusak atau terancam rusak, akan tetapi, ia malah mengkhianati amanah ini.

Hukum Merusak Rumah Tangga Orang Lain

a. Hukum Ukhrawî

Para ulama’ bersepakat bahwa hukum mengganggu dan merusak hubungan sebagaimana dimaksud dalam hadîts nabi di atas adalah haram (lihat al-mausû’ah al-fiqhiyyah, pada bâb takhbîb), maka siapa saja yang melakukannya, maka ia mendapatkan dosa dan diancam siksa di neraka.

Bahkan Imam Al-Haitsamî mengkategorikan perbuatan dosa ini sebagai dosa besar.

Dalam kitabnya Al-Zawâjir ‘an Iqtirâf al-Kabâir beliau menyebutkan bahwa dosa besar yang ke 257 dan 258 yaitu merusak seorang wanita agar terpisah dari suaminya dan merusak seorang suami agar terpisah dari istrinya.

Alasannya, hadîts nabi –shallallâhu ‘alaihi wa sallam – di atas menafikan pelaku perbuatan merusak ini dari bagian umat beliau, dan ini terhitung sebagai ancaman berat. Juga para ulama’ sebelumnya, secara sharîh (jelas) mengkategorikannya sebagai dosa besar. (lihat Al-Zawâjir juz 2, hal. 577).

b. Hukum Duniawî

Ada dua hukum duniawi terkait dengan hadits ini, yaitu:

1. Jika ada seorang lelaki yang merusak hubungan seorang wanita dari suaminya, lalu sang wanita itu meminta cerai dari suaminya, dan sang suami mengabulkannya, atau jika ada seorang lelaki merusak hubungan seorang wanita dari suaminya, lalu sang suami marah dan menceraikan istrinya, lalu sang lelaki yang merusak ini menikahi wanita tersebut, apakah pernikahannya sah?

Jumhur ulama’ berpendapat bahwa pernikahan sang lelaki perusak dengan wanita korban tindakan perusakannya adalah sah. Alasannya adalah karena wanita tersebut tidak secara eksplisit terhitung sebagai muharramât (wanita-wanita yang diharamkan baginya).

Namun, ulama’ Mâlikiyyah memiliki pendapat yang berbeda dengan Jumhur. Mereka berpendapat bahwa pernikahan yang terjadi antara seorang lelaki perusak dengan wanita yang pernah menjadi korban tindakan perusakannya harus dibatalkan, baik sebelum terjadi akan nikah di antara keduanya atau sudah terjadi. Alasan Mâlikiyyah dalam hal ini adalah:

i. Demi menerapkan hadîts yang menjadi kajian kita kali ini.

ii. Agar tidak menjadi preseden buruk bagi munculnya kasus-kasus lain yang serupa, demi menjaga keutuhan rumah tangga kaum muslimin.

iii. Hal ini terhitung dalam kategori kaidah fiqih: man ta’ajjala syai-an qabla awânihi ‘ûqiba bihirmânihi (siapa yang terburu-buru mendapatkan sesuatu sebelum saatnya, maka ia dihukum dengan tidak diperkenankan mendapatkan sesuatu itu). Kaidah ini pada asalnya berlaku bagi seseorang yang melamar dengan kata-kata sharîh seorang wanita yang masih dalam masa iddah (tunggu) pasca kematian suaminya. (Q.S. Al-Baqarah: 235). Logikanya, jika melamar dengan kata-kata sharîh terhadap seorang wanita yang masih dalam masa iddah karena kematian suaminya saja tidak dibenarkan, padahal dalam hal ini tidak ada aspek perusakan yang berakibat terciptanya perceraian wanita itu dari suaminya (karena memang suaminya telah meninggal), maka, jika ada seseorang yang merusak seorang wanita yang masih bersuami, sehingga tercipta perceraian wanita itu dari suaminya, hukumnya tentunya lebih berat daripada yang dimaksud dalam kaidah fiqih ini. Untuk itulah, jika akan terjadi pernikahan antara sang lelaki perusak hubungan dengan wanita “korban” tindakan perusakannya, maka, hal ini harus dicegah, dan jika sudah kadung terjadi pernikahan di antara keduanya, maka, pernikahan itu harus dibatalkan.

Yang lebih menarik lagi dari pendapat Mâlikiyyah ini adalah: ada sebagian dari ulama’ Mâlikiyyah yang berpendapat bahwa wanita “korban” tindakan perusakan seorang lelaki, menjadi haram selamanya bagi sang lelaki perusak tersebut.

Perbedaan pendapat ini kami sebutkan di sini sebagai peringatan keras bagi siapa saja agar tidak melakukan perbuatan seperti ini, walaupun, secara hukum fiqih, pendapat Jumhur lebih kuat, akan tetapi, pendapat Mâlikiyyah, perlu kita jadikan sebagai cambuk peringatan.

2. Jika ada seseorang yang melakukan perbuatan terlarang ini, adakah ia perlu mendapatkan hukuman di dunia?

Para ulama’ berpendapat bahwa perbuatan terlarang seperti ini, jika ada yang melakukan, maka hakim berwewenang menjatuhkan ta’zîr (hukuman yang ketentuannya ditetapkan oleh hakim atau penguasa) dengan syarat tidak melebihi bobot 40 cambukan.

Di antara mereka ada yang berpendapat, hukumannya adalah kurungan penjara sampai ia menyatakan tobat atau meninggal dunia (sebagian penganut Mazhab Hanafî)

Di antara mereka ada yang berpendapat, cukup diberi cambukan keras saja, dipublikasikan perbuatannya, agar orang waspada darinya dan agar orang lain mengambil ibrah (sebagian penganut madzhab Hanbalî).

Catatan Lain

Ada satu hal yang menarik untuk dicatat di sini, yaitu tentang sikap para ulama’ saat menyebutkan hadîts ini.

Sebagian mereka mencantumkan hadîts yang sedang kita kaji ini dalam bab “orang yang merusak hubungan suami istri”, tanpa embel-embel ancaman dalam kalimat babnya. Seperti yang dilakukan oleh Imam Al-Nasâ-î dan Al-Bazzâr.

Akan tetapi, ada sebagian dari mereka yang mencantumkan hadîts yang sedang kita kaji ini dalam bab yang mengandung kalimat ancaman, seperti: al-zajr (penjelasan untuk membuat jera), al-tasydîd (peringatan keras), sebagaimana yang dilakukan oleh Imam Ibn Hibbân dan Imam Al-Baihaqî.

Yang menarik adalah ada sebagian ulama’ yang mengkategorikan hadîts ini ke dalam bab makar dan tipu daya, sebagaimana yang dilakukan oleh kitab kanz al-’Ummâl.

Semoga kita semua terhindar dari perbuatan yang sangat tercela ini, amin.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/

77 comments on “Hukum Merusak Rumah Tangga Orang Lain dalam Pandangan Islam
  1. El Nino says:

    jika ada seorang wanita yang menggangu rumah tangga (laki-laki dari) wanita lain yang sudah menikah bagaimana hukumnya??

    • Sama saja Haram (baik pria atau wanita penggangu), barangsiapa mengganggu rumah tangga orang lain maka ia adalah sahabat karib bagi syaitan. Untuk lagi waspadalah dari gangguan wanita!!
      Muhammad bin Ishaq menceritakan, As-Sirri pernah lewat di sebuah jalan di kota Mesir. Karena tahu dirinya menarik, wanita ini berkata, “Aku akan menggoda lelaki ini.” Maka wanita itu membuka wajahnya dan memperlihatkan dirinya di hadapan As-Sirri. Beliau lantas bertanya, “Ada apa denganmu?” Wanita itu berkata, “Maukah anda merasakan kasur yang empuk dan kehidupan yang nikmat?” Beliau malah kemudian melantunkan syair,”Berapa banyak pencandu kemaksiatan yang mereguk kenikmatan dari wanita-wanita itu, namun akhirnya ia mati meninggalkan mereka untuk merasakan siksa yang nyata. Mereka menikmati kemaksiatan yang hanya sesaat, untuk merasakan bekas-bekasnya yang tak kunjung sirna. Wahai kejahatan, sesungguhnya Allah melihat dan mendengar hamba-Nya, dengan kehendak Dia pulalah kemaksiatan itu tertutupi jua.” (Roudhotul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqin, karya Ibnul Qayyim)

      • mas pupu says:

        kalo ada istri bersuami laki-laki yang dari non muslim, terus masik islam, tapi tdk melaksanakan sholat dan puasa wajib. bagaimana hukum nya?

      • ana says:

        Assallamualaikum pak mohon bantuanya..ibu sy dilamar orang yg sdh menikah, dgn alasan istri orang tsb sudah 4bln tidak mau mengurusi suaminya. Dan beliau berniat menceraikan istrinya. Pada awalnya ibu saya dan orang tsb berniat menikah siri untuk menghindari zina tp kemudian saya bilang kalo lebih baik menikah resmi saja stlh proses perceraian selesai, sikap serupa diambil ibu saya dan sekarang pria tsbt sedang proses cerai dengan istrinya. Yang mau saya tanyakan, apakah sikap saya termasuk merusak rumah tangga orang? Kmdian apa yg sebaiknya saya lakukan? Mengigat ibu saya sdh trlnjr menyukai laki2 trsb. Wassalamualaikum wr wb.

    • jika ada seorang wanita meraka dl adalah kk adik angkat,,, sang kk angkat ini sudah beristri dan slalu bercerita bhw rumah tangga mereka memiliki msalah, dan wanita ini slalu menjadi pendengar setia smpai suatu saat dia luluh dengan smua crita si kk angkat tersebut dan meraka pun berpacaran apakah ini termasuk perusak rumah tangga orang juga????

  2. ayu says:

    Bagaimana dengan 2 orang laki laki dan perempuan yang sama sama telah menikah tapi masih menyimpan rasa cinta yang lama…..apakah dosa walau pun mereka tak melakukan hal yang di larang agama

    • Cinta itu masalah hati, dan keadaan hati akan berpengaruh terhadap sikap dan tingkah laku. Saran saya hapuskan cinta lama itu dan pupuklah cinta dengan istri atau suami. Karena bila cinta dengan selain istri atau suami itu masih ada atau dilestarikan, pasti lambat laun akan mempengaruhi kehidupan rumah tangga mereka dan akan menimbulkan gangguan dalam kehidupan rumah tangga seperti yang diutarakan dalam artikel di atas…..wallahu a’lam

  3. the light says:

    ust kalo seorang perempuan sudah siap nikah hanya belum di kitbah dengan seseorang terus tiba tiba berbalik arah (ada yang menyampaikan telah diguna2) dan menikah dengan orang lain. suatu saat ketika guna@ hilang dan kasih sayang mereka berkurang, dan banyak pihak menyampaiakn hal yang sama , jika laki2 itu hadir di tengah mereka , apakah sama hukumnya ust dengan keterangan diatas ?

    • Pernikahan seharusnya dilandasi dengan cinta yang tulus dan bukan pemaksaan. Guna2 adalah termasuk memaksakan cinta dengan bantuan jin— itu termasuk dosa besar. Mari kita berlindung kepada Allah dari gangguan iblis dan bala tentaranya.

  4. euis says:

    jika seorang anak menentang atau melawan ibu nya karena merusak rumah tangga orang lain dan ibu nya lebih memilih keluar dari rumah meninggalkan anak nya untuk laki laki lain,bagaimana hukum nya.

    • wahyu MWB says:

      Patuh dengan orang tua itu hanya berlaku dalam perkara2 yang tidak melanggar aturan agama. Cara yang ditempuh ibu tsb termasuk dalam merusak rumah tangga orang lain yang diharamkan dalam uraian di atas. Sebagai anak tsb tetap harus hormat, anak tsb harus tetaplah memberi nasehat dengan cara baik dan berdoalah pd Allah yang membolak balikkan hati manusia

  5. pras says:

    Ustad bagaimana kalo lelaki perusak itu uda menikahi wanita itu dan brtanggung jawab smua atas kesalahannya dan tanggung jawab juga kepada keluarga wanita itu.
    Dan bagaimana juga kalo si wanita itu dan mantannya gantian merusak rumah tangga si perusak tadi. Pdahal niat perusak itu baik dan ga ada niat jahat sama sekali. Mohon kasih solusinya
    Terima kasih

    • yoi says:

      inget ada ayat yg berkata yg benar dapat yg benar, yg salah dapat yg salah? artinya semua perbuatan itu ada timbal baliknya. lalu mengapa udah tau wanita itu merusak dirinya sendiri kenpa masih dinikahi dan akhirnya merusak dirinya sendirinya lg?

  6. pras says:

    Tambah satu prtanyaan lagi ustad.
    Lalu bagaimanakah jika si wanita itu lagi hamil dengan si perusak tadi dan kehamilan itu setelah mereka uda resmi mnjadi suami istri

    • wahyu MWB says:

      Bagaimanapun caranya merusak rumah tangga orang lain itu hukum HARAM, seperti diuraikan dalam artikel di atas

  7. anggi says:

    saya sudah bersuami..namun akhr2 ini suami kepergok pacaran dgn mantan pacarnya dlu krn suami yg mngaku msh bujang.yg lbh mnyktkan suami mau menceraikan sya dmi mantannya itu slepas lbran,namun sudah djatuhkan talak.tp mantannya it sll memanas2in suami sy untk sgera mncraikan sya,ngata2in sy mnusia kafir sgla mcam.smpai suami sy bgtu bnci sm sya anak2 n kluarga,sdh sbulan lbh suami tdk mngrim nafkah ke kami krn bnyk kna hsutan mantannya itu.prtanyaanya apa yg hrus sy lakukan pak ustadz?wss..wr.wb

    • sri says:

      banyak berdoa saja…………dan selalu minta perlindungan dan petunjuk dariNya………….agar suami bisa sadar kembali.

    • Nafa says:

      Apa yg sodara Anggi alami itu terjadi sama saya pula…
      qt sama2 mendoakan suami kita aja supaya suami tdk terjerumus ke lobang buaya.

  8. jaenal says:

    saya punya mantan mantanku pnya suami dan saat ni sangat dekat ama saya dan ingin bersatu bgmn cranya

    • Nafa says:

      saya berpendapat… tolong jauhi mantan anda. demi keutuhan rumah tangga mantan anda. karena perpisahan adalah hal yg sangat menyakitkan… begitu pula anda, tidak mau kan kalo berdosa?

    • yoi says:

      siapapun yg mau bersatu, maka anda jauh lebih baik hindarilah wanita seperti itu karena sebenarnya wanita yg berjodoh dengan anda akan tiba, hanya aj harus melalui wanita2 yg menjadi cobaan bagi anda. masalahnya, anda mampu tidak melawan segala cobaan itu?

  9. saptono says:

    assalamualaikum ustd. …. apa hukumnya bagi orang tua yang merusak rumah tangga anaknya hanya karena ia percaya sama seorang dukun bahwa bila anaknya masih bersama dengan suaminya akan hidup menderita sepanjang hidupnya. sehingga dia menfitnah anaknya agar bercerai dan hal ini terjadi.
    terimakasih ustd

  10. stefanny says:

    assalamualaikum ustad, bagaimana hukumnya dalam islam orang tua yang dengan sengaja memutuskan hubungan suami-istri anaknya?

  11. Hendra says:

    Bagaimana jika sang laki-laki dan wanita sebenarnya saling mencintai sebelum menikah. tetapi sang wanita terlanjur menikah dgn orang lain.. kemudian sang laki-laki pun ingin tetap menikahinya tetapi menunggu jandanya, dengan cara selalu menjadi teman sang wanita disaat wanita memerlukan. karena sang wanita pun sangat sayang dan cinta dgn laki2 tsb maupun sebaliknya.. tetapi terlanjur menikah dgn orang lain.. bagaimana hukum laki2 tersebut yang berusaha menunggu janda wanita tersebut ?

    • s says:

      Ustad sya mauu tanya apaa benar klo cinta karna diguna2 tidak tahan lama?soal nya suami sya rela ingin ceraikan sya demi wanita lain,bagaimana cara nya supaya suami bisa balik ketengah2 keluarga sya?trima ksh

    • yoi says:

      aneh perempua itu, kalo mang mencintai laki2 itu, kenapa nikah sm orang lain? yg namanya pernikahan itu adalah pagar suci, siapapun yg melanggarnya seperti halnya undang2, maka ada sanksinya

  12. arief trihandoyo says:

    Saya seorang suami, tiba tiba istri saya meminta pisah dengan saya, saya tidak tahu menahu tiba tiba ingin pisah dari saya, setelah berpisah saya baru tahu kalau kontrakannya dibayari oleh selingkuhannya tapi istri saya berkata dia pinjam dan akan dikembalikan secara cicil, akan tetapi istri Saya masih sering berhubungan dengan selimgkuhannya, saya mohon penjelasan dan hadistnya terima kasih

    • arief trihandoyo says:

      Walaupun berkali kali saya nasehati istri saya tetap membelanya katanya dia baik terus si lelaki ini menggunakan amalan untuk mendekati istri saya sehingga istri saya tidak bisa melupakannya, apakah perbuatan mendekatkan dengan amalan pada istri orang lain berdosa sekali lagi mohon penjelasan dan hadistnya terima kasih

      • yoi says:

        amalan yg dia gunakan untuk niat yg buruk atau mungkin istri anda yg bersifat buruk padahal laki2nya biasa aja, anda harus menyelidiki dulu? atau ada unsur2 guna2?

    • yoi says:

      jelas, itu termasuk kategori guna2, ada ayat2 yang mampu menangkal guna2

  13. erlina says:

    semoga allah menjaga kebersihan hati kita.

    sahabat, sadarlah bahwa syetan membisikkan kejahatan dan kemaksiatan ke dalam hati manusia dan menjadikannya tampak indah.

  14. aulicious says:

    ustad.. saya punya sahabat. sahabat saya ini pacaran dengan suami orang lain, berbeda agama pula.. saya sebagai sahabat ingin menyadarkan nya bahwa merusak rumah tangga orang lain itu sangat tidak baik.. tapi saya takut malah merusak silaturahmi dengan sahabat saya.. bagaimana caranya ustad ? saya selalu berdoa untuk kebaikannya.. namun rasanya dia belum sadar juga kalau itu adalah kesalahan terbesarnya.. wassallam.

  15. Dody says:

    Asalam,,,, ustad? Bagi siperusak rumah tangga org, selain haram apakah akan ada akibatnya yg nyata didunia?

  16. sinyo says:

    ustad, saya punya teman dia sering cerita dengan saya, dia dekat dengan seorang wanita, dan tdk tahu kalau wanita itu punya suami, setelah rasa cinta itu bersemi baru wanita itu mengaku sudh punya suami, dan sang wanita pun mengaku merasa menderita hidup dgn suami yg tdk dicintainya, namun si wanita tsb sudah mempunyai seorang anak. sedang wanita dgn teman saya amat saling mencintai. Bagaimana pandangan islam dlm hal ini??

  17. Asmara Dewi says:

    Assalammualaikum, Ust….saya punya seorang teman wanita, Dia ingin bercerai dgn suaminya dgn alasan sesuatu hal, kemudian secara tidak sengaja…ada laki 2 yg masuk dalam kehidupan wanita itu, dan mengajak menjalin hubungan serius (krn diawal niatan laki2 tsb baik,ingin membantu mengurangi beban hidup dan persoalan wanita tsb + alasan janji 2 cinta dsbnya) wanita tersebut terjebak dgn permainan orng ketiga ini. Sehingga terjadi perzinahan….
    Lelaki pembual pergi pamit kerja ke LN selama setahun…tdk pernah beri kabar , menelepon atau sms…
    Hanya komunikasi lewat email..
    Wanita ini telah dalam persidangan perceraian dgn suami nya.setalah setahun
    Si lelaki pembual pulang ke Indonesia…
    Kembali tidak memberi kabar lewat telepon .
    Si lelaki pembual hanya mengabari lewat Email saja ….dgn kata 2 kotor:
    # hai…mau aja lu dikibulin..
    Makanya cari laki biar tidak jablay…
    Makanya cari laki biar tidak di gangguin !
    Apa kira 2 balasan buat laki 2 penakut pembual ini pak ustad ? Yang dengan seenaknya pergi dan menghina seorang wanita yg telah d hancurkan hati dan seluruh perasaannya.
    Terimakasih

    • yoi says:

      sama dengan si wanita, akan sama2 dihukum karena perzinahannya. itu adalah timbal balik untuk si wanita karena telah menyelingkuhi suaminya, maka diapun akhirnya kena tipu dr laki2 itu. setiap perbuatan ada timbal baliknya

  18. rafly says:

    Ass,, ustad mau tanya ni
    misalnya begini usatad ada seorang wanita yang sedang punya masalah dengan suaminya,, tiba-tiba tanpa sengaja ada pria lain yg masuk dalam kehidupannya,,,,kemudian pria yg masuk dalam kehidupan wanita yg sdh berumah tangga tadi sadar dan ingin bertobat,, karena menyesali perbuatannya itu tdk pantas ia lakukan. Apakah tobatnya seorang laki” yang tanpa sengaja masuk dalam kehidupan wanita yg sdh berumah tangga tdi,, masih akan di ampuni dan bgaimana cara bertobatnya?
    makasih ustad,, mohon pnjelasannya

  19. Siroamakusa says:

    Assalammu’alaikum sya mau tnya pak ustad,skrng ini sya dekat dengan seorang wanita yg nota bene adlah msh istri org tpi sudah pisah ranjang dengan suaminya,pnyebabnya adlah sang suami tdk prnah memberi nafkah serta selalu brtindak arogan kpd istrinya,dan istrinya mnta cerai tp bkn krna alsan dia dkat dgn sya,kluarga dri pihak wanita pun sdah tdk ska dgn klakuan menantunya,dan sya sudah bner” niat menjadikanya istri sya stlah bercerai nti,yg sya tnyakan apkah sya slah sdah masuk dlm khidupan mrka,klo slah dmn letak kesalahan sya pak ustad mohon bimbinganya

    • yoi says:

      kesalahannya juga ada dan jelas, mengganggu perkawinan resmi melanggar norma agama dan UU perkawinan apapun alasannya, kecuali udah cerai, itu berbeda. apakah kau mau nanti kalo rumah tanggamu dirusak?

      • Aindhyta says:

        Ust bagaimana kalo ada mantan suami saya yg msh mengganggu suami saya dan msh mnyimpn prasaan dg suami saya it bagaimana hukumny

  20. Ervin says:

    YA RABB,, jauhkan aku dr yg demikian itu..
    Amiiinn……… ..

  21. D says:

    Maaf sebelumnya saya ingin bercerita, jika ada seseorg yg mencitai sodaranya sendiri mereka saling mencinta. keadaan disini laki2nya salah jalan sehingga dia harus menikahi seorang wanita yg tidak dicintainya karena kebobolan (hamil duluan). sebut sala laki2 itu Y wanita yg dinikahinya I dan sadara perempuan laki2 itu D. Y&D sering bersama susah senang, baik buruk, mereka sering melewati berdua tanpa diketahui ortu, istrinya ataupun klrga yg lain. Y sangan mencintai D begitu jg sebaliknya, D tidak ada tujuan apa lagi maksud untuk merusak rmh tangganya. tapi karena cinta mereka bisa bersama hanya keadaan yg berbeda. D sangat menghormati klrg&sangant2 ingin membahagiakan klrg’nya tapi dengan adanya kejadian ini apakah mungkin ortu dari D itu bisa menerima dan bahagian jika tw yg sebenarnya. tapi D tidak bisa apa2 bingung mesti gimana lagi D mencintai Y begitupun Y. Saling melengkapi saling melindungi. yg ingin saya tanyakan harus bagaimana Y/D itu?? sangat kebingungan, harus konsult sama. masih ada cerita yg harus saya tulis tapi terlalu panjang saya sendiri bingung harus mulai crita ini dari mana??

  22. gik ugik says:

    Hukum memisahkan saudara dan menutup rezeki seseorang secara ghaib sampai akhirnya rumah tangganya berantakan….sebab akibat apa yg akan di terima pelaku menurut islam apakah ada hukum karma bagi keluarga pelaku…….

  23. noor says:

    bagaimana hukumnya berbohong demi menjaga keutuhan rumah tangga

  24. budi says:

    budi says:

    apakah yang harus dilakukan suami apabila ada seorang istri mengaku berselingkuh dengan laki – laki lain kemudian dia sadar dan meminta maaf pada suaminya?. dan ternyata sang istri tersebut berselingkuh dengan dia karena diguna guna sehingga dia tidak sadar. apa hukum islam tentang korban guna guna dan posisi istri tersebut?

    • yoi says:

      tetap saja salah, tp soal memaafkan itu tergantung dari pasangan yg diselingkuhi tp harus bener2 menunjukkan bahwa tidak akan lg mengulang kesalahan yg sama. kalo diguna2, kenapa istrinya mengaku? apakah hal guna2 diberikan informasi oleh orang2 yg berkompeten?

  25. davi says:

    bagi yang terkena pelet, untuk netralisir / menghilangkan pelet hubungi saya 089652545391

  26. luhwitri says:

    assalamu’alaikum,saya sdh menikah 22 th, suami aya masih mencintai pacar pertamanya tdk dapat melupakan meski dh menikah dng saya,mereka masih berhungan lewat telpn,sms,bbm…bahkan saat ini perempuan itu menurut agama sdh cerai tapi menurut hukum belum..melihat semua itu suami saya karena masih sayang berupaya berupaya memberi perhatian bahkan merasa bertangung jawab atas kebagiaan perempuan ini…dan berencana menikahinya…setiap saat mereka komunikasi lwt bbm,sms mski ada saya katanya kan sdh tahu keberadaan hubungan ini…ketika saya mengingatkan dengan baik-baik dia marah,bahkan dia memiki dalil menikah lagi tanpa ijin pertama sah…saya tak bedaya ketika disuruh memilih mengijinkan dia menikah lagi atau tidak…ketika saya bilang saya tak sanggup dia marah bersar…dan bersumpah akan meningalkan saya tak akan pulang kerumah mau dakwah saja…saya terpukul karena saya bukan pilihannya….suami saya tahu banyak agama tapi mengapa memperlakukan saya sperti ini…selama inisaya berusha iklas,sabar menghadapi suami saya ….bahkan saya disuruh baca “cahayawahyu” ini saya tdk ingin rmh tangga saya berantakan….mhn solusinya

  27. HARUN+6281310533373 says:

    Trims

  28. sulis says:

    ass..saya seorang suami mempunyai menikah sudah 13 tahun dan mempunyai 2 org anak.. istri saya dekat dengan rekan kerjanya yg non muslim sehingga hub RT mereka tidak harmonis dan kemudiaan bercerai..dahulu rekan kerja istri saya ini beragama kristen menikah secara islam dng istrinya dan setelah mempunyai 2 anak ia berbalik lagi ke agama semula..dua tahun setelah percerain mereka.. barulah semua terbongkar bahwa istri q sering bertemu dengan laki2 itu.. dan laki2 selalu memberi suport agar istri q minta cerai dngan q..sudah 11 bulan ini istri q meninggalkan rumah tdur tempat orang tuanya.. padahal tiga bulan lamanya aq selalu sms dia untuk pulang dan bahkan pernah aq jemput.. tetapi tetap tidak mau plang jga.. masalah RT q ini sudah terjadi selama 3 tahun.. dan selama 3 tahun itu jg istri ga pernah mau peduli dengan anak2nya apalgi dengan q .. bagaimanakah hukumnya istri yang dmikian dilihat dari kacamata agama.. mohon petunjuk pk ustad

  29. Noeg says:

    Dan bagaimana dengan orang tua yang menjauhkan atau mencoba memisahkan anaknya dengan maksud tidak baik,agar anak perempuannya bercerai dengan suaminya,trimakasih

  30. andi rahmat says:

    bgaimana dgn suami yg mengetahui istrinya telah berzina melalui paranormal.swaktu dia prgi merantau,kjadiannya sdh lama skali ttapi baru ktahuan,sang istri tdk mau mengakui dgn dalil tdk ada saksi dan bukti.apa yg trbaik di lakukan oleh sang suami

  31. Indah says:

    Aslm ustd. . .
    Klo sorang istri mengungkap kan ms lalu nya(q msh syg u) kpd mantan pacar,apakah itu sama dng berzina?
    Lalu apa hukum nya?atur nuhun.

    • yoi says:

      mengungkapkan masa lalu seperti apa dulu? kalo sampe melakukan hal2 yg buruk dan tidak segera berusaha untuk menghapus perasaan itu, pasti akan tumbuh hal2 yg buruk dan mengakibatkan dosa tp kalo hanya perasaan yg tersia, sebaiknya tinggalkanlah masa lalu dan hapus hal2 seperti itu

  32. asih says:

    semua nya sudah pernah sya alami dan rasakan,ktika sy berumah tngga dg suami,rmh tngga sy d rusak oleh seorang wanita yg sdah lama sy knal,dlu sy,suami dan wanita itu,stu krja an,stlh mnkah sya brhnti,tak taunya wanita itu ttp mnggoda suami hngga akhirnya kmi cerai,dan mrka mnikah,,sy pasrah dn berdoa pd allah,, dan akhir nya sy skrg hdp bhagia dngn suami yg skrg,mmiliki anak dan hdp trcukupi, melihat keadaan mantan suami dan wanita perusak itu,skrg sgt memprihatin kan,suami nya pengangguran,stiap krja slalu gagal,masih menumpang dngn org tua,dan istrinya sngt tdk bgtu menghormati org tua mantan suami,, kbtulan tmpt tnggal kami brdekatan,, dan sya sngt bersyukur dgn hdp sy skrg,,allah Memang maha adil.. DIA tau sgala nya, dn tdk akn mmbiarkan hambanya lemah..

  33. Andirishadi says:

    asmlk, ma’af saya bercerita dulu “tahun 2010 saya berkenalan dengan seorang wanita berinisial M, dia pegawai baru di tempat saya bekerja. Saya suka dia dan dia juga suka saya. Singkatnya M akan menikah dan saya pun jadi bingung, apakah boleh saya mendekatinya. Sedangkan M selalu memberikan sinyal agar saya mendekat. Hari demi hari berlalu, diantara kebingungan saya akhirnya M memberikan undangan pernikahannya kpd saya. Hati saya terasa hancur, entah mengapa saya merasa kehilangan padahal belum ada kata terucap antara kami berdua. M pun menikah, saya ambil jarak agar tidak terjadi masalah di pernikahannya. Tahun 2011, ternyata suaminya berselingkuh padahal mereka telah dikaruniai seorang putra, dan juga waktu yang amat cepat sekali seorang suami berselingkuh di tahun pertama pernikahannya, hal ini saya ketahui dari seorang teman di tahun 2013. Pada sa’at mereka telah di karuniai anak, saya baru dekat dengan M sebagai teman dan juga seorang yang mencintainya, dengan begitu M memiliki penghalang diantara kami. Saya pun tidak pernah mengajak M berduaan apalagi bersentuhan, kecuali sa’at hari raya Idul fitri dan hanya sebatas bersalaman. Tahun 2013, saya mendengar perselingkuhan suaminya, membuat hati saya ikut bersedih karena orang yang saya cintai dipermainkan. Saya tidak pernah mengajak M untuk macam2, saya berusaha untuk menghibur nya. Salahkah saya jika saya memncintainya? Salahkah saya jika saya memberikan perhatian yang lebih dari teman biasa? Hal ini saya lakukan semenjak dia memiliki seorang anak.

    • yoi says:

      ya tetap salah, itu udah pagar suci, kau langgar, kau yg kena sanksi sama halnya dengan suaminya yg selingkuh/ lagipula kenapa dulu tak kau nikahi? tp biasanya orang yg suka selingkuh akan diselingkuhi juga

  34. viya says:

    sy ingin bertanya ini ada 2 kasus yg berbeda
    pertama : seorg wanita bersuami lebih 5th menikah tdk punya anak , suaminya pernah di ketahui punya hub dg seorg janda, hub mrk sebatas traktir mkn siang, istri marah tp di pendam, setahun kemudian istri ketemu dg teman sekolahnya yg kebetulan sedang ada masalah dg istrinya, mrk kemudian berhubungan, dan wanita menceraikan suaminya dg alasan berselingkuh (padahal dia sendiri yg berselingkuh) suami pasrah krn mmg si istri lebih kuat secara ekonomi, mereka bercerai si istri menikah siri dg pacarnya yg saat itu blom bercerai dg istrinya, tp setelah beberapa lama br bercerai dg istrinya. apakah perbuatan ke2 org ini juga bisa disebut merusak rumah tangga org lain. mrk sudah menikah slama 3th lebih dan tampak bahagia, padahal ada org lain yg tersakitin, dan mrk jelas berhubungan disaat masing2 masih dlm pernikahan.

    kasus ke2 ini : seorg laki2 beristri dg seorg anak angkat berusia 3th, menjalin hubungan dg perempuan bersuami istri pertama dg 3 istri, tdk sampai 1th berhubungan perempuan minta cerai dg suaminya, dan setelah perempuan ini resmi bercerai dg suaminya, laki2 td juga menceraikan istrinya dg alasan sudah tdk cinta lg dan istri hanya bisa pasrah bercerai tanpa perlawanan dan mengira suami cuma sdg bosan dan berharap dg berpisah dia merasa kehilangan istri dan anak2nya, setelah resmi bercerai dg isrtinya, laki2 td menikahi selingkuhannya, hub laki2 td dg mantan istri masih cukup baik, krn mrk bercerai tanpa pertengkaran dan istri tdk tau suaminya berselingkuh, dan setelah tau pun si istri cuma bisa pasrah, dan berupaya dg doa agar Allah mengembalikan suaminya kepd nya. apakan berbuatan mantan istri yg berupaya merebut kembali suaminya di sebut juga perusak rumah tangga org lain?

    mohon penjelasannya

    • yoi says:

      kasus pertama, jelas yg paling salah adalah istrinya, karena udah melakukan perzinahan dan melakukan fitnah, ga tau deh kalo hukumannya, kalo didunia jelas penjara, kalo di alam lain ga mau liat lah. kasus kedua jelas yg salah adalah laki2 dan perempuan yg telah berselingkuh tersebut karena telah melakukan perselingkuhan dan kebohongan publik di pengadilan

  35. hendri prabowo says:

    asalamualaikum,,,,
    sya mau tanya apa hukumnya jka orang tua istri.meminta untuk mencraikan anaknya dan percrayain itu terjadi walau sdah sgala usha sya untuk mpertahankan,,,

  36. Sangat menarik ceritanya. Jangan lupa mampir ke toko bunga untuk diberikan ke istri tercinta.

  37. SuHaiLi says:

    assalam ustaz…mahu bertanya apa hukum ….jika seorang kawan lama yakni bekas kekasih suami masih bertanya khabar dan kadang2 masih bgurau ttg kenangan manis hingga mbuatkan istri lelaki tsebut terasa aty

  38. ratih says:

    berarti istri kedua juga sebagai perusak kah?padahal ada ayat tentang poligami?

  39. anonim says:

    Bagaimana hukumnya bila seorang wanita yg sudah menikah namun berselingkuh dgn laki2 lain,, mengaku mempunyai anak dari laki2 perusak, menjadikan anak tsb sbg alat untuk selalu dkt dgn laki2 perusak. Pdhl laki2 tsb sudah berniat insyaf, tapi wanitanya terus2an tidak ingin berpisah, dan sebenarnya dilihat secara fisik anaknya pun tidak mirip laki2 perusak, hanya wanita tsb selalu meyakinkan bahwa anak itu adlh hasil dr perselingkuhan mrk.

    • yoi says:

      hindarilah wanita2 seperti itu, kalo perlu panggil ambulan rsj buat ngangkut itu wanita

      • anonim says:

        Saya justru “lembaran baru” laki2 tsb, awalnya dia bicara insyaf, tp semakin lama wanita istri org itu semakin menjajah dia. Saya malah dibilang harus terima bahwa wanita tsb harus ada dlm hidupnya, dgn alasan anak. Kalau saya bicara anak tersebut kan ada bpknya, dia istri orang. Tp saya mlh dimarahi habis2an. Kalau wanita itu cerai dengan suaminya, dan berniat menikah dgn laki-laki perusak ini, hukumnya haram?

  40. Subkahanalloh
    semoga kita smuanya terhindar dari perbuatan zina
    dan menjauhlah kita dari perzinahan
    sesunguhnya Zina itu di laknat alloh swt …..

  41. taopik says:

    jika suami mengajak istrinya ikut,terus dia menolak dengan alasan tidak bisa mengurus anak,dan suami itu terus mengajak dan berkata lebih dr 10 kali ajakan,dan sasng istrinya menolak apa hukumnya,dan salahkah klo suami minta cerai

  42. khalisvia says:

    Assallamu’allaikum ustadz..

    Saya janda 1 anak, hubungan saya dengan seorang bujang tdk direstui orang tua pasangan saya.. Akhirnya kami menikah siri.. Sudah berjalan 5th.. Kami dihadapkan persoalan yg pelik.. Karena mslh kantor,Suami saya masuk penjara.. Saya yg urus dari kejaksaan, pengadilan, sampe kerjaan suami yg diluar saya yg urus semua demi ada biaya untuk urus semua ini..ga ada yg bantu saya, semua menghindar menjauhi.. Saya nangis n berdo’a tiap saat.. Setelah sidah selesai suami saya tinggal menjalaninya.. N kerjaan suami saya lagi naik lagi, keuangan stabil lagi.. Saya tetap setia besuk.. Tetapi suami saya betingkah.. Ternyata dia selingkuh dengan wanita dipenjara juga, wanita dipondok bambu.. Memang mereka hanya berhubungan via telp..tetapi itu dah berjalan selama 1th lamanya.. Berarti dari awal persidangan mereka sudah berhubungan tetapi saya tidak tau.. Sampai akhirnya suami saya kena khasus kembali.. Sidang selanjutnya.. dari situ saya tau klo dia selingkuh.. Bohongin saya.. Dia minta maaf, sampai sujud dan demi Allah, perempuan itu bakal dia tinggalin.. Saya yg urus lagi sidang dia yg ke2.. Saya yg urus bantu kerjaan dia lagi.. Tapi ternyata mereka masih berhubungan.. Saya yg cape, perempuan itu yg menikmati hasilnya… Sampai akhirnya.. Saya tidak tahan dengan semua ini.. Saya beranikan diri ngom ke orang tuanya bahwa dia selingkuh.. Tapi saya ga cerita perempuan itu, karena saya memang blum tau pasti siapa perempuan itu.. Akhirnya saya tidak pernah besuk suami lagi.. Sampai pd akhirnya suami saya dipindahkan keluar daerah.. Saya dikabarkan dari teman dia.. Saya nangis semalaman karna takut keadaan suami saya.. Akhirnya besoknya saya dpt tlp dari suami saya.. Mengabarkan dia sudah sampai daerah n dia bilang baik2 saja.. Perasaan saya ga baik, mana ada di tempat seperti itu baik2 saja.. Saya berdo’a ga berhenti2 buat dia.. Akhirnya 2 hari kemudian suami saya mengabarkan keadaan dia.. Dan dia minta maaf karena sudah membohongi saya, dia bilang ga lagi2.. Saya juga minta maaf karena ga besuk kemarin2 wkt sebelum dipindahin.. Tapi 2 mgg sudah berlalu, saya bertanya kapan bisa saya besuk.. Dia bilang blum bisa dibesuk.. Akhirnya saya memberanikan diri telp ke temen dia.. Katanya dia sudah dibesuk sama perempuan itu, setelah perempuan itu bebas dari penjara langsung kesana dan difasilitasi mobil, sudah 2x besuk.. Saya ga boleh besuk..astaghfirllah.. Saya makin disepelekan.. Sampe akhirnya saya minta cerai dari dia.. Saya sudah ga tahan.. Dia menceraikan saya 2x ucapan lewat telp.. Dan saya langsung menemui orang tua suami saya.. Orang tua suami saya bilang itu sudah syah, karena saya nikah siri.. Dan katanya sudah bertemu dengan perempuan itu.. Sudah kenal..
    Ternyata suami saya bagus2n cerita tentang perempuan itu.. Ga cerita klo perempuan itu dari penjara juga.. Saya yg dijelek2n sehingga semua memusuhi saya.. Sampai saat ini masih ada yg suka menyindir n menghina saya.. Saya cuma bisa sabar..n perempuan itu sekarang juga berhijab.. Makin dihina saya sepertinya.. Perempuan itu berkulit putih, saya tidak terawat, makin dipojokan saya..
    Mereka bilang beruntung meninggalkan saya dan mendapatkan dia.. Saya hanya diam saja, ga perlu buka aib perempuan itu..

  43. khalisvia says:

    Assallamu’allaikum ustadz..

    Saya janda 1 anak, hubungan saya dengan seorang bujang tdk direstui orang tua pasangan saya.. Akhirnya kami menikah siri.. Sudah berjalan 5th.. Kami dihadapkan persoalan yg pelik.. Karena mslh kantor,Suami saya masuk penjara.. Saya yg urus dari kejaksaan, pengadilan, sampe kerjaan suami yg diluar saya yg urus semua demi ada biaya untuk urus semua ini..ga ada yg bantu saya, semua menghindar menjauhi.. Saya nangis n berdo’a tiap saat.. Setelah sidah selesai suami saya tinggal menjalaninya.. N kerjaan suami saya lagi naik lagi, keuangan stabil lagi.. Saya tetap setia besuk.. Tetapi suami saya betingkah.. Ternyata dia selingkuh dengan wanita dipenjara juga, wanita dipondok bambu.. Memang mereka hanya berhubungan via telp..tetapi itu dah berjalan selama 1th lamanya.. Berarti dari awal persidangan mereka sudah berhubungan tetapi saya tidak tau.. Sampai akhirnya suami saya kena khasus kembali.. Sidang selanjutnya.. dari situ saya tau klo dia selingkuh.. Bohongin saya.. Dia minta maaf, sampai sujud dan demi Allah, perempuan itu bakal dia tinggalin.. Saya yg urus lagi sidang dia yg ke2.. Saya yg urus bantu kerjaan dia lagi.. Tapi ternyata mereka masih berhubungan.. Saya yg cape, perempuan itu yg menikmati hasilnya… Sampai akhirnya.. Saya tidak tahan dengan semua ini.. Saya beranikan diri ngom ke orang tuanya bahwa dia selingkuh.. Tapi saya ga cerita perempuan itu, karena saya memang blum tau pasti siapa perempuan itu.. Akhirnya saya tidak pernah besuk suami lagi.. Sampai pd akhirnya suami saya dipindahkan keluar daerah.. Saya dikabarkan dari teman dia.. Saya nangis semalaman karna takut keadaan suami saya.. Akhirnya besoknya saya dpt tlp dari suami saya.. Mengabarkan dia sudah sampai daerah n dia bilang baik2 saja.. Perasaan saya ga baik, mana ada di tempat seperti itu baik2 saja.. Saya berdo’a ga berhenti2 buat dia.. Akhirnya 2 hari kemudian suami saya mengabarkan keadaan dia.. Dan dia minta maaf karena sudah membohongi saya, dia bilang ga lagi2.. Saya juga minta maaf karena ga besuk kemarin2 wkt sebelum dipindahin.. Tapi 2 mgg sudah berlalu, saya bertanya kapan bisa saya besuk.. Dia bilang blum bisa dibesuk.. Akhirnya saya memberanikan diri telp ke temen dia.. Katanya dia sudah dibesuk sama perempuan itu, setelah perempuan itu bebas dari penjara langsung kesana dan difasilitasi mobil, sudah 2x besuk.. Saya ga boleh besuk..astaghfirllah.. Saya makin disepelekan.. Sampe akhirnya saya minta cerai dari dia.. Saya sudah ga tahan.. Dia menceraikan saya 2x ucapan lewat telp.. Dan saya langsung menemui orang tua suami saya.. Orang tua suami saya bilang itu sudah syah, karena saya nikah siri.. Dan katanya sudah bertemu dengan perempuan itu.. Sudah kenal..
    Ternyata suami saya bagus2n cerita tentang perempuan itu.. Ga cerita klo perempuan itu dari penjara juga.. Saya yg dijelek2n sehingga semua memusuhi saya.. Sampai saat ini masih ada yg suka menyindir n menghina saya.. Saya cuma bisa sabar..n perempuan itu sekarang juga ikutan berhijab sekarang..padahal saya berhijab memang sudah niat dari awal suami saya masuk kepenjara.. Makin dihina saya sepertinya.. Perempuan itu berkulit putih, saya tidak terawat, makin dipojokan saya..
    Mereka bilang beruntung meninggalkan saya dan mendapatkan dia.. Saya hanya diam saja, ga perlu buka aib perempuan itu..

  44. khalisvia says:

    Tapi suami saya masih suka tlp, kadang2 masih suka kirim uang.. Saya bersyukur lagi keadaan serba susah tiba2 dia ingat saya n anak saya.. Tapi kadang ada yg mencela saya, dibilang saya matre.. Sy hanya bisa sabar dengan ejekan itu semua.. Sampai saya bernazar akan saya kembalikan semua uang dari suami saya kelak.. Sekarang saya bersusah payah berdiri ngelamar kerja lagi, karena dl suami saya melarang saya kerja harus urus dia aja.. Skrg saya serba sendiri.. Orang tua saya tidak pernah tau klo dia ada dipenjara, saya slalu bilang dia ditugaskan keluar kota.. Apakah cerai saya syah? Karena pernikahan saya siri, tapi saya menunggu dia pulang untuk bicara langsung ke kel saya.. Karena kel saya tidak tau keadaan dia skrg..

  45. yani says:

    assalamualaikum pak ustd, tlong sy pak, ap yg hrus sya lakukan krna saat ini swmi sya brhubungan dgn wanita yg satu krj dgn’y. wnita itu sering memberi swmi sy uang dn mreka sllu brhubungan zina di hotel. swmi sy skrg sering memukuli dan memaki sy, bhkan berniat ingn menceraikn sya.. sy slu mffkan swmi sy asal dia sadar dan mw kmbali baik sperti dlu. tp swmi sy makin kasar, bhkan wanita itu sering mengejek k sya klo sya tidk bsa memuaskn swmi sy kta’y.. ap yg hrus sy lakukan. ap swmi sy trkena guna2 ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers

%d bloggers like this: